Bagi saya dan Wify, makan malam di luar kadang kami lakukan pada waktu2 tertentu saja. Dan yg sudah pasti, jika ada duitnya peristiwa2 penting, misalnya ulang tahun pernikahan, atau ulang tahun salah satu dari kami (atau juga mbak Mika).

Tentu saja, makan malam di luar yg saya maksud adalah makan malam di tempat2 yg dirasa istimewa. Well, setidaknya sebuah tempat makan yg menyajikan roti bakar dari Italia sudah menjadi langganan kami. Itupun jika kami sudah kehabisan ide hendak makan malam istimewa dg lokasi yg terdekat.

Nah, beberapa waktu lalu, saya mengajak Wify untuk makan malam di Holycowsteak. Sebuah tempat makan yg baru saya ketahui usai membaca tweet beberapa orang. Terdorong rasa penasaran, saya menunggu momen yg tepat untuk mengajak Wify ke tkp terdekat, Senopati.

Akhirnya, dalam rangka merayakan pernikahan, saya mengajak Wify ke sana.

Ternyata lokasinya mudah dijangkau. Hanya saja tempat parkirnya agak sulit. Ketika kami masuk, wuiss...sudah nyaris penuh tempat makannya. Beruntung kami mendapat 2 kursi kosong, itupun dempet2an dan kurang nyaman.

Saya memesan Buddy's special, sementara Wify memesan Australia Tenderloin.

Secara keseluruhan, masakan di Holycowsteak lebih enak daripada di Abuba, terutama sejak kasus ada daging yg masih mentah.

Dan smash potatoes-nya layak dapat nilai lebih karena bagi saya jarang2 ada steak yg menyajikan smash potatoes. Saosnya juga ok, baik untuk saos lada hitam maupun untuk saos jamurnya.

Sayangnya, kasus daging mentah terulang lagi. Meski ternyata menurut pihak Holycowsteak, saya mestinya bisa minta dimasak ulang (sayangnya tweetnya tidak sempat saya simpan utk dijadikan arsip).

Anda sendiri bagaimana? Anda ajak pasangan anda ke mana bila hendak makan malam istimewa? Di rumah sajakah atau makan di luar seperti kami?

Moral story:
- sebagai tempat makan daging (steak), holycowsteak layak dijadikan alternatif.

- harganya relatif lebih murah, dg kualitas daging dan saos layak bersaing.

- mungkin mesti dipertimbangkan kursi/tempat makan yg lebih lapang. ;-)