1/30/2011


Sekitar 2 hari lalu, saya menerima email sebagai berikut:

Saya, Andreas Arry H, T.Pertambangan, Angkatan 1990, Institut Teknologi Bandung (ITB). Inilah masalah tragis yang menimpa saya, (Nama Rumah Sakit dan Paramedis belum dpt sy sebutkan gamblang, hanya inisial saja dulu. Teringat kasus “Prita” yg dituntut “Pencemaran Nama Baik” hanya karena email dari teman ke teman saja.)

Setelah usaha sy jatuh , modal habis & pekerjaan yg sy harapkan tdk kunjung dpt, menjadi supir sampai pemulungpun sy lakukan. Titik terang tiba2 muncul sy mendapat pekerjaan yg saya anggap bs mencukupi kel. Di tengah harapan bersinar, tiba2 masalah muncul. Sy tdk menyangka, kejadian tragis menimpa Sy, berawal dari :

18 Januari 2011 Stlh Istri positif hamil dgn alat test uji kehamilan, merasakan nyeri berat di bwh perut kiri & nyeri ringan di perut bwh kanan, saya langsung membawa istri saya ke RSPEC (inisial sedikit disamarkan) di kota Cirebon. Istri saya diperiksa Dokter Ginekolog dgn inisial Dr.S.A. Kami cerita semua keluhan termasuk nyeri hebat di Perut bwh kiri & nyeri ringan di perut bwh kanan.

Dr.S.A. menduga kemungkinan Hamil di luar kandungan (ectopic pregnancy/hamil ektopik). Kami diberi pengantar utk pemeriksaan Lab. (Menurut cerita Dr.S.A : Stlh Sel telur dibuahi sperma, akan naik menuju rahim melalui saluran tuba. Pada kehamilan ektopik kemungkinan embrio tersendat pd saluran tsb. Embrio akan trs berkembang & membesar di saluran tsb yg bisa mengakibatkan pecahnya saluran dan dpt menyebabkan pendarahan yg dpt berakibat sgt fatal)

19 Januari 2011 Pemeriksaan Lab. Oleh Dr.G.M. Hsl Lab diberikan dlm Amplop tertutup utk disampaikan kpd Dr.S.A (Sore harinya kunjungan ke 2) Stlh membaca hsl Lab, Dr.S.A. menyatakan istri sy mengalami hamil diluar kandungan. Harus segera dilakukan operasi. Sy mengikuti rekomendasi Dokter.

20 Januari 2011 Proses Oprasi, dilakukan oleh Dr.S.A.

21-22 Januari 2011. (Masa Perawatan Pasca Oprasi) Istri sy ttp merasakan nyeri berat pd bagian yg sama (perut bwh kiri) walau kadang ngilu tdk terasa brt. (Dugaan saya : mungkin krn obat penghilang rasa sakit). Dr.S.A bilang, “Itu biasa pasca oprasi,normal dan obat hrs ttp semua diminum” Sampai hr ke2 perawatan, perasaan nyeri berat pd perut bwh kiri msh ttp terasa sama spt sblm oprasi, tp nyeri mulai berat juga dirasakan pd bagian kanan.

23 Januari 2011. Dr.S.A. kembali melakukan pemeriksaan. Dia memberi rujukan pd Dokter Ahli saraf. Dr.H.D. Ahli saraf melakukan pemeriksaan. Dia menyatakan bahwa istri saya menderita saraf terjepit (pinched nerve) pd bagian perut bwh kiri dkt persendian. Penyembuhan dapat lewat terapi dan istirahat terlebih dahulu.

Kira2 1 jam kemudian Perawat mendatangi saya, Dr.S.A ingin bicara dgn sy di ruangannya. Sy menemuinya dan inilah perbincangan yg berakhir tragis tjd :

Dr.S.A. : Harus ada operasi kedua, ada penyumbatan di tuba bagian kanan.
Saya : (Saya heran) Lho… jadi sebenarnya penyumbatan pada tuba kiri ada atau tdk, Dok? Dr.Saraf td bilang nyeri yg masih istri sy rasakan disebelah kiri adalah karena sara terjepit.

