Seminggu kemarin saya mendapat tugas untuk pergi ke daerah Barat dalam upaya mencari kitab otentik Chaiya Chaiya yg dipopulerkan oleh Briptu Norman. Sedikit mengejutkan dan tiba2 sebenarnya, sehingga saya agak kelabakan mengurus ini itu dan memperhatikan pekerjaan saya.

Toh, akhirnya pada hari Senin siang, saya berangkat juga dengan segala kekurangan yg ada. Tidak bisa tidak karena tiket pesawat dan hotel sudah kadung dibeli dan dipesan. Walhasil, gegara sudah agak2 kelenger mengurus ini itu, saya akhirnya luput 1 hal di pekerjaan yg lumayan penting. Padahal sangat berpengaruh ke performance, tapi ya sudah, apa boleh buat?!

Btw, anda sudah tahu saya hendak ke mana? Hehehe.. ;-)

Yappp...India, sebuah negara yg memiliki jumlah penduduk yg tdk bisa saya bayangkan, karena bersaing dg Cina utk memproduksi manusia2 baru. 'Untungnya', manusia2 di kedua negara ini mempunyai kepandaian yg cukup sehingga mereka bisa berekspansi di bidang teknologi.

Saya lanjutkan cerita saya.

So, akhirnya saya transit dulu di Singapura sebelum akhirnya berangkat ke Kalkuta jam 21.00 waktu Singapura (20.00 WIB). Butuh perjalanan lebih dari 3 jam, sehingga saya baru tiba di Kalkuta sekitar jam 22.30 waktu Kalkuta (jam 23.30 WIB).

Sepanjang perjalanan yg melelahkan, saya menonton film "Robot" buatan Bollywood. Yaahhh...mau gimana lagi? Jika hendak ke suatu negara, sebaiknya ya mesti tahu budaya setempat. Dengan cara menonton film, itu paling mudah. Film ini akan saya bahas belakangan, insya ALLOH.

Lanjut deh ceritanya.

Turun dari pesawat, mulai deh celingukan kiri kanan, mencari rambu/papan pengumuman yg bisa membantu. Ok, mesti antri di bagian imigrasi. Ah, sial, ternyata untuk dokumen masuk ke India, saya kosongkan bagian alamat saya menginap. Si petugas imigrasi sempat ngomel2 sambil goyang2 kepala. Jengkel juga liat orang ngomel2 tapi melihat gayanya, malah jadi cekikikan sendiri. *foto di atas adalah bagian imigrasi utk bisa keluar dari airport*

Akhirnya selesai juga urusan imigrasi. Sekarang masalahnya, SAYA NGINEP DI MANA NEEEHHH?? *tepok jidat*

Rupanya ada salah perhitungan dari pihak kantor. Tgl 18 April saya sudah 'diharuskan' ke Jamshedpur, padahal kenyataannya? Boro2 ke Jamshedpur, bisa dapat tempat nginep di Kalkuta udah untung. Sempat tanya ke pihak Manajer Airport, atas usul salah seorang petugas Airport yg mirip bintang Bollywood, mengenai kamar transit. Bah, ternyata kamar transit hanya boleh ditinggali oleh orang2 yg akan menggunakan lagi pesawat terbang! Karena saya akan pakai kereta api ke Jamshedpur, dengan semena-mena mereka menolak.

So, saya keluar dari bandara. Berlagak mikir, biar ga dikejar2 sopir taksi yg menawarkan jasanya. Meskipun butuh, tapi jgn terlalu kentara donk, ntar malah gampang ditipunya!

Sekitar 10 menit (seolah-olah) berpikir, akhirnya saya melayani obrolan dan tawaran seorang supir taksi. Pada dia saya cuma pesan untuk dicarikan hotel yg kelas 3 (rate 2000-3000 rupee) soalnya mau semalam doank di Kalkuta. Si sopir bilang kalo dirinya pake meter (argo maksudnya) jadi jangan kuatir katanya!

Bismillah deh...jadi bolang di negeri orang dah, hahaha.

Perasaan ga enak sudah hinggap saat melihat taksinya. Aduh, ga tega saya nulisnya. Tapi yg jelas taksi2 di Indonesia sangatlah memadai dan lebih tinggi kelasnya. Taksi berwarna putih ini (belakangan saya ketahui bahwa TAKSI BERWARNA PUTIH INI SAMA SEKALI TIDAK DIREKOMENDASIKAN UNTUK DINAIKI, TERUTAMA OLEH TURIS ASING, APALAGI YG GANTENG KAYA SAYA *siap2 ditimpuk*) langsung meninggalkan airport.

Hujan turun di Kalkuta...dan yg bikin saya makin deg2an ketika si sopir memutar2 tombol di kanan setir untuk menggerakkan wiper! Langsung deh pengen nyungsep saya saking shocknya, ahhaha.

Hotel pertama yg dituju ternyata penuh, jadi kami pindah ke hotel lain.

Keinginan nyungsep bertambah ketika saya tanya masalah meter, si sopir malah mengeluarkan kertas dilaminating yg bertuliskan tarif! Wakakak...pantesan saya berpikir2 terus, katanya pake meter (argo) tapi kok sejak jalan ga ada gelagat mencet2 apaan gitu. Ternyata meter (argo) yg dimaksud adalah sesuai tabel harga.

Bah, saya mesti pasang kuda2 nih. Alamat bakal 'dirampok' sama sopir taksi deh kalo melihat gelagatnya seperti ini!

Setelah melalui perjalanan lebih dari 1 jam dan entah melewati apa saja (saya sendiri merasa seperti sedang mengikuti acara dunia lain, tapi yg versi dibawa nyasar) kami tiba di hotel yg saya sendiri ga yakin ini hotel beneran. Lha wong lokasinya emang ga meyakinkan juga. Kumuh, lalu ada suara2 ga jelas gitu lah.

Saya turun, nego kamar, dapat juga yg agak murah. Alhamdulillah.

Pertengkaran dan usaha 'merampok' terjadi ketika sopir taksi ngotot minta dibayar jauh lebih mahal