Tahun ini, setidaknya saya dikejutkan dengan kabar meninggalnya 2 orang teman saya. Keduanya masih cukup muda umurnya, 33 dan 37 tahun.

Yang pertama, Ari Purnama. Teman SMA saya. Dari dia, saya mengenal dan tahu lebih banyak mengenai band legendaris, The Beatles. Bisa dikatakan Ari Purnama ini seorang beatlemania. Pengetahuannya, koleksinya, bahkan lagu2 yg dimainkan dan dinyanyikannya ga jauh dari The Beatles. Ari sering membayangkan dirinya sebagai John Lennon. Jika sudah begini, saya hanya bisa ngakak2 saja. :-))

Bahkan kami pernah (dengan 'tololnya') berfoto di BIP (saat masih gedung lama) dengan pose album The Beatles "HELP". Dan hasil fotonya sukses...gagal total, ahhaha.

Ari Purnama juga yg pertama kali memperkenalkan bakpau rasa daging sapi (jika di Bandung biasanya disebut dengan nama bakpau asin. Dia juga yg pertama kali mengajak saya ke tempat kuliner yg cukup enak dan murah meriah, di daerah Kebun Bibit, dekat kantor Gubernur. Serta Ari Purnama juga yg mengajak saya untuk mau berlatih karate.

Sejak SMA, Ari Purnama memang mempunyai keluhan, tangannya sering keringetan. Entah, saya tidak tahu persis apakah dirinya memang mengidap penyakit jantung atau sejenisnya, berdasarkan ciri-ciri tersebut. Namun, dia memang seringkali kepayahan jika sudah berolahraga, terutama lari.

Usai mendengar berita wafatnya, saya sempat berusaha mencari foto2 koleksi saya, yg ada sosok Ari di dalamnya. Sayang sekali, barang2 saya di Bandung sudah agak2 susah dilacak keberadaannya. Jika saya temukan kelak, saya akan pajang foto tersebut di sini, insya ALLOH.

Berikutnya, saya agak2 shock juga saat mendengar teman saya saat kuliah, John Fernando meninggal dunia tgl 12 kemarin. Dimulai dari berita dia masuk rumah sakit karena sakit stroke di hari Senin.

John adalah salah seorang teman yg saya kenal saat saya ikut berkecimpung di Unit Kebudayaan Jepang. Orangnya menyenangkan, ramai, banyak bicara terutama kalo sudah membahas anime.

Well, saya tidak terlalu dekat dengan dirinya, tapi saya masih beberapa kali kontak, terutama via sms. Selain itu, saya sempat beberapa kali (2-3 kali) melihat dirinya keluar dari gedung XTrans di Pancoran. Sempat ingin ngobrol, namun karena saya sedang di lajur kanan, ya tidak mungkin lah.

Dengan kedua teman ini, saya punya 'hutang' cukup berat, yang nampaknya saya tidak bisa lunasi dengan kondisi keduanya sekarang. :-(

Hutang tersebut adalah janjian untuk ketemuan dan ngobrol-ngobrol di satu tempat. :-(

Saya masih ingat, tahun lalu Ari Purnama mengajak saya ketemuan saat Lebaran. Saya sanggupi untuk ketemu di BIP. Namun karena satu dan lain hal, Ari terpaksa membatalkan pertemuan itu. Dia memberikan alamat rumahnya ke saya dan berharap saya bisa datang.

Berhubung tahun lalu mbak Mika masih kecil dan waktunya (saya di Bandung) mepet, saya tidak bisa penuhi. Saya katakan,"Ri, lebaran tahun depan saja ketemuannya ya? Saya mesti kembali ke Jakarta soalnya." Dan ternyata Ari meninggal terlebih dahulu, 1 bulan sebelum Ramadhan tiba. :-(

Dengan John pun sama. Kontak saya terakhir, saya tanya ke dia, apakah memang dia yg siang itu saya lihat sedang menunggu kendaraan untuk pulang ke rumahnya? (catatan, John kerja di Schlumberger, jika tidak salah di bagian IT-nya) John membenarkan bahwa itu memang dirinya. Dia juga mengajak ketemuan. Saya jawab (jika tidak salah) lain kali saat dia kembali lagi pulang dari Riau.

Mengingat hutang dengan kedua teman ini, saya merasakan kesedihan yg luar biasa. Sedih karena saya tidak bisa melunasi hutang ini dan sedih karena saya cukup kehilangan 2 teman ini, terutama Ari Purnama yg baru sempat kontak lagi kira2 April 2010 usai saya tidak pernah kontak sejak lulus SMA.

Cu friends, semoga ALLOH SWT menerima amal kebajikan kalian dan mengampuni dosa2 kalian. Hutang pertemuan kita mungkin hanya bisa dilunasi di hari kemudian, di saat kita (insya ALLOH) masuk ke surga-Nya. :-(

Moral story:
- kapan terakhir kali anda bertemu dengan teman2 terbaik yg anda miliki?

- kematian tidak menghampiri orang2 berusia lanjut, namun juga usia muda.