Hari Minggu kemarin saya sempatkan membaca salah satu komik yg saya sempat beli saat 'kalap' mborong buku. Komiknya berjudul Curhat si Koel. Yg uniknya, Koel ini maunya dipanggil Ko-el, bukan Koel atau Kul.

Isi komiknya dibagi menjadi beberapa bagian.

Bagian pertama: mental sukses. Di sini Koel bercerita ttg pengalaman dia selama bekerja.

Bagian kedua: ngomik. Sesuai dg temanya, suka duka Koel meniti karir sebagai tk komik yg (sayangnya selalu) gagal diuraikan di sini, meski tidak gamblang.

Bagian ketiga: urusan cinta. Seperti layaknya di mayoritas tokoh komik, Koel digambarkan sebagai tokoh (utama) yg kesulitan mendapatkan cinta dari lawan jenis. Barangkali dia mesti mencoba mencari cinta dari yg sejenis yak? *eh,xixixix...*

Bagian keempat: versus bos. Sebagai buruh, Koel tidak jarang mesti melawan bos-nya yg tidak berperi-keburuhan. Pokoke kapitalis lah, kalo menuruti ocehan mahasiswa.

Bagian kelima: melanjutkan cerita keempatnya, di bagian ini Koel diceritakan sudah menganggur. Toh menjadi pengangguran bukan berarti nasibnya menjadi beruntung! *errr...kayanya ada yg salah tulis deh!*

Bagian keenam: nasihat si mbah. Di balik kekonyolannya, Koel ternyata cukup relijius dan memperhatikan nasihat si mbah, meski sering ngawur juga...baik si mbah maupun si Koel.

Bagian ketujuh: anak kuliahan. Well, tidak perlu panjang lebar lagi, ini cerita Koel saat jadi mahasiswa. So typical deh lah, suka bolos, nilainya jelek. Intinya: payah, hehehe.

Bagian kedelapan: pencuri hati. Cerita singkat, tapi cukup menyentuh.

Bagian terakhir: spesial kemerdekaan. Rada garing, tapi yaaa lumayan lah. Baca saja sendiri yak? :p

Intinya, membaca Koel ini cukup menghibur dan bisa menertawakan si komikus (dan sebagian cerminan dari diri kita, jika memang ada hubungannya, heheh). Saya sendiri cukup puas membaca Curhat si Koel ini, meski saya belum sempat membaca buku pertamanya. Jika saya perhatikan di Gramedia dan sekitarnya, saya tidak temukan buku pertamanya. Mungkin laris manis yak? ;-)

Berikut ini saya tampilkan 1 episode komik Koel, tapi sayangnya bukan dari buku yg saya beli (+baca). Ga usah protes yak? ;-)


Gambar dari sini.

Moral story:
- kehidupan komikus Indonesia (nampaknya) masih memprihatinkan ;-)

- komik2 Indonesia tidak kalah lucu dibandingkan dg komik2 luar negeri. Terlebih isi komik mereka 'dekat' dg kehidupan kita sehari-hari.

- sayangnya komik si Koel ini (terlalu) mengumbar 'kebodohan' dan 'keapesan' pribadi, hehehe.

- pengarangnya bernama Kurnia Harta Winata. saya curiga kata terakhir itu sebenarnya merujuk ke wanita, hihihi. bisa juga anda kunjungi blognya di sini.

- sayangnya goresan si Koel ini terlalu berkiblat ke Jepang. kentara sekali tokoh Koel ini identik dg tokoh komik Jepang dalam hal penarikan garis dan terutama ekspresi.