Saat saya masih kecil dulu, orang tua saya seringkali mengingatkan agar saya selalu MENABUNG setiap uang yg saya dapatkan. Bukan berarti saya tidak boleh berbelanja/jajan, tapi yg dimaksud mereka adalah saya tidak boleh boros atau menghabiskan semua uang untuk keperluan yg dirasa bukan primer (bisa sekunder apalagi tersier).

Nasihat ini berusaha saya lakukan meski seringkali ujung2nya ya sia2,karena begitu terkumpul uang dalam jumlah tertentu, saya langsung belanjakan sesuatu, terlebih jika saya memang menginginkan barang tersebut atau sedang 'gelap mata' atau khilaf gegara nemu barang yg ok banget.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya merasa kok pertambahan uang saya tidak cukup signifikan dengan cara menabung yak? Kasarnya, bunga tabungan yg saya terima kok tidak sebanding dengan tingkat inflasi. Belum lagi saya mesti membayar potongan2 yg dikenakan oleh bank utk tabungan saya. Mulai dari potongan yg 'masuk akal' hingga potongan yg 'tidak masuk akal'.

Potongan yg tidak masuk akal, menurut saya, seperti uang administrasi yg dikenakan pada penabung yg jarang bertransaksi/berinteraksi langsung dg staf bank. Lho, buat apa saya bayar lha wong para staf bank itu mestinya sudah dapat untung dari uang yg saya titipkan di kantornya? Lebih ndak masuk akal lagi adalah potongan yg dikenakan pada customer yg saldonya kurang dari nominal tertentu. Aneh sekali. Ah, sudahlah, nanti saja kita bahas, kapan2, kalo inget, hehe.

Saat saya bekerja di Jakarta-lah, saya baru tahu lebih banyak mengenai investasi. Kantor saya di Jakarta dulu kebetulan berhubungan dg hal2 yg terkait dg investasi. Dari sanalah saya belajar lebih mendalam.

Jadi begini, dengan investasi, jumlah uang kita bisa bertambah dan berlipat ganda. Tentu saja jika investasi yg kita lakukan tepat. Kalo investasinya ke hal2 yg gagal, ya uang kita malah akan semakin berkurang dan bukan tidak mungkin amblas.

Lho, kalo begitu investasi itu judi donk?!

Ya tidak bisa semena-mena begitu saja mengatakan investasi itu judi. Padanan kata yg tepat mungkin adalah BERESIKO. Ya beti lah, beda2 tipis, hahaha.

Ada beberapa jenis investasi yg bisa dilakukan.

1. Emas. Banyak orang yg mempercayakan investasi pada emas, terutama kaum perempuan.

2. Rumah/property. Tidak sedikit pula yg memanfaatkan rumah/property sebagai media investasi mereka, meski kenyataannya pada tahun 2008 kemarin keuangan Amerika Serikat sempat kolaps gara2 investasi property yg 'salah'.

3. Tanah. Ini semodel dengan poin 2. Hati2 investasi dg tanah, jangan sampai investasi ke tanah longsor! Hahaha.. :-))

4. Saham/surat berharga. Bagi orang yg mengerti pasar modal, saham dan surat berharga merupakan salah satu metode yg menjanjikan return (nilai kembali) yg cukup besar.

5. Mata uang. Beberapa orang yg saya kenal membelanjakan uangnya ke dalam bentuk mata uang (asing), terutama dollar Amerika Serikat.

6. Reksadana. Nah, investasi model ini sedang ramai belakangan ini.

Anda selama ini investasi dalam bentuk apa?

Kita lanjutkan lagi pembahasannya di artikel mendatang. Eng ing eeennggg...

Gambar dari sini.

Moral story:
- menabung sudah ga jaman lagi ;-)

- investasi adalah pilihan yg paling cocok saat ini (dan mendatang)

- meski investasi penting, tetap sisakan uang di tabungan untuk keperluan darurat

- tidak ada hubungan gambar dg penjelasan artikel ini. menurut bang @aidilakbar, ada beberapa informasi yg tidak tepat pada gambar. demikian :-)