Dokter.S.A. : (Diam agak lama) Istri Anda pada pertemuan awal tdk memberikan keterangan degan jls & lkp!
Saya : (Mengingat sebentar) Istri saya mengatakan semua keluhannya pd pertemuan awal Dok, termasuk keluhan pd sebelah kanan ! Menurut sy, yang paling valid kan hasil Lab itu Dok! Saya ingin lihat hasil Lab itu !”.

Dokter S.A. : Hasil Lab, hanya utk Dokter yg berkepentingan !
Saya : Tp utk membuktikan dimana kesalahan, kita hrs buka hasil sama2 ! (Dugaan saya Dokter tdk teliti membaca hasil Lab, karena keluhan berat istri sy pada perut bagian kiri maka secara spontan dia berpikir penyumbatan ada di tuba kiri, padahal nyeri sebelah kiri karena syaraf terjepit. Hamil ektopik sebenarnya ada pada saluran tuba kanan yg semula dirasakan nyeri ringan)

Dokter S.A : (Bernada keras) Sekali lg sy bilang, hanya utk Dokter! Anda sekolah kan ?! Tahu Etika tdk ?! Seharusnya Anda mengerti !

(Saya naik pitam. Rebut-merebut amplop terjadi, dan amplop itu pun robek. Dokter malah merobek lg kecil2 dan melempar ke muka sy. Saya jd tdk terkontrol, saya obrak-abrik ruangan dan saya tarik keras kerah baju Dokter. Dokter berteriak memanggil SATPAM… 3 orang Satpam masuk. Salah satu SATPAM memukul memukuli perut sy berkali2, seorang lg memukuli kepala saya dan mengarahkan tongkat ke kepala saya… dan sy tak ingat lagi apa yang terjadi)

24 Januari 2011
(Sewaktu sadar sy ada di ruangan sempit tanpa jendela. Kaki & tangan sy terpasung, sy berteriak2, tdk ada yg menghampiri. Agak lama kemudian seorang Ibu membawa makanan ditemani petugas jaga dtg. Sy minta ijin utk buang air kecil. Penjaga melepas ikatan & mengantar sy. Di kmr Mandi sy melihat jendela kaca yg lsg terkena sinar matahari, tanpa pikir panjang sy pecahkan kaca dgn tongkat pel yg kebetulan ada disitu. Saya loncat dan lari sekencang2nya. Masuk gang, berbelok2… sampai sy melihat warnet, dan sy masuk lansung ke bilik2 komputer utk bersembunyi.)

(Sy terdiam lama di dlm warnet apa yg mesti sy lakukan… sampai penjaga warnet bilang pencet tombol powernya dulu Pak. Stlh sy merasa agak tenang… barulah timbul ide menulis email ini. Sy sampaikan email ini ke teman sy Arif agar bs disebarluaskan. Terus terang sy butuh bantuan dan dukungan menghadapi masalah ini, sy tdk kuat sendirian.)

GERAK CEPAT & SEPONTANITAS MENGGALANG BANTUAN UNTUK SAUDARA KITA SATU
ALMAMATER YG SEDANG MENGALAMI PENDERITAAN.
MENDUKUNG BERDIRINYA YAYASAN UTK KEMANUSIAAN ALUMNI ITB.


Menyambung kiriman email dari Andreas. Setelah mendapat email ini, dan sempat berbincang2 (chat) dgn Andreas. Aku langsung mendatangi Andreas ke kota Cirebon pada tgl 24 Januari 2011. Aku melihat dia sangat lusuh, pucat dan terlihat di kepala masih ada bekas darah. Dia meminta tolongku menjenguk istrinya di RS. & menanyakan berapa biaya sampai saat ini.

Aku mendatangi RS menjenguk istrinya, wajahnya sangat pucat tampak menahan rasa sakit yg berat. Aku menemui bagian Administrasi, dia memberikan rincian sampai saat ini. Aku terkejut melihat rincian tersebut. Total biayanya Rp.65.350.000,- sudah dipotong deposit yg sdh dibayarkan saudara Andreas Rp.5.000.000,-. Rinciannya : Biaya Oprasi (1), Pemeriksaan Dokter,Lab,Perawatan, Obat2an & Penggantian alat USG (sekitar 30 jutaan) yg rusak di ruangan yang diobrak-abrik saudara Andreas (biaya ini yg paling besar). Belum termasuk biaya oprasi ke 2 & terapi saraf yg akan dilakukan.

