Siang ini saya jengkel karena email (surat elektronik) yg saya kirim ternyata mental dan kembali ke diri saya dengan penjelasan bahwa kotak surat si marketing diduga sudah penuh. Kejengkelan ini saya rasa wajar, karena saya membutuhkan informasi mengenai barang2 yg dijual dari perusahaan yg saya tuju dan saya butuh informasinya sesegera mungkin.

Saya tidak tahu persis berapa besar kapasitas kotak surat (inbox) email yg dimiliki oleh si marketing. Namun, saya punya beberapa dugaan terkait dengan penuhnya inbox si marketing.

Pertama, kapasitas inbox yg diberikan memang kecil. Saya pernah dapati, sebuah perusahaan IT menyediakan email account bagi para pegawainya dengan kapasitas 'hanya' 10 Mb saja! Bayangkan jika pegawainya mesti menerima attachment project yg terkadang berukuran 15-20 Mb tiap file-nya! Sangat aneh dan disayangkan, perusahaan IT kok pelit sekali memberikan kapasitas inbox, padahal penting banget lho! Lha wong Google saja memberi email dg kapasitas 7 Gb, apa perlu pakai account GMail utk komunikasi dg client? Apa ga maluuuu? Hahahaha... *kompor*

Kedua, si staf (dalam hal ini marketing) yg malas. Email2 terdahulu, terutama yg berukuran besar, tidak dihapus. Dan ini jelas berpengaruh thd kapasitas dan koneksi juga.

Solusinya sebenarnya gampang. Gunakan aplikasi yg bisa menarik email dari server (POP3, istilah kerennya). Dengan demikian, inbox di server selalu kosong karena email2 yg tiba akan langsung ditarik oleh si user/staf dengan aplikasi tersebut. Katakanlah Outlook Express, MS Outlook, The Bat, dan masih banyak lagi.

Dan kini, si perusahaan harus rela kehilangan 1 calon pelanggan yg potensial karena kecerobohan(?) staf IT dan marketingnya. ;-)

Moral story:
- hare gene inbox masih < 50 Mb? Apa kata Google? ;-)

- gunakan aplikasi penarik email utk memudahkan hidup :-)