Well, ini postingan antara penting dan ga penting. Ga penting karena bisa dianggap ngajari yg ga bener. Penting ya karena siapa tahu bermanfaat jika terjadi hal2 yg sangat sangat penting. Harapan saya, usai membaca postingan ini, tidak lantas menjadikan pembenaran karena sedang ada hal2 penting. :-p

Pokoknya saya tidak bertanggung jawab dah dengan tindakan yg terjadi/dilakukan. Analoginya sama dg pembuat bom.

Ah, sudahlah...mari kita lanjutkan.

Well, sebagai pengguna jalan di Jakarta, tentu sudah mafhum dg kemacetan yg terjadi (setiap saat) di sudut2 jalan di Jakarta. Akibatnya, banyak pengguna jalan yg melirik busway (jalur Trans Jakarta) sebagai alternatif.

Terlepas dari penggunaan busway yg menyalahi kodrat, berikut ini beberapa tips menggunakan busway.

Pertama, pastikan tidak ada polisi (ataupun petugas DLLAJR) di awal, tengah atau ujung busway. Syarat ini jelas sangat mutlak, karena jika ada polisi yg berdiri di awal, tengah atau ujung busway, itu berarti anda sebenarnya MEMANG dilarang masuk busway. Mau mencoba nerobos sih boleh2 saja, asal siap2 kena tilang.

Kedua, jikapun ada polisi, pastikan polisinya MEMBOLEHKAN anda masuk busway. Untuk kasus2 tertentu, ternyata polisi membolehkan para pengguna jalan, terutama motoris, untuk menggunakan busway. Mudah2an tidak ada niat buruk dari polisi, dengan mengijinkan masuk busway tapi di ujung sudah ada yg menanti utk menilang, hahaha.

Ketiga, kondisi di jalur biasa super macet. Nah, kalo ini biasanya banyak para pengguna jalan yg 'otomatis' pindah jalur, masuk busway. Terutama di koridor2 yg memang penjagaannya tidak ketat, seperti di jalur jalan Panjang (dan sebagian di jalan Gatot Subroto).

Keempat, beramai-ramai. Jika anda melaju sendirian di busway, ada 2 kemungkinan. 1, anda super berani, atau 2, anda idiot! :-)) Sendirian menerobos dan menggunakan busway itu jelas2 mengundang anda untuk ditilang dg sukses. Jika beramai-ramai, setidaknya polisi agak2 kebingungan mencari siapa yg hendak ditilang. Kecuali anda juga apes, ya kena tilang dah, hahaha.

Kelima, cek ketinggian pembatas busway. Hal ini perlu dilakukan, agar jika saat di perjalanan anda melihat ada polisi sedang nongkrong siap menilang, maka anda bisa langsung menyelamatkan diri, dg menerobos pembatas busway. Hati2 dg ketinggian pembatas ini, karena jika anda salah perhitungan, maka bagian bawah kendaraan anda akan menjadi korban.

Keenam, jika anda ingin bisa menerobos dan menggunakan busway dg aman sentausa, tanpa perlu takut kena tilang, ya tinggal pilih salah 1 kendaraan yg digunakan. Kendaraan pejabat, dengan resiko ada yg melaporkan serta jadi bahan cemoohan di twitter; kendaraan militer, ya dg asumsi ada kondisi darurat (negara dalam keadaan perang, misalnya); ambulance, utk yg ini no komen, hahaha.

Demikian tips penting & ga penting ini. Sekali lagi, saya tidak bertanggung jawab dg tindakan yg anda lakukan, hahaha. *evil grin*

Foto dari sini.

Moral story:
- menerobos dan menggunakan busway sebenarnya dilarang, tapi toh tetap masih banyak yg menggunakan

- jikapun anda gunakan busway, yaaaa mudah2an karena anda memang benar2 kepepet

- jangan menjadi orang tolol dan idiot saat menggunakan busway, yakni MENGKLAKSON TRANS JAKARTA YG SEDANG MENAIKKAN/MENURUNKAN PENUMPANG! gemes saya saat melihat hal ini terjadi di jalur Trans sepanjang Gatot Subroto beberapa hari lalu. pengen deh nggetok motoris2 idiot itu! ;-)

- menggunakan busway BUKAN JAMINAN tidak terkena macet.