Aku bernegosiasi dengan pihak R.S. Aku minta biaya pergantian alat bisa dibicarakan kemudian. Tapi Pihak RS meminta separuh dari total biaya diatas harus dilunasi. Operasi ke dua belum bisa dilakukan jika biaya tsb belum dilunasi. (Aku mengingat wajah istri Andreas yg pucat menahan rasa sakit, sampai seberapa lama dia bisa tahan.)

Aku sebagai teman baik telah membantu dan mendukung semampuku , tetapi bantuan dan dukunganku seorang diri tidak cukup rasanya.
Untuk itu Aku,
Nama : Zainal Arifin
Jurusan : Fisika ’90 ITB (102900744)

mengajak Saudara Semua sesama Almamater Alumni ITB untuk ikut berjuang menghadapi kasus penindasan terhadap salah satu Almamater kita. Kasus yang dihadapi saudara Andreas, adalah masalah kita bersama sesama Almamater ITB dan ini adalah masalah kemanusiaan.

Kita mulai dari komunitas yang paling kecil, bahwa menganiaya salah satu satu Almamater kita berarti melukai kita semua. Ayo jangan tinggal diam, lawan semua bentuk kekerasan dan kesewenang-wenangan, caranya :

1. Berikan bantuan secara suka rela sesuai kemampuan Anda. Seberapapun bantuan yang Anda anggap layak, akan meringankan beban saudara kita yang tengah berjuang untuk keluarganya dan demi haknya untuk menyatakan kebenaran. Sumbangan langsung ditransfer ke rekening yang bersangkutan (saudara Andreas) :
BCA, NO.Rek:
7940075844, a/n: ANDREAS ARRY H

2. Forward atau teruskan email ini ke seluruh Alumni ITB yang anda ketahui, baik yang Anda kenal maupun tidak. Dan sebarkan dalam mailing-list dan jejaring sosial yg Anda ketahui.

3. Berikan komentar/suara Anda untuk mendukung saudara kita yang sedang berjuang untuk keluarganya dan berjuang melawan kesewenang2an. Berikan juga dukungan terbentuknya “Yayasan Untuk Kemanusiaan Alumni ITB” yang segera didirikan untuk membantu kasus-kasus seperti dialami Saudara Andreas. Mungkin suatu saat masalah ini menimpa diri kita pula.

(Nama Rumah Sakit, Paramedis, termasuk SATPAM yang memukuli saudara Andreas akan dibuka setelah banyak mendapat dukungan dari saudara2 satu almamater. Jangan sampai beban saudara Andreas semakin bertambah spt pada kasus “Prita”. Kita pasti akan menuntut balas!)


Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata ini EMAIL PENIPUAN! Jadi, bagi alumni ITB yg menerima email seperti ini, SILAKAN ABAIKAN DAN TIDAK PERLU FW KE ALUMNI2 LAINNYA, KECUALI DITAMBAHKAN PERNYATAAN BAHWA INI PENIPUAN!!

Gambar dari sini.

Moral story:
- penipu selalu berusaha mencari celah utk mengeruk keuntungan
- selihai apapun penipu, akan ketahuan juga
- berita2 lain ttg penipuan yg direkam blog ini

Posted on Sunday, January 30, 2011 by M Fahmi Aulia

1 comment

1/29/2011



Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis artikel ini. Tapi baru kesampaian dan teringat lagi gara2 sepanjang sore ini saya merasa jengkel karena usaha pencarian yg saya lakukan tidak mendapatkan hasil seperti yg saya inginkan.

SEO, sebuah istilah yg begitu tenar di kalangan pengguna internet, apalagi yg doyan mengeruk dollar (atau apapun mata uangnya) dari internet. Dari berbagai referensi, saya simpulkan SEO adalah upaya seseorang utk menampilkan halamannya (page/website/blog, apapun itu) di tingkat teratas (dan halaman pertama) apabila ada orang yg melakukan pencarian.

