Akhirnya, saya selesai juga membaca salah satu buku yg saya borong. Berbeda dg buku2 lainnya, buku yg 1 ini memerlukan waktu yg lebih lama, karena isinya adalah tulisan, bukan sekedar gambar/komik. Jadi, diperlukan pemikiran yg lebih mendalam. *tsaahh*

Buku yg saya maksud adalah buku berjudul "Kedai 1001 Mimpi". Jika melihat ada 1001, otomatis kita akan teringat/terhubung dg kawasan Timur Tengah. Yapp...buku ini berisi kisah Valiant Budi (dg akun twitter @vabyo) saat dia menjadi TKI dan bekerja di Arab Saudi.

Buku ini terasa menjadi 'relevan' dg berita mengenai TKI2 kita ini, terutama berita mengenai perkosaan, penyiksaan, bahkan hukuman mati. Sedihnya memang, bangsa pemerintah Indonesia, yg masyarakatnya notabene pemeluk Islam-nya terbesar di dunia, ternyata tidak punya keberanian untuk 'melawan' perlakuan yg diterima oleh TKI, kecuali hanya prihatin atau melakukan aksi2 yg tidak berdampak banyak (dan langsung).

Kembali ke buku-nya Vabyo.

Dengan latar belakang sebagai penulis dan pekerja kreatif, tulisannya cukup menghibur. Hanya saja, usai membaca Laskar Pelangi, saya seringkali tebersit apakah tulisan yg saya hadapi ini benar2 terjadi (fakta dan aktual) ataukah hanya sebagai bumbu dan rekaan semata dari si penulis?

Hal ini saya pertanyakan karena sedikit banyak alur dan cerita yg tersaji di buku bisa (kasarnya) meracuni pikiran si pembaca.

Well, lupakan dulu sejenak hal ini.

Kisah Vabyo sebagai TKI (maaf) kasar di Arab Saudi cukup menarik, terutama pada saat dia menceritakan banyak kebobrokan (moral) yg terjadi di sana. Lucunya, cerita Vabyo mengenai jeleknya moral ini dianggap menghina dan merendahkan Islam. Seperti yg saya ungkapkan juga di sini dan sini, banyak orang yg menganggap 'wah' orang Arab Saudi dan mengira mereka ma'sum (bebas dari dosa) sehingga tidak mengambil tindakan apapun. Padahal Abu Lahab dan Abu Jahal pun orang Arab dan mereka jelas2 memusuhi Islam.

Lebih parah lagi, banyak orang yg juga tidak bisa membedakan Islam dan Arab Saudi, padahal hal ini sangatlah jelas!

Beberapa cerita Vabyo bukanlah hal baru bagi saya, seperti diskriminasi pekerja antara warga Saudi dan non Saudi. Teman saya yg bekerja di sana, sebagai orang IT, juga mengalami hal yg sama. Bahkan bisa dikatakan lebih parah karena diskriminasinya dalam hal sholat Jum'at.

Teman saya cerita, jika sholat Jum'at tiba, dirinya tidak boleh menunaikan sholat Jum'at karena dia bukan orang asli. Padahal dia sudah memberitahu bahwa dirinya juga muslim dan sesama muslim adalah saudara. Jawabannya tetap: TIDAK BOLEH SHOLAT JUM'AT!

Ada beberapa hal, kisah Vabyo ini mirip dengan kisah saya di India tempo hari. Hanya saja karena Vabyo bermukim cukup lama di sana, maka dia bisa lebih gamblang cerita mengenai penduduk sana.

Hal yg menurut saya menarik justru mengenai komentar para pengunjung blog, terutama (katakan) si A yg menuliskan bahwa dia tidak menemukan apa2 yg Vabyo tulis selama si A melakukan perjalanan haji dan umrah di sana. Bagi saya, komentar seperti ini malah sangat menyedihkan mengingat orang yg haji dan umrah tentu saja fokusnya ke ibadah, tidak bisa mengenal lebih dekat kehidupan di sana. :-))

Kritik tentu saja ada untuk Vabyo. Pertama, cukup banyak slaah kteik. Meski tidak terlalu fatal, toh buat saya tetep mengganggu. ;-) Misalnya di halaman 361. "Iya, musim madu dengan angin dingin..." terasa aneh. Mungkin maksudnya musim bulan madu yak? ;-) Lalu di halaman 398, kenapa si ELDO menjadi EDO? :p

Kedua, ada pernyataannya yg menurut saya cukup lebay. Silakan cari di bukunya mengenai tukang ojek. ;-)

Cukup 2 saja kritik yg saya tulis di blog saya ini, nanti kalo bukunya ndak laku bisa2 saya dianggap penyebabnya karena terlalu banyak kritik yg saya tulis,hahaha.

Membaca buku ini anda mesti mau open mind, terutama seperti saya katakan, orang Arab itu sama2 manusia bukan malaikat. Tidak perlu paranoid atau inferior dg mereka, apalagi membela mati2an.

Selamat membaca buku ini dan tidak perlu beli, bisa pinjem dari teman kok! hahaha... *dihajar Vabyo nih soalnya dianggap memberi saran yg 'menyesatkan'*

Gambar dari sini.

Moral story:
- TKI tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah. Perhatian baru diberikan jika: 1) para TKI kirim duit (devisa negara); 2) diteriakin oleh masyarakat

- Pemerintah tidak pernah memperhatikan TKI. Eh, sama dg yg di atas ya? Skip.

- Perlakuan diskriminasi tidak hanya terjadi pada TKI kelas kerah biru, tapi juga TKI kerah putih.

- Saya sempat membaca, ada tokoh yg menulis bahwa ke Arab Saudi itu cukup utk ibadah, jangan kerja! Hhihhih...