Barangkali artikel ini sedikit basi, karena hiruk pikuk dan kontroversi mengenai hal ini sudah berlalu beberapa waktu lalu. Namun, bagi saya tidak ada hal yg basi. Yang ada hanyalah penundaan. *halah, mbahas opo iki?*

Saya menjadi seorang blogger sejak lebih kurang 7 tahun lalu. Semula iseng saja saya menulis artikel blog, lebih karena (saat itu) saya punya waktu luang cukup banyak. Daripada terbuang percuma, saya alihkan kekosongan waktu itu menjadi sebuah kegiatan (yg saya harap) bisa lebih bermanfaat.

Lambat laun saya merasa menulis blog itu menyenangkan, meski jika saya menelusuri ke belakang, saya melihat banyak artikel saya yg dibuat asal2an. Bahkan kini saya melihat kok ya bisa saya mbikin artikel seperti itu?

Toh, bagaimanapun saya merasakan manfaat dari artikel2 blog yg saya tulis dan muat. Terutama dengan adanya kasus Edward Forrer. Jika menilik dg apa yg terjadi pada Prita, saya bersyukur bahwa pihak EF justru melakukan pendekatan dan memiliki sikap yg berbeda dan (menurut saya) jauh lebih dewasa. Dan saya jelas merasa beruntung, pihak EF tidak melakukan gugatan, apalagi menyeret saya ke pengadilan. :-)

Seiring berjalannya waktu, saya melihat peluang bahwa blog pun mempunyai potensi menghasilkan uang. Terlebih usai saya mencoba dan mempraktikkan hal2 yg terkait dg Google Adsense. Tentu saja, saya tidak melakukan black SEO untuk mendapatkan lembaran dollar tersebut.

Alhamdulillah, dollar yg saya peroleh dari Adsense cukup memadai, meski masih dalam ratusan dollar, belum mencapai ribuan dollar.

Selain Google Adsense, saya sempat menjajal peluang untuk menjadi blogger berbayar. Honor yg saya dapatkan, alhamdulillah, tidak buruk2 amat. Dalam seminggu saya pernah mendapat US$ 100 lebih.

Lalu saya bergabung dalam Asia Blogging Network usai berkenalan dan direkrut oleh Harry Sufehmi dan Budi Putra.

Menurut saya, saya merasa diri saya bisa membagi antara idealisme saya sebagai blogger dan mendapatkan income (tambahan) dari ngeblog. Toh, saya tidak lantas memposisikan diri sebagai seorang blogger yg BISA DIBELI (jikapun ada yg ingin 'membeli' saya (ge-ernya nih) saya akan ajukan pertanyaan,"wani piro?" hahahah).

Tahun 2007, saya menghadiri Pesta Blogger. Bertemu dg banyak rekan blogger baru dari berbagai penjuru Indonesia, bagi saya saat itu, menimbulkan perasaan yg cukup melambung karena bertemu dg banyak orang (lebih) hebat yg tulisan2nya lebih ciamik daripada tulisan saya yg (konon) idealis, namun ternyata masih kalah idealis. ;-)

Namun di Pesta Blogger berikutnya, saya mulai 'menarik diri'. Penyebab utama ada beberapa. Pertama, campur tangan sponsor dari Kedubes Amerika Serikat. Terus terang, saya tidak merasa nyaman dg adanya sponsor dari Kedubes ini. Saya membacanya ada 'pesanan' dengan kehadiran pihak AS, yg belakangan diketahui bahwa pihak AS menyumbangkan dana yg tidak sedikit utk (mengontrol?) media sosial di Indonesia.

Meski, terus terang, saya sebenarnya ingin ikut serta dalam Pesta Blogger, terutama di Pesta Blogger 2010, saat teman saya, Rara, menjadi ketua panitia. Namun dengan bertambahnya tanggung jawab saya selaku bapak muda yg ganteng, dengan kehadiran mbak Mika, saya mesti mendahulukan kewajiban saya.

Senang rasanya mengetahui bahwa acara Pesta Blogger 2010 berjalan dengan sukses, errr...tentu saja dari kacamata saya. :-)

Di tahun 2011 ini, saya mendapatkan informasi bahwa Pesta Blogger berubah format menjadi On/Off. Yg mengherankan saya, jika format berubah, kenapa saya melihat masih banyak orang yg (pernah) muncul di Pesta Blogger sebelumnya masih menjabat ini itu, terutama BoA. Lebih heran lagi bahwa saya tidak melihat nama dan foto Rara muncul di situ.