Dengan memanfaatkan algoritma yg dimiliki mesin pencari (terutama si mbah Google), jutaan orang berusaha membuat para pencari info utk berkunjung ke situsnya. Berbagai trik dibuat, mulai dari membuat artikel yg hot, memasang foto2 dan banyak cara lainnya.

Percaya atau tidak, SEO ini seringkali dilombakan, dengan hadiah yg beraneka ragam, mulai hosting gratis, lalu buku dari para pakar SEO, dsb dsb.

Sayangnya, orang2 yg mengikuti kompetisi SEO ataupun yg berusaha menarik pengunjung ke situsnya, seringkali menggunakan cara2 kotor yg pada akhirnya menjengkelkan para pencari informasi.

Cara kotor yg paling mudah, terutama yg membuat sore saya ini menjadi tidak indah, adalah dengan mencantumkan (atau membuat artikel) kata2 yg sebenarnya tidak ada manfaatnya. Contohnya seperti yg saya pasang di bagian atas artikel ini.

Gambar dan kata2 yg anda lihat itu berasal dari sebuah toko online yg menjual produk2 keperluan perempuan. Tapi, anda bisa lihat kata2 kunci yg dipasang, tidak ada hubungannya dg produk yg ditawarkan.

Saya tidak tahu persis, apakah si toko online ini mengikuti kompetisi SEO atau tidak. Tapi mengingat saya pernah amati cara2 yg digunakan orang untuk memenangkan kompetisi SEO, saya rasa sebagian besar output kompetisi SEO itu MENJENGKELKAN BAGI PARA PENCARI INFORMASI! Istilahnya, Black SEO.

Banyak sekali halaman sampah dan informasi sampah yg 'terpaksa' mesti diklik para pencari informasi, hanya gara2 halaman2 sampah itu memuat kata kunci yg dicari. Berbeda sekali dg waktu kompetisi SEO belum populer, saya bisa mendapatkan informasi dg mudah di halaman/situs yg memang relevan.

Oya, halaman2 yg MENYESATKAN ini ingin saya masukkan ke dalam golongan blocked site(s), karena isi situs/artikel mereka TIDAK RELEVAN sama sekali. Jika isi situs/artikelnya memang sesuai dg kata kunci sich, saya tidak keberatan.

Hemat saya, Menkominfo menertibkan hal2 seperti ini. Entahlah, ini sekedar pendapat pribadi saja. Mungkin terlalu mengada-ada, tapi jika anda mengalami hal yg menimpa saya ini, anda akan setuju. Terlalu banyak halaman sampah yg muncul sebagai hasil pencarian benar2 membuang waktu saya yg berharga ini, HUH! *emosi berat*

Moral story:
- mesin pencarian mempunyai algoritma yg unik utk menemukan artikel/situs
- kata kunci yg tepat BELUM tentu menghasilkan informasi yg tepat/dibutuhkan
- kurang ajar kalian para pemuat kata kunci yg tidak relevan di blog/situs kalian!!

Posted on Saturday, January 29, 2011 by M Fahmi Aulia

2 comments

1/26/2011


Di milis alumni jurusan saya, sudah berkali-kali terjadi perdebatan yg tidak bermanfaat. Istilah umumnya: debat kusir. Herannya, debat kusir ini seringkali terjadi di kalangan orang2 'pintar', dalam hal ini setidaknya mereka sudah mempunyai gelar S2.

Jika debat kusirnya menyenangkan dan melepas ketegangan, saya masih maklumi, tapi jika debat kusirnya sudah saling mengejek pendapat orang bahkan cenderung ke pribadi, nah hal2 seperti itu yg membuat saya bertanya-tanya. Katanya orang pinter, tapi kok bisa2nya mengeluarkan pendapat seperti itu? Apakah mereka memang tidak punya etika dalam berkomentar?

Nampaknya ke'pintar'an mereka hanyalah sebatas pintar dalam intelektual semata, tapi dari sisi emosi bisa dikatakan mentah.

