Seminggu yg lalu, saya berkesempatan mengikuti pelatihan mengenai letter of credit alias surat hutang. Pelatihan ini wajib saya hadiri karena saya berkepentingan dan akan terkait dengan surat hutang sehubungan dengan project2 yg saya (akan) tangani kelak di kantor saya ini.

Bisa dibilang, bagi saya, pelatihan ini cukup menarik dan memusingkan.

Menarik karena saya berarti mendapat ilmu baru yg saya yakin berguna, meski entah kapan saya akan gunakan. Memusingkan, karena begitu banyak term atau istilah yg baru saya dengar.

Jadi, L/C pada dasarnya adalah surat hutang yg dikeluarkan oleh sebuah perusahaan untuk mengadakan transaksi dengan rekan kerjanya. Nah, L/C ini akan memanfaatkan bank, yakni bank issuing dan bank advising. Ah, bener kan, saya masih perlu belajar banyak lagi mengenai L/C ini, karena ternyata saya masih belum cukup ingat how to dan rincian dari L/C ini.

Well, artikel ini saya tulis sebagai pengingat bahwa saya pernah ikut training L/C saja. Penjelasan lebih rinci mengenai L/C mgkn akan saya tulis kelak, terutama saat sudah benar2 terlibat dan menggunakan L/C utk keperluan kerja/project.

Gambar dari sini.

Moral story:
- seorang PM mesti tahu bagaimana cara menggunakan (bekerja dengan) L/C

- training tidak akan banyak manfaatnya jika tidak diterapkan