Husss...jangan mudah terpancing dengan judul artikel,apalagi artikel di blog ini. Artikel ini TIDAK MENGANDUNG konten pornografi kok, apalagi yg sifatnya provokatif.

Baik...baik, saya akan jelaskan apa yg dimaksud dengan gagahi.

Gagahi adalah kependekan dari GAji dan GAya HIdup.

Bukan hal yg porno atau nyerempet2 kan? ;-)

Jadi begini, saya hendak sedikit membahas tentang gaji dan gaya hidup. Seringkali keduanya tidak beriringan. Dalam artian, seringkali (kebanyakan?) gaya hidup seseorang sangat menghabiskan gajinya. Atau dengan kata lain besar pasak daripada tiang.

Tidak banyak orang yg menyadari bahwa gaya hidup mereka berubah seiring dengan gaji yg diterima, ataupun kenaikan gaji ataupun pendapatan yg diterimanya.

Contoh paling gampang ya coba anda bandingkan gaya hidup anda saat masih mahasiswa dengan sekarang. Saat mahasiswa, saya yakin sebagian besar dari kita begitu akrab dengan yg namanya mie instant. Pagi, siang, malam, kapanpun makannya, mie instant biasanya menemani. Atau kalaupun tidak, nasinya sepiring penuh lalu lauknya ya gorengan 2-3 potong.

Intinya, karena duit belum ada (cukup utk hidup) maka gaya hidupnya pun di'sesuaikan' (kata yg halus untuk bilang hidupnya MELARAT, hahaha).

Seiring dengan berjalannya waktu, saat mulai kerja, maka kebutuhan makan sudah terpenuhi. Maka anda mulai 'mencari cara' untuk menghabiskan uang anda. Bagi yg sudah ngebet kawin, biasanya langsung mati2an menabung. Sehingga hidupnya pun (sebelum pernikahan) tidak jauh beda dg nasibnya saat mahasiswa. GETIR...bedanya, sudah ada yg siap diajak MELARAT BARENG, hahaha.. :-))

Nah, saat pacaran pun saya yakin sudah jarang yg ngajak pacarnya makan indomie. Kecuali memang pengen diputus. :-)) *bukan pengalaman pribadi*

Gaji anda naik, maka gaya hidupnya sudah mulai berubah. Beli ini, beli itu. Gadget baru, saya yakin tidak akan ketinggalan. Belum lagi jalan ke mall, beliin hadiah buat pacar. Pokoknya seabreg lah.

Yang paling terasa dan terlihat perubahan gaya hidup biasanya makanan. Entah berapa banyak dari anda2 yg sudah sukses sekarang, masih mau nongkrong dan makan pecel lele saat kalian mahasiswa dulu. Saya rasa anda2 akan menjadi jijik dan terheran-heran saat mendatangi warung makan anda dulu. "Gue kok dulu doyan ya makan di sini? Dan masih bisa hidup pula?" Begitu mungkin ujar batin anda. :-))

Atau, siapa yg masih mau jalan kaki dari kampus ITB ke Gramedia, misalnya. Saya tidak yakin banyak yg masih mau. Dengan punya duit, pakai angkot atau malah dengan motor/mobil sendiri, ke Gramedia tidak perlu berkeringat (lagi).

Efek dari perubahan gaya hidup, terutama yg seringkali tidak sesuai dengan gaji/uang yg masuk, ya jelas...anda akan tekor. Jika sudah begini, lupakan menabung ataupun investasi.

Saya dan Wify sendiri, alhamdulillah, tidak terlalu berubah banyak gaya hidup kami meski gaji sudah berbeda cukup signifikan. Makan pecel lele di warung pinggir jalan ataupun nongkrong di warung Salman pun kami tidak sungkan dan ragu.

Keuntungan dari tidak mengubah gaya hidup anda, selain dari bisa menabung dan investasi, anda tidak akan mudah shock jika suatu waktu anda 'kepepet' mesti menjalani hidup itu. Misalnya karena anda mendadak berhenti dari pekerjaan dan pesangon ataupun duit yg tersisa tidak cukup/tidak bisa menopang gaya hidup anda yg sudah kadung tinggi.

Ya anda bisa bayangkan, jika anda bergaji Rp 5 juta, tapi gaya hidup anda menghabiskan uang sebesar Rp 4,8 juta. Akan sangat repot menabung/investasi dg uang 'cuma' Rp 200k/bulan. Atau misalnya ada kenaikan gaji menjadi Rp 5,5juta, tapi gaya hidup anda ikut naik juga menjadi Rp 5,4juta. Malah lebih parah dari kondisi sebelum anda naik gaji. :-(

Saya dulu pernah bercanda dengan teman, jangan sampai gaji dan gaya hidup mempunyai bentuk seperti grafik eksponensial. BAKAL BANGKRUT ABIS! :-))

So, yg hendak saya tekankan di sini, hiduplah dg wajar.

1. Tidak perlu terlalu sering ganti2 gadget, kecuali anda memang punya duit 'tanpa nomor seri'

2. Hidup dg wajar saja. Makan tidak perlu sering2 di tempat mewah. Makan di rumah (masak sendiri) sebenarnya sudah cukup.

3. Meski demikian, jgn terlalu pelit dg diri sendiri. Sesekali ajak pasangan/keluarga anda makan di tempat yg enak. Sebulan sekali boleh lah. Atau saat tanggal2 istimewa. Ingat kan dg cerita kenalan adik saya yg mati gara2 menabungnya keterlaluan? ;-)

Bagaimana dg gagahi anda? Sudah seimbang? Atau lebih berat ke mana? Gaji (bisa menabung) atau Gaya Hidup (boros)?

Gambar dari sini dan sini.

Moral story:
- jangan terlalu menuruti nafsu anda, terutama gaya hidup anda, yg bisa menghabiskan banyak duit (gaji) anda.