Tak jarang saat ada orang (A) mengeluarkan pendapat utk menjawab, malah pribadinya yg menjadi bahan ejekan oleh si B. Malah saat si B diminta menjawab si A, si B malah muter2 ngemengnya, yg ujung2nya yaaa mengejek si A.

Si A sendiri kadang ga jelas juga cara mikirnya. Mungkin ybs terlalu pinter (buat dirinya sendiri) sehingga malah menemui kesulitan utk menjelaskan kepada orang lain.

Ujung2nya si A-lah yg 'divonis' sebagai 'penjahat' mailing list. Padahal bisa jadi pendapat si A itu benar, hanya saja ybs tdk bisa menjelaskannya. Efeknya, setiap si A posting sesuatu, selalu ditanggapi dg negatif. Intinya sih si A menjadi 'public enemy' di milis itu.

Nampaknya ada yg salah dengan teman2 sejurusan saya ini. Di jurusan lain, setahu saya, antar alumninya saling membantu. Entah dalam mencarikan lapangan pekerjaan, atau jika ada teman sejurusannya yg menghadapi masalah. Tapi di jurusan saya, para alumninya (yg secara intelektual lebih pintar) justru saling bertikai dan berdebat kusir yg sia-sia.

Tidak heran banyak orang yg unsubscribe dari milis itu karena inbox mereka dipenuhi email yg tidak bermutu. Saya sendiri masih bisa bertahan karena saya bisa belajar banyak dari debat kusir yg terjadi.

Gambar dari sini.

Moral story:
- menjadi orang pinter itu penting, tapi jadi orang baik itu lebih penting.
- menjadi orang pinter (intelektual) itu bukan jaminan punya kecerdasan emosional.
- lebih bahaya orang pintar yg jahat daripada orang baik yg tidak terlalu pintar (biasa2 saja).
- orang pintar yg senang mengejek pendapat orang lain, terutama menyerang pribadinya, patut dikasihani. otaknya hanya berisi cara utk menjatuhkan orang lain, at any cost.
- dari milis yg merupakan kehidupan maya, saya bisa melihat kenapa meski di Indonesia banyak orang yg pintar tapi tidak banyak perkembangan. penyebabnya, orang2 pintar tersebut lebih sibuk mengurus dan membahas hal2 yg tidak penting dan tidak produktif.
- dan saya termasuk orang yg cuma menonton dan mengeluarkan unek2 di blog saya ini. daripada ikutan nyampah di milis, ahhaha.
- hal yg menimpa si A adalah bentuk bullying.

Posted on Wednesday, January 26, 2011 by M Fahmi Aulia

1 comment

1/21/2011



Hari Kamis kemarin saya mengalami kejadian yg 'menyebalkan'.

Jadi begini, usai makan siang saya mampir ke Alfamart untuk membeli beberapa penganan. Saat hendak membayar, saya dapati dompet ternyata sudah kosong, jadi saya berpikiran untuk sekalian mengambil uang cash sebagai persediaan dan backup jika ada sesuatu di perjalanan.

Saya tarik tunai Rp 150 ribu saja. Cukuplah utk persediaan 1 hari.

Nah, entah bagaimana ceritanya, ternyata si duit itu tidak diserahkan oleh staf Alfamart. Saya? Entah kenapa, pikiran saya siang itu kok ga ngeh dengan duit. Usai menerima bon dan kartu debit, saya segera ngeloyor keluar toko dan kembali ke kantor.

Malamnya, saat hendak membayar tukang baso, barulah saya ngeh bahwa duit Rp 150k itu tidak ada. Sempat panik juga, soalnya di rumah agak susah cari ATM.

Jumat pagi, usai mampir ke kantor, saya langsung menuju ke Alfamart, toko yg sama. Saat saya bicara dg salah seorang staff, ternyata dia langsung mengenali saya dan tahu kasusnya. Menurut dia, kasir yg kemarin melayani saya memang lupa utk memberikan uangnya. Tidak sampai 10 menit, uang Rp 150k sudah ada di tangan saya. Kata staf tsb, uangnya langsung dipisahkan agar bisa segera diserahkan jika saya datang kembali. Alhamdulillah, kalo rejeki memang tidak pergi ke mana.

