Sebagai pegawai yg baru diterima kerja, semestinya saya menjalani pemeriksaan kesehatan dulu. Istilah kerennya, general medical check up. Terus terang, hingga kemarin itu, saya baru 1 kali melakukan medical check up, saat seleksi kerja di sebuah kantor di daerah Kuningan, itupun bisa dikatakan tidak full.

Kali ini saya 'dipaksa' utk memeriksakan kesehatan saya, demi memenuhi birokrasi kantor. Kebetulan juga, saya memang menantikan saat2 ini, terutama utk mengetahui seberapa sehat kondisi badan saya. Terlebih sejak saya bergabung dalam suku perut buncit, yg membuat keseksian badan saya berkurang,hihihi.

Akhirnya tepat tgl 1 Juni kemarin, saya berkesempatan menjalani general medical check up. Dengan rekomendasi kantor, saya mendatangi sebuah rumah sakit di Jakarta Barat.

Terus terang, saya agak grogi juga, karena ternyata general medical check up yg saya jalani sekarang jauh berbeda dg yg pernah saya alami dulu. Yg jelas, saya mesti ganti kostum dulu ke baju yg diperuntukkan medical check up.

Hal pertama yg dilakukan adalah pemeriksaan gigi. Sama seperti pemeriksaan gigi beberapa waktu lalu, gigi saya dinyatakan cukup baik. Meski demikian, ada beberapa saran dari dokter, yakni pertama ganti 2 jaket gigi saya yg sudah cukup usang. Kedua, ada (sedikitnya) 2 gigi yg berlubang dan disarankan untuk segera ditambal. Yg gokil, dokternya bisa berbahasa Sunda, meski Cianjur-an, yg notabene agak2 kasar. Yg jelas, acara pemeriksaan menjadi ajang ketawa ketiwi. :-)

Yg mengherankan, saya mesti melakukan USG. Kemudian saya mendapat penjelasan, bahwa USG digunakan untuk mengetahui kondisi organ dalam, terutama hati (liver), ginjal, dan prostat. Berhubung kadung kemih saya belum penuh, maka saya pending dulu untuk pemeriksaan prostat.

'Sialnya', usai USG saya malah disuruh kencing! Sudah prosedur, kencing dilakukan dan ditadahi di sebuah tabung kecil. Usai menyerahkan tabung, saya mesti diambil darah utk diperiksa glukosa. Menu makan siang sudah tersedia dan siap disantap, usai pengambilan darah. Alhamdulillah, enaknyaaaa menyantap nasi goreng dan jus jeruk.

Pemeriksaan kesehatan dilanjutkan dengan pemeriksaan telinga. Saya dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan dg bentuk dinding sedemikian rupa, lalu saya dipasang headset dan disuruh memperhatikan dan mendengarkan suara yg bisa didengar oleh telinga saya. Frekuensi dan intensitas suaranya berubah-ubah. Kadang pelaaan sekali, kadang melengking tinggi suara2 yg diperdengarkan.

Alhamdulillah, menurut sang dokter kuping saya dinyatakan normal. :-)

Selanjutnya adalah pemeriksaan tekanan darah sebelum saya dibawa ke ruang pemeriksaan mata. Di ruang pemeriksaan mata, saya dicek 4 hal. Pertama tingkat minus mata, lalu ketahanan bola mata (mata 'ditembak' dg alat yg menghembuskan udara), lalu buta warna dan terakhir syaraf mata.

Dari mata, saya beralih ke THT. Dokter mencek rahang saya, dan menyatakan normal dan baik. Menurut dokter, pada kebanyakan kasus, dia sering menemui rahang orang2 bunyi 'klik', seperti ada yg mengganjal. Dari pengalaman, dia mengatakan hal ini terjadi pada orang2 yg sering mengunyah di satu sisi (di kanan saja atau di kiri saja). Jadi, utk mendapatkan rahang yg sehat, sering2 beralih lokasi mengunyahnya.

Berikutnya adalah uji ketahanan jantung. Saya disuruh berjalan dan berlari di treadmill. Well, ini pengalaman pertama saya menggunakan treadmill. Badan saya dipasangi banyak kabel, serasa The Six Million Dollars Man dah! *haiyah*

Dan ternyata saya mempunyai kaki yg lemah :-( Terbukti dengan rasa pegal dan capek yg mendadak menyerang saya pada saat saya berlari baru 5 menitan. Dari sisi jantung, insya ALLOH, kondisinya sehat, tapi karena kaki saya sudah tidak mau kompromi, terpaksa saya berhenti tesnya. Lagipula susternya bilang sudah cukup.

Usai treadmill, saya banyak minum untuk sesi USG kedua. Dan syukurlah, hasil USH memperlihatkan prostat saya masih normal. :-)

Total waktu yg dibutuhkan untuk medical check up ini adalah 4-5 jam (mulai dari jam 9 pagi hingga 1/2 2 siang).

Denger2 biaya yg mesti dikeluarkan sebesar Rp 1,8 juta. Dan butuh 3 hari untuk mengetahui hasil tesnya.

Gambar dari sini.

Moral story:
- general medical check up itu dianjurkan setidaknya setahun sekali. Jika kantor merekomendasikan (baca: mbayarin), terima saja, hihihi.
- perbanyak minum air putih, baik menjelang medical check up ataupun di dalam kehidupan sehari-hari.
- untuk mata, tetesi dg obat mata, terutama yg sering kerja di depan komputer.