Sebagai manusia, kita diberi akal. Dengan akal, maka manusia lantas mendefinisikan kiri dan kanan. Gunanya apa? Salah satunya adalah untuk mempermudah positioning atau penentuan lokasi.

Kebayang ndak jika tidak ada kiri dan kanan (di samping depan, belakang, atas, dan bawah tentunya). Kita akan kesulitan memberitahu lokasi kepada orang lain. Coba saja anda bereksperimen, menjelaskan sesuatu tanpa kata2 yg saya sebut di atas. Saya jamin akan sulit banged! ;-)

Sejak kecil kita diajari kanan dan kiri ini. Namun, pada suatu waktu, saya menemukan orang yg kesulitan menentukan kanan dan kiri.

Kesulitan seperti apa yg saya maksud? Entah ada apa dg dirinya, sehingga jika dia mendapat informasi kanan atau kiri, dia akan membutuhkan waktu respon lebih lama sebelum akhirnya dia menentukan sikap/langkah. Bahkan, tidak jarang dia mesti mengangkat dan membandingkan tangan kanan/kirinya sebelum bertindak.

Yang saya ingat, pada satu waktu dia menyetir mobil. Saat saya bilang belok kanan, dia malah diam dan kebingungan, sebelum akhirnya mengangkat dan membandingkan tangannya. Setelah 'yakin' dg arah kanan, barulah dia belok kanan.

Efeknya, kami diklaksonin oleh pengendara kendaraan lain di belakang kami yg merasa kami telah menghambat perjalanan mereka.

Kasus lain, masih terkait dengan kanan dan kiri, ada orang yg 'menyalahgunakan' penggunaan lampu sign di kendaraannya.

Maksudnya begini. Jika dia hendak belok kanan, maka lampu sign kiri yg dinyalakan. Demikian pula sebaliknya, jika hendak belok kiri, maka lampu sign kanan yg dinyalakan.

Logika yg dia pakai, bagi kita kebanyakan, sangatlah aneh.

Bagaimana tidak? Jadi, logika yg dia pakai adalah jika dia hendak belok kanan, maka lampu sign kiri yg dia nyalakan agar orang2 jalan ke kiri sesuai lampu yg dia nyalakan. Demikian pula sebaliknya.

Logika yg aneh bukan? Gara2 kasus ini, jika tidak salah ada teman saya yg pernah hampir mengalami tabrakan gara2 pengendara kendaraan di depannya ternyata menggunakan logika ini! *tepok jidat*

Mari kita lanjutkan.

Terkait dengan kanan dan kiri, saya pernah dapati ada seorang motivator dan pengusaha yg sedemikian membela mati2an otak kanan. Dia berpendapat, bahwa seorang pengusaha mesti lebih banyak menggunakan otak kanan dibanding otak kiri.

Menurutnya, orang2 (pengusaha) dg otak kanan akan merespon lebih baik dan akan banyak bertindak dibandingkan orang2 (pengusaha) dg otak kiri yg akan lebih banyak berpikir dan menunggu.

Bagi saya, anjuran si motivator kanan ini jelas ngawur dan menyesatkan. Otak kiri jelas diperlukan untuk melakukan analisa dan perhitungan matematis.

Anda bisa bayangkan jika seseorang berbisnis hanya mengandalkan otak kanan (yg saya 'tangkap' sebagai orang yg terlalu bernafsu). Bagaimana dia melakukan perhitungan untung rugi atas bisnis yg dia kelola? Memangnya berbisnis tidak perlu rencana? Main hajar begitu saja?

Saya khawatir anjuran2 si motivator ini akan membuat orang2 berbisnis tanpa memikirkan resiko (pakai otak kiri). Bisnis itu beresiko, terlebih jika orang2 yg terjun berbisnis sudah mempunyai tanggungan. Jika ada apa2 dg bisnisnya, sehingga rugi ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah, apakah keluarga/tanggungan mereka mengerti dan siap dg hal itu?

Jika sudah mempersiapkan resiko (pakai otak kiri) namun ternyata kerugian tidak bisa dihindari, ya apa boleh buat. Barangkali memang sudah di luar resiko kita. Toh, setidaknya, untuk keluarga mereka sudah dipersiapkan dananya. Minimal tidak lantas menjadi gelandangan dan hidup terlunta-lunta di jalan.

Meski dari beberapa cerita ttg pengusaha, saya pernah baca ada pengusaha yg seperti itu. Maksudnya, saking ruginya, harta bendanya ludes, keluarganya berantakan, dan akhirnya dia menjadi gila dan hidup menggelandang. :-( Barangkali dia terlalu pakai otak kanan ya? ;-)

Gambar dari sini.

Moral story:
- berbisnis itu tidak hanya membutuhkan otak kanan (untuk beraksi) namun juga butuh otak kiri (untuk berpikir&menganalisa).

- jangan meremehkan otak, baik otak kiri maupun otak kanan. masing2 sudah mempunyai fungsi sebagaimana yg diciptakan oleh ALLOH SWT.

- otak hendaknya dimaksimalkan, baik kanan dan kiri. dengan demikian, hasilnya akan dahsyat karena kita akan beraksi/bertindak dengan perencanaan yg baik dan matang. hasilnya? ya serahkan pada ALLOH SWT. dalam Islam, inilah yg disebut TAWAKAL. :-)

- motivator yg terlalu membesar-besarkan (memuja?) otak kanan, menurut saya sudah termasuk orang sombong dan meremehkan orang2 yg menggunakan otak kiri. saya yakin, kritik saya ini akan dianggap sebagai suatu kebencian/kedengkian. lah wong motivator ini termasuk motivator yg sensi kok, hahaha :-)

- masih ada cara lain untuk memotivasi orang utk bertindak (dalam berbisnis). dengan meremehkan (orang2 yg memakai) otak kiri, bagi saya, anda sudah meremehkan ciptaan-Nya. :-)