Melanjutkan artikel saya tentang investasi, saya mulai dengan pertanyaan, anda investasi di mana?

Jika tiba-tiba ditanya seperti itu, jelas bingung kan? Nah, saya hendak berbagi mengenai investasi ini.

Jadi, sebelum anda investasi, anda mesti perhatikan hal-hal berikut:

1. Tujuan anda berinvestasi. Salah seorang pakar financial punya tag "Apa tujuan lo?" dan ini memang benar adanya. Menurut saya, sedikit berbeda dengan menabung, saat anda hendak investasi anda mesti tahu apa tujuan akhir investasi anda. Apakah hendak berlibur? Pendidikan anak? Beli rumah? Atau apa? Jika anda hanya investasi tapi tidak tahu apa tujuan akhirnya, agak repot juga menentukan investasi apa yg cocok untuk anda. Meski investasi sendiri pada dasarnya tetap menguntungkan.

2. Berapa lama anda berinvestasi. Terkait dengan poin 1, anda mesti tentukan berapa lama anda hendak berinvestasi. 3 tahun? 5 tahun? 10 tahun? Dengan demikian anda tahu berapa lama anda mesti siap hidup 'melarat' dan menahan hawa nafsu berbelanja anda, hahaha. :-))

3. Jenis investasi. Nah, apabila anda sudah bisa menjawab poin 1 dan 2, maka kini saatnya anda menentukan jenis investasi anda.

Ok, anda sudah tahu 3 hal di atas, maka selanjutnya saya akan coba bahas lebih rinci mengenai jenis investasi yg bisa anda lakukan.

Pertama, logam mulia. Perkembangan logam mulia/emas yg sedang melejit belakangan ini membuat banyak orang berburu mendapatkannya. Bahkan di salah satu berita, saya sempat baca ada yg mengantri jam 4 pagi untuk membeli logam mulia yg jumlahnya terbatas. Dari informasi yg saya dapatkan, pergerakan (kenaikan) logam mulia ini mencapai lebih dari 30% untuk tahun ini. Semakin besar (berat) logam mulia yg anda beli, maka akan semakin murah harga per-gramnya. Anda bisa cek pergerakan harga logam mulia di sini.

Untuk investasi di logam mulia, saya sarankan anda gunakan uang yg nganggur, dalam artian anda tidak akan pakai, sedikitnya selama 1 tahun. Mengapa 1 tahun? Hal ini dikarenakan manfaat investasi emas baru terasa jika anda 'endapkan' selama 1 tahun. Fluktuasi harga emas yg terjadi dalam periode pendek akan membuat anda rugi jika anda berniat investasi jual-beli logam mulia untuk waktu yg singkat (kurang dari 1 tahun, atau malah sifatnya bulanan).

Kerugian dari investasi logam mulia, jika anda ternyata hanya butuh uangnya dalam jumlah yg kecil, anda mesti jual semua. Meskipun nominal logam mulia terkecil (5gr), saya melihat tetep agak2 rugi.

Kedua, koin emas (dinar). Investasi ini sebenarnya mirip dengan poin pertama. Bedanya, ukurannya lebih kecil sehingga kerugian anda saat menjual 'ketengan' (eceran) bisa lebih kecil. Ada beberapa pilihan jika anda hendak investasi koin emas (dinar). Silakan cek di sini.

Ketiga, saham. Jika anda punya duit yg cukup lumayan, katakanlah di atas Rp 25 juta, dan anda senang bermain-main dengan resiko, maka saham adalah pilihan investasi yg baik. Investasi saham punya pergerakan yg luar biasa. Anda bisa untung hingga 100% (bahkan bisa lebih) dalam 1 hari, atau malah dalam 1 jam saja! Namun, seperti ujar pepatah, hi gain hi risk, maka di balik keuntungan yg besar maka ada kerugian yg besar juga siap menanti anda!

Seorang kenalan saya pernah kehilangan duit senilai 13 (TIGA BELAS) MOBIL dalam waktu singkat (tidak sampai seminggu jika tidak salah) akibat bermain saham. Lalu, kapokkah dia? Ternyata tidak! Dia malah bersumpah berjanji akan terus berusaha hingga mendapat keuntungan lebh dari 13 mobil!

Apakah investasi ini judi atau bukan, haram atau tidak, nanti akan dibahas di side A ya?! :-)

Keempat, reksadana. Nah, bagi anda yg memang ga cukup punya duit banyak tiap akhir bulan, pilihan reksadana ini cukup masuk akal. Nominal untuk investasinya bisa dimulai dari Rp 100 ribu saja! Murah kan? Untuk memulai investasi ada beberapa jenis batas nominal. Ada yg dengan Rp 500 ribu, ada Rp 1 juta, dst.

Yang mesti anda perhatikan jika anda berinvestasi di reksadana adalah:
1. investasi ini jangka panjang. Setidaknya disarankan 5 tahun untuk investasi reksadana.

2. jangan gampang panik! Karena reksadana ini terkait dengan pergerakan saham, yg otomatis nilainya berubah-ubah (harian), maka kadangkala nilainya (NAV) naik turun. Pada saat NAV turun, anda jangan lantas panik dg menjual unit anda. Tunggu saja, nanti akan naik lagi kok!

3. rutin membaca pergerakan pasar. Coba sempatkan membaca kondisi pasar (saham). Pada saat nilainya sedang turun, itu saatnya anda berinvestasi!

Demikian sharing dari saya.

Gambar dari sini.

Moral story:
- menabung tidak lagi menjadi hal yg 'seksi', karena keuntungan yg diperoleh masih kalah oleh laju inflasi

- tetapkan tujuan anda di masa depan, terutama untuk persiapan pensiun

- jangan ragu untuk bertanya mengenai hal2 yg terkait dengan investasi