Beberapa waktu yg lalu, saya sempat bercerita mengenai keinginan saya untuk berlangganan saluran televisi berbayar dengan tujuan agar mbak Mika mendapatkan tayangan yg lebih baik dalam artian tidak meracuni otaknya dengan tayangan2 sampah. Di awal2 kemunculannya, transisi muncul dari tayangan2 berbahasa Indonesia ke tayangan berbahasa Inggris.

Karena mbak Mika sempat ngefans dg Spongebob, maka saat pindah ke saluran berbayar pun Spongebob yg masih menjadi perhatian mbak Mika. Nah, seiring dengan berjalannya waktu, mbak Mika sudah mempunyai tayangan favorit.

Tayangan favorit yg saya maksud adalah In The Night Garden. Acara ini menjadi acara yg MESTI ditonton mbak Mika menjelang tidur, terlebih acara ini ditayangkan jam 9 malam. Jadi cocok sekali untuk pengantar tidur mbak Mika.

Yuk berkenalan dengan tokoh-tokoh In The Night Garden!



Tokoh pertama adalah Iggle Piggle. Jika melihat keberadaannya, ini adalah tokoh utama dari ITNG, karena dia berpetualang menuju sebuah tempat dia akan berpetualang dan akan mempertemukannya dengan tokoh2 lainnya. Kebiasaannya yg membawa selimut merah malah mengingatkan saya akan matador, ahaha.

Upsy Daisy adalah tokoh berikutnya. Kegemarannya berkata "Upsy Daisy" serta memiringkan badan ke kiri dan kanan. Jika sudah bertemu dengan Iggle Piggle, tidak jarang Upsy Daisy selalu menciumnya. Hwaduh, kecil2 sudah diajari cium mencium, ahhaha. Mbak Mika sendiri sering menirukan gerakan Upsy Daisy, terutama memiringkan badan ke kiri dan kanan. Efeknya jelas, saya dan Wify akan tertawa terbahak-bahak dan mencubit mbak Mika dengan perasaan gemas.

Disusul dengan kemunculan Makka Pakka. Makhluk kecil yg hidupnya selalu berhubungan dengan batu dan ditemani dengan sepedanya ini dalam beberapa episode diceritakan cukup usil, menggoda Iggle Piggle dengan mengambil selimut merahnya. Tarian perkenalan Makka Pakka juga sedikit demi sedikit ditiru mbak Mika meski lebih banyak ngawurnya, hahaha.

Tiga serangkai Tombliboos mengingatkan saya akan karakter2 di Teletubbies. Dan ternyata pencetus dan pembuat Teletubbies dan INTG adalah orang yg sama, yakni Anne Wood. Ketiga makhluk ini seringkali membuat kekacauan, terutama jika mereka sudah bermain musik. Mbak Mika juga sangat suka dg lagu dan tarian perkenalan Tombliboos, terutama saat "in my nose" mbak Mika langsung memencet hidungnya menirukan polah Tombliboos.

Demikian sekilas pengenalan beberapa tokoh ITNG.

Melihat materi ataupun cerita yg ada di film ITNG, saya melihat adanya perbedaan yg cukup besar dengan acara anak2 buatan bangsa kita sendiri. Tanpa bermaksud meremehkan hasil kerja para seniman dan tim kreatif, saya melihat acara anak2 buatan Indonesia mempunyai ekspektasi dan harapan yg terlalu tinggi. Anak2 balita sudah mesti bisa ini itu yg (menurut saya) membuat mereka kehilangan masa kanak2 mereka.

Berbeda sekali dg acara ITNG, yg bercerita dg cara yg sederhana sehingga anak2 mudah menirukannya.

Ya ya ya...saya masih bermimpi satu saat kelak di masa depan, televisi2 di Indonesia mau membuat/menayangkan acara untuk anak-anak yg memang sesuai dg konsumsi anak2, bukan karena proses pengkarbitan anak-anak sehingga dewasa sebelum waktunya.

Mbak Mika nampaknya sangat nge-fans dengan ITNG, sehingga dalam berbagai kesempatan seringkali mbak Mika tiba2 mengulurkan tangan kanannya, membuka telapaknya serta menyimpan telunjuk kirinya di atas telapak tangan kanannya. Rupanya dia sangat ingat dengan adegan pembuka acara ITNG dan jika dia sudah menirukannya, itu berarti dia ingin menonton film ini. Walhasil saya mesti mencari-cari dan mengunduh dulu beberapa film ITNG untuk memuaskan keinginan mbak Mika menonton acara favoritnya, hahaha. :D

Saya dan Wify sendiri suka menggoda mbak Mika jika dia sudah membuka telapak tangannya, dengan menaruh telunjuk kami berdua ke telapak tangannya dan bermain "Cing Ciripit Tulang Bajing Kacapit", sebuah permainan dari tanah Sunda sebelum bermain kucing-kucingan. Dan jika sudah begitu, mbak Mika 'ngambek' dan kami berdua tertawa terbahak-bahak, ahahha.. *orang tua yg aneh*

Gambar dari sini, sini, sini, sini, dan sini.

Moral story:
- acara anak2 buatan Indonesia masih kurang layak tonton.

- berikan anak anda tayangan yg mendidik dan tidak meracuni pikirannya.

- tokoh2 lainnya bisa dibaca di sini.