Salut saya untuk para staf Alfamart yg jujur. Bukan masalah besar uangnya, tapi mereka (jika tidak salah ada 3 orang staf saat saya belanja) mengingatkan dan menjaga uang pelanggan sehingga tidak menyulitkan si pelanggan saat menagih kembali. Barangkali pihak Alfamart bisa memberikan reward, sebagai bentuk penghargaan atas kejujuran mereka.

Moral story:
- kejujuran adalah barang yg langka dan mahal. beruntunglah orang2 yg masih memegang kejujuran.

Posted on Friday, January 21, 2011 by M Fahmi Aulia

3 comments

1/20/2011


Anda sudah pernah main game manuk ngamuk ini? Ya ya ya...Angry Birds yg saya maksud.

Saya pertama kali 'bersentuhan' dengan game Angry Birds ini di pertengahan 2010, saat saya masih di kantor lama. Kebetulan ada teman kantor yg mempunyai ipod touch dan saya langsung terkagum-kagum dengan game ini saat memainkannya.

Banyak kekaguman yg saya dapatkan dari game ini:
- melatih berpikir efektif dan efisien
- tantangan yg berkembang
- keasyikan menentukan sudut dan 'kecepatan' ketepel agar daya hancurnya optimal

Sayangnya karena perangkatnya bukan milik saya, otomatis saya yaaa mesti rela kalo ndak bisa main game itu karena gadgetnya sedang digunakan pemiliknya. Mau beli ipod touch? Wah, si Banino saja masih ada dan ga habis2, nantinya malah mubazir donk?! Akhirnya yaa saya mesti puas memainkan si burung ngamuk ini dg metode minjem, xixixi.

Lalu adik saya pulang dari Belanda, dengan menenteng iphone. Dan ybs ternyata penggemar si burung ngamuk ini juga. So, setiap kali pulang ke Bandung, saya (berharap) bisa pinjam iphone-nya, utk memainkan si burung ngamuk....dan gagal, karena ternyata saya jarang pulang ke Bandung. Beli iphone? Hwaduh, saya sudah punya BB. Terlalu banyak gadget akan membunuhmu!! *alasan aja sebenarnya*

Maka, saya langsung bersukaria begitu mengetahui si Angry Bird ini muncul dalam format yg bisa dimainkan di PC. Usai menginstalnya di laptop, saya segera tenggelam dalam keasyikan memainkan burung, eh, bermain Angry Birds ini.

Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk menyelesaikan SEMUA level di Angry Birds. Memang masih banyak yg cuma bintang (*) 1, tapi setidaknya saya berusaha sendiri, tidak mencari solusi melalui youtube.

Tips yg bisa saya bagikan untuk bisa menyelesaikan game Angry Birds ini:
cari kelemahan dari konstruksi bangunan!
Sesungguhnya tiap konstruksi bangunan di game Angry Birds itu mempunyai 'titik mati', sehingga bila kita bidik dan hancurkan itu, maka kita akan SANGAT MUDAH menyelesaikannya. Namun saya masih kesulitan menemukan titik mati di beberapa level, sehingga masih berbintang 1 dan/atau 2 saja.

Anda sendiri bagaimana? Sudah pernah coba instal dan mainkan game Angry Birds? Selamat kecanduan!

Gambar dari sini.

Moral story:
- game2 semodel Angry Birds atau Dinner Dash itu memang mengasyikkan (dan bisa bikin kecanduan)
- game, jika dimanfaatkan dg baik, akan sangat bermanfaat. tapi jika terlalu nge-game ya ndak baik buat kesehatan lah
- saat ini sayah sedang menyempurnakan level2 di game ini menjadi ***. Ternyata ada situs ini yg membantu saya,heheh.

Posted on Thursday, January 20, 2011 by M Fahmi Aulia

4 comments

1/13/2011


Sudah sekitar seminggu ini, saya membaca berita ttg komentar2 Menkominfo mengenai Blackberry. Komentar2nya antara lain RIM memasang servernya di Indonesia, dengan dalih agar pihak Kepolisian mudah melakukan penyelidikan dan mencari barang bukti jika ada kejahatan yg dilakukan dg menggunakan BB sebagai media komunikasi.