Sempat mendengar selentingan mengenai alasan Rara tidak dimasukkan ke BoA. Well, saya tidak terlibat secara langsung pada PB 2010, sehingga saya tidak tahu intrik dan gesekan yg terjadi selama penyelenggaraan PB 2010. Pernyataan 'kasar' yg sempat terpikir adalah BoA ajang ON/OFF ini menolak kehadiran perempuan dalam BoA mereka! *hahaha...ngundang digetok para fans ON/OFF ini mah,ahahah*

Yg menjadi ganjalan di hati saya adalah informasi bahwa blogger 'dibisniskan' dan/atau dijadikan komoditas bisnis. Yaaa...kasarnya, blogger 'dibeli' dan menjadi corong pihak tertentu. Bahkan saya melihat tidak hanya blogger yg dijadikan target, tapi juga komunitas online lainnya.

Menyelenggarakan event/acara memang membutuhkan dana (yg tidak sedikit). Namun, dengan menjual diri demi mendapatkan dana dan dukungan penyelenggaraan acara, saya jelas melihat harga diri sudah digadaikan dg murah. Saya yakin, ke-kritis-an (tulisan) dan artikel idealis dari para blogger dan komunitas online lain akan sedikit banyak tergerus. Jikapun ada yg bisa 'menantang' ya 68% saya tidak yakin. ;-)

Baik, itu memang isu...karena saya tidak melihat hitam di atas putih mengenai informasi yg saya peroleh, selain pernyataan "With our tagline, Perhaps just “Ideas meet opportunities?” “A social media festival where ideas meet opportunities”" di bagian About (mudah2an tidak ada revisi tulisan utk menghilangkan jejak), saya merasa (secara tersirat) bahwa informasi itu benar adanya. Entah dg kadar berapa persen, mungkin ya 68%? :p

Toh, bagi saya pribadi, era Pesta Blogger sudah selesai dan 'berubah' menjadi Pesta Komunitas Online, yg tentu saja memiliki mindset dan harapan yg berbeda...oh, dan tentu saja keuntungan yg berlipat ganda. ;-)

Terlebih dengan kian maraknya aplikasi media sosial yg sedikit banyak menggeser kepopuleran blog. Jika dulu ada istilah bapak blogger (tanpa diketahui anak blogger dan istrinya), kini ada bapak 4SQ, lalu adan Nabi Twitter, bla bla bla ngak ngek ngok istilah lainnya.

Lalu, perlukah saya minder dengan 'gelar' blogger yg kian terpinggirkan? Ah, cuma orang2 yg susah saja yg menjadi minder hanya gara2 (merasa) terpinggirkan. Tidak perlu juga resah jika mengingat/teringat pernyataan "Blog adalah trend sesaat". Saya masih setia menulis artikel2 di blog saya ini, serta (masih) tidak peduli dg jumlah pengunjung dan komentar yg masuk apalagi pundi2 yg ditransfer ke rekening. (kepuasan) Idealisme tidak bisa diukur secara material, fisik, ataupun statistik.

Ah, terlalu panjang saya mengoceh bertutur tentang (sok) idealisme saya. Sudah saatnya saya mesti istirahat dan mempersiapkan diri untuk sahur dan puasa untuk hari Jum'at. Lumayan, uneg2 saya terlampiaskan dengan artikel ini, meski masih belum sepenuhnya. Mungkin akan disambung di artikel berikutnya, mungkin juga tidak.

Foto dari sini.

Moral story:
- blogger (dan komunitas lain) jgn mau menggadaikan harga dirinya utk kepentingan sesaat ;-)

- jika ada pesta blogger yg benar2 murni dalam artian tidak terlalu banyak urusan bisnis dan keterlibatan para pencari keuntungan, let me know. mudah2an saya bisa meluangkan waktu utk ikut hadir. ya ya ya...dengan kata lain, saya mendukung poster di bawah ini ;-)

- duh, puasa2 begini saya malah (tetep) nyinyir, ga pa pa kan? ;-)

- pemasangan foto di atas bukan berarti saya mendapat mobil Nissan untuk menulis artikel ini lho ;-) jikapun saya mendapat mobil Nissan karena artikel ini jelas berbeda dengan seseorang di twitter yg following karena iming2 iPad *hahaha...ngumpet*

- nampaknya benar, Rara adalah ketua Pesta Blogger yg didzalimi? *hahaha...ampun Ra*