Saya mengenal olahraga bowling sejak usia 5-6 tahun. Penyebabnya adalah tetangga rumah di Malang dulu bekerja di sebuah perusahaan yg lokasinya berdekatan dengan tempat bermain bowling. Nah, saya sempat diajak beberapa kali ke sana. Plus lokasi main bowlingnya juga berdekatan dengan tempat main ding dong, salah satu permainan yg kelak akan meracuni dan berpengaruh terhadap hidup saya. ;-)

Saya sendiri sempat ingin bermain bowling terutama sejak melihat lokasi lapangan bowling di Bandung dulu, yakni di BSM dan di Dago Plaza. Namun apa daya, saya tidak punya teman yg berkeinginan sama, sehingga akhirnya keinginan itu saya pendam.Toh, tidak bermain bowling bukan berarti saya tidak berminat bowling. Beberapa kali saya mengikuti acara olahraga, terutama jika ada kompetisi bowling tingkat internasional. Di sana saya terpukau dengan keluwesan mereka mengayun bola sekaligus dengan 'menitip' kekuatan untuk meruntuhkan pin-pin yg berdiri.

Penantian saya untuk bermain bowling akhirnya berakhir Rabu sore kemarin.

Kantor saya menyelenggarakan acara 17 Agustus-an (yg dilakukan di bulan September. aneh, yak?! hihihi..) dan salah 1 lombanya adalah bermain bowling. Nama saya sendiri sudah terdaftar sebagai salah seorang pemain.

Jam 7 malam saya tiba di EX, menuju SpinCity. Melihat teman2 kantor yg datang dan tampang2nya, wuihh, kayanya sudah pada lihai meluncurkan bola bowling nich. Ah, sebodo amat pikir saya. It's just a game. Tapi, malu2in juga kalo sampe kalah, hahaha.

Usai didaftar dan mendapat sepatu, mulailah saya menuju meja tim saya.

Dan untuk kesekian kalinya, saya dengan pede-nya melakukan sesuatu yg belum pernah saya lakukan sebelumnya. Yak, saya memilih-milih jenis bola bowling yg hendak saya gunakan. Sotoy aja pokoknya, meski tidak 100%. Saya cek dan teliti dengan seksama.

Oh, ok, I got. Bola bowling beragam jenisnya. Angka paling kecil yg saya temui di Spincity adalah no 8 dan paling besar no 12. No 8 ringan dan rasa2nya cocok untuk pemula seperti saya. Sementara jika melihat beratnya bola no 12, saya pikir cocok utk yg punya power besar sehingga lebih mudah menjatuhkan pin-pin.

Berkenalan dengan 2 orang tim saya, yakni Weni dan maaf saya lupa 1 lagi. Sok2an juga saya melaburi tangan saya dengan bedak. Cih, serasa main karambol saja, hahaha.

Wah, sial, saya berada di no 1. Itu artinya saya mesti memulai aksi saya!

Dengan membaca bismillah, dan mengingat-ingat gerakan pemain bowling profesional yg pernah saya tonton, saya mulai ambil bola. Ancang2, menaruh bola di depan muka, memandang ke arah pin-pin yg menantang saya. Istilahnya, membidik sasaran.

Lalu melangkah sebanyak 2-3 kali, dan wussss...mulailah saya mengayunkan tangan saya, melempar bola bowling ke arah pin-pin tersebut.

Alhamdulillah, lemparan perdana saya cukup mulus, tidak seperti orang yg melakukan tolak peluru, hahahah.

Harap2 cemas, saya memperhatikan bola bowling meluncur ke arah pin-pin....dan YESSSSS....BOLANYA MENGGELINDING KE SAMPING!! Usai menyerempet 1 pin (dan jatuh), si bola akhirnya nyemplung! *ngakak*

PENAMPILAN PERDANA YG SANGAT MENGESANKAN, MEMBANGGAKAN MEMALUKAN!! *ngakak pol jika saya ingat lagi kejadian itu*

Di lemparan kedua, hanya 2 pin yg jatuh. Dan saya hanya menunduk lesu. "Njrit, susah juga ternyata main bowling," demikian pikir saya.

Toh, saya tidak putus asa. Saya perhatikan teman2 lain yg melakukan lemparan, lalu saya analisa dan saya rekam bagaimana mereka melakukannya.

Hasil analisa saya, gerakan yg saya lakukan sudah benar. Namun nampaknya saya kehilangan fokus pada saat melempar, sehingga bola menggelinding bukan ke sasaran yg saya tuju. Selain itu, tidak perlu terlalu banyak tenaga karena bola bowling akan cukup mulus meluncur di lintasannya.

Satu hal lagi, jika masih beginner, ndak usah sok-sokan pakai melintirin bola (istilah Sunda: nyintir). Selain belum tentu ok, gaya untuk melakukan sintirannya juga lebih besar dan malah bikin cape.

Walhasil, pada pertandingan berikutnya (tim saya lolos ke putaran berikutnya dengan saya sebagai juru kunci, hahaha) di game 1 dan 5, saya berhasil melakukan strike! Mantaaappp kan?

Akhirnya di final, tim saya kalah angka dengan tim juara. Selisihnya sekitar 30an. Dan nampaknya saya memang jadi kuda lumping kartu mati di tim saya, karena perolehan angka saya paling kecil.

Toh, saya tidak perlu kecewa. Tim yg mengalahkan tim saya emang beranggotakan orang2 yg emang sudah makan asam garam lintasan bowling. Saya lihat jumlah strike mereka 3x lebih banyak dari tim saya, hahah.

Menyenangkan sekali main bowling, ternyata. Hanya saja, dampak samping dari sekian lama ndak olahraga, hari Kamis dan Jum'at, kaki kanan saya pegal2 abissss. Susah untuk diajak berdiri dari posisi jongkok ataupun dari berdiri ke posisi sujud (saat sholat).

Nampaknya, agar kaki tidak gampang pegal lagi, saya mesti sering2 main bowling nich! Ayo...ada yg mau nantang saya? Saya sudah pe-de nich! Hahahha..

Foto dari sini.

Moral story:

- ingin bermain bowling? bisa ikuti tutorialnya di sini.-


- main bowling ndak terlalu susah sebenarnya, yg penting adalah tenang.

- biaya main bowling relatif lebih mahal dari olahraga lain yg pernah saya lakukan. jadi, jgn terlalu kecanduan ah! :-D