Akhirnya saya berkesempatan untuk menuliskan review ttg buku ini. Sebelumnya saya sempat njepret bukunya di sini.

Sebuah buku yg cukup menarik, saya beli usai melihat kicauan beberapa teman mengenai mas Harry ini. Penasaran juga karena saya belum pernah temui seorang tukang becak menulis buku dan berkecimpung dengan media sosial.

Buku ini bercerita ttg mas Harry, seorang tukang becak intelek (menurut saya). Tapi isi bukunya tidak melulu curhat ttg kisah hidupnya sebagai seorang tukang becak. Justru di buku ini kita bisa temui banyak ide yg dilontarkan mas Harry terkait dengan becak dan kota Yogyakarta, kota yg dikenal sebagai salah satu tujuan wisata (turis dari dalam dan luar negeri).

Cukup menyenangkan membaca buku ini. Saya jadi tahu (lebih banyak) tentang becak, entah itu sejarahnya ataupun model2nya.

Di buku ini juga mas Harry curhat ttg kehidupan tukang becak, terutama yg sering mangkal di Malioboro dan sekitarnya. Bagaimana kondisi mereka kian tersisihkan oleh kendaraan lain (yg lebih murah meriah), lalu tarif mbecak yg tidak bisa diterima pelanggan.

Namun curhat mas Harry tidak hanya hal2 yg menderita. Dia juga punya impian mengenai nasib kaumnya di masa depan.

Jika boleh saya katakan, impiannya cukup gila (meski masuk akal). Dengan menjadikan beberapa kawasan wisata di Yogyakarta sebagai area KHUSUS becak! Wah, alamat bakal terjadi rebutan 'lahan dapur' jika hal ini diwujudkan. Kecuali pihak Keraton (baca: Sultan) turun tangan, barangkali impian ini bisa diwujudkan. :-)

Keunikan mas Harry sebagai tukang becak tidak hanya berhenti di situ. Dia juga terhubung dengan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Tidak heran jika dia cukup dicari orang (turis) untuk mengantar mereka jalan2, karena mas Harry menguasai beberapa bahasa asing.

So, tidak ada yg salah menjadi tukang becak. Selama rejeki yg dia peroleh didapat dengan cara yg halal, insya ALLOH, tukang becak akan jauh lebih mulia daripada pejabat yg kerjanya jadi garong, tukang colong duit rakyat. ;-) *hadeuh, pesan politik,hahaha*

Moral story:
- tukang becak merupakan profesi yg kian suram :-(

- meski jadi tukang becak, bukan berarti mesti kampungan dan ketinggalan jaman. Justru tukang becak juga bisa memanfaatkan teknologi untuk membawa nilai lebih.