Malam ini saya memelototi televisi lebih dari 3 jam, menyaksikan perjalanan hidup Muhammad Ali, salah seorang petinju kelas berat yg terbesar sepanjang masa yg pernah ada.

Film pertama adalah Facing Ali. Di sini lawan2 terhebat Ali diwawancarai. Ditayangkan juga cuplikan2 pertarungan antar mereka. Beberapa lawan beratnya adalah Sonny Liston (sebagaimana foto yg saya pasang di atas), Joe Frazier, Ken Norton, George Foreman, Larry Holmes, dan beberapa petinju lain yg tidak saya ingat.

Di film itu secara gamblang semua lawan2nya Ali berkata 'sejujur' mungkin, terlebih Joe Frazier yg (dari wawancara) terlihat begitu emosi dg apa yg dilakukan Ali terhadap dia (dan keluarganya).

Sementara film kedua, Thriller in Manila, menceritakan pertarungan Ali-Frazier (yg ketiga). Dan serupa dg film sebelumnya, terlihat betapa Frazier begitu membenci Ali atas semua pola tingkahnya.

Well, saya pribadi setuju bahwa Muhammad Ali adalah salah satu petinju terbaik yg pernah ada, dengan segala tingkah laku dan sikapnya. Bagaimana dia memprovokasi lawan2nya, kemudian masuk Islam, lantas berani menyatakan penolakan untuk dikirim ke perang Vietnam dan bahkan di masa tuanya, saat dirinya menderita Parkinson, dia masih tetap memperlihatkan pesona dan daya tarik yg tidak dimiliki petinju lain.

Meski demikian, seperti yg pernah saya tulis di waktu lampau, saya pribadi berharap tinju bisa dihapus dari cabang olahraga karena kesadisan dan kebrutalan yg cukup tinggi dan cenderung menyakiti diri sendiri (dan lawan) dibandingkan untuk kesehatan.

Sebagai penutup, saya sisipkan episode Muhammad Ali yg saya temukan di Youtube. Enjoy :-)



Gambar dari sini, film dari sini.

Moral story:
- Muhammad Ali adalah petinju pertama yg merebut gelar juara sebanyak 3x.

- Para petinju banyak yg menderita Parkinson di masa tuanya. Diagnosa para dokter, penyakit ini timbul akibat kepala terlalu sering dipukuli.

- Jika ingin tahu lebih banyak silakan kunjungi website ini.

- Muhammad Ali paling dikenal dg "Menari seperti kupu-kupu, menyengat seperti lebah."