Belakangan, Menkominfo ini menyatakan agar RIM (penyedia layanan BB) menutup akses ke situs2 porno. Kemudian disusul dengan himbauan (yg bersifat memaksa dan mengancam) agar pihak RIM membayar pajak karena sudah mendapat keuntungan yg cukup besar bla bla bla (lihat di gambar di atas, poin 4).

Terus terang, saya merasa jenuh dan terheran-heran dg pernyataan2 Menkominfo ini.

1. Jika server data ada di Indonesia, okelah pihak Kepolisian bisa menyelidiki kejahatan. Tapi dengan kondisi dan kinerja Kepolisian yg ada sekarang, saya malah ragu2 dan tidak percaya. Bagaimana jika malah Kepolisian menutup2i dan menghapus datanya?

2. Seperti yg dikatakan Onno Purbo, yg penting itu dapat akses admin + pwd. Ga penting banget itu server ada di mana.

3. Gara2 Menkominfo ribut agar RIM menutup akses ke situs porno, saya malah baru tahu kalo BB (masih bisa) mengakses situs porno! *dalam kasus ini saya menilai Menkominfo melakukan blunder yg malah membahayakan, karena banyak orang yg sebelumnya tdk tahu BB bs dipakai mengakses situs porno, kini jadi tahu*

4. Masalah pajak dan keuntungan, hemat saya, hal ini sudah masuk dalam tarif yg diberlakukan saat mendaftar BB. Atau memang pemerintah doyan malak para pebisnis? ;-)

5. Dari beberapa teman saya dapatkan informasi (entah benar atau tidak) bahwa penempatan data server di Indonesia sebenarnya UUD (ujung2nya duit). Dengan menyimpan data server di Indonesia, para operator tidak perlu membeli bandwith (utk kirim data ke server RIM di Kanada). Malah RIM yg mesti menyediakan sendiri bandwidthnya.

6. Pernyataan "minta jatah" dari Menkominfo, buat saya pribadi sangat merendahkan harga diri. Malu saya mesti minta-minta seperti itu! Kembali ke poin 3, apa memang pemerintah itu tukang palak?

7. Ada yg berpendapat jika RIM dikenai aturan sensor pornografi, terkena pajak, dan menyediakan server di Indonesia, kenapa Apple, Yahoo, Google tidak diberlakukan hal yg sama? Saya terbahak-bahak saja membaca pendapat ini.

8. Pernyataan Indonesia sudah menjadi sapi perah RIM itu salah, mestinya RIM yg jadi sapi perah (pemerintah) Indonesia, hahaha.

Ah, Indonesia ternyata kian menunjukkan eksistensinya menjadi negara dagelan dan negara pemalak!

Moral story:
- JIKA SEBUAH URUSAN TIDAK DITANGANI OLEH AHLINYA/ORG YG KOMPETEN, TUNGGULAH KEHANCURANNYA!!

- Oya, kemarin ada para fanboy yg membabi buta mendukung sikap Menkominfo ini dan mengait2kannya dg nasionalisme. Nasionalime dari Hongkooongg?? Ini sih sudah jelas, UUD kok!

Posted on Thursday, January 13, 2011 by M Fahmi Aulia

No comments

1/01/2011



2010 baru saja kita lewati. Sedikit banyak kisah yg kita lalui, entah itu sedih, senang, bikin marah, kesal dan macam2 lah.

Saya yakin, mayoritas dari pembaca biasanya membuat sebuah resolusi di awal tahun. Tapi saya tidak tahu pasti, berapa banyak dari kita menengok lagi resolusi yg telah dibuat. Atau malah sudah lupa resolusi2 apa saja yg telah dibuat, saking banyaknya perubahan yg terjadi sepanjang tahun?

Saya sendiri bukan resolusi lover. Apalagi jika mesti detail dan rinci. Bukan, bukan berarti saya tidak punya visi dan tujuan untuk 1 tahun ke depan, melainkan saya orangnya lebih suka ikut arus, mengalir apa adanya. Well, saya jelas punya cita-cita dan mimpi yg saya inginkan di awal tahun, tapi saya orangnya fleksibel. Ketika cita-cita dan mimpi saya ternyata memang tidak terjangkau, maka saya alihkan ke mimpi-mimpi dan cita-cita yg baru, yg barangkali tidak terpikir sebelumnya.

Tapi sebenarnya yg menjadi penyebab saya tidak begitu suka resolusi adalah karena saya benci jika saya gagal memenuhi resolusi2 saya karena hal2 yg sepele dan di luar jangkauan saya. Anda boleh bilang saya orangnya perfeksionis, tapi sebenarnya tidak juga. Hanya saja, pekerjaan yg saya tekuni selama ini membuat saya cenderung tidak toleran jika saya mengecap kegagalan akibat kesalahan orang lain.

Di tahun 2010 sendiri, saya punya 2 kenangan terbesar.

Pertama, jelas kehadiran neng Mika.
Bisa dikatakan lahirnya neng Mika adalah sebuah hal yg sangat saya dan Wify nanti2kan begitu lama. Anda bisa baca kisahnya di sini dan sini serta di sini.

Di usianya yg sudah 6 bulan lebih, sudah begitu banyak keajaiban yg diperlihatkan neng Mika kepada kami. Dan keajaiban2 itu yg membuat kami kian merasa kecil di hadapan-Nya serta (kian) menyadari bahwa masih banyak hal yg mesti kami pelajari dan kuasai sebagai orang tua.

'Sialnya', hingga usianya yg menjelang 7 bulan ini, saya tidak sempat bercerita banyak ttg Mika, kecuali melalui pemuatan foto2nya di sini.

Insya ALLOH jika saya ada waktu agak luang untuk menuliskannya, saya akan tuliskan dan muat di sini. ;-)

Kedua, pindah kerja.
Bagi banyak orang, pindah kerja adalah hal yg gampang dan tidak perlu diambil pusing. Bagi saya, kerja di suatu tempat adalah suatu kepuasan, selain karena saya sifatnya (so far) loyal. Dengan demikian, bisa dikata saya hampir jarang mau pindah kerja kecuali memang ada kondisi yg sedemikian terpaksa.

Nah, cerita saya pindah kerja di tahun 2010 ini sebenarnya bisa dibilang 'tidak sengaja' (benar2 rejeki dari-Nya). Pertama, saya tidak ada masalah (yg berarti, menurut saya) di kantor. Jadi, tidak ada faktor bentrok di kantor, untuk membenarkan alasan pindah. Kedua, saya 'nekad' mengirim cv saya ke alamat email dengan domain hotmail.com, hahaha.

Saya tertawa karena nekad memang cocok dg kondisi saat itu. Beberapa kali (2-3 kali) saya sempat 'iseng' mengirim email (cv + surat lamaran) ke alamat email gratisan. Dan ternyata yg mengontak saya adalah para penipu. Untungnya saya sempat mengalami, dikontak dan diwawancara oleh para penipu tersebut, jadi lebih mawas diri.

Walhasil, ketika akhirnya saya mengetahui bahwa pemilik alamat email itu adalah manajer operasional dari perusahaan yg cukup besar, giliran saya yg tercengang-cengang dan terheran-heran. Dan alhamdulillah, saya diterima kerja.

Pada kasus pertama, Mika adalah sesuatu yg diharapkan, dengan kata lain saya sebenarnya tidak perlu resolusi utk menjadi bapak (muda), karena insya ALLOH Mika memang akan lahir di 2010. Sementara utk kasus kedua, seperti saya bilang, itu 'ga sengaja', walhasil saya tidak perlu ngotot2 banget utk keluar kerja.

Anda sendiri punya cerita apa tentang 2010 dan resolusi?

Gambar dari sini.

Moral story:
- saya bukan resolusi lover
- saya salut dg teman2 yg selalu punya resolusi di awal tahun dan BERNIAT memenuhinya, apapun itu resikonya
- jika ada yg tetep 'maksa' ingin tahu resolusi saya (halah, ge-er banget), resolusi saya sederhana saja. menjadi lebih baik dari yg sudah2. sederhana tapi maknanya dalem lho, xixixi... ;-)

Posted on Saturday, January 01, 2011 by M Fahmi Aulia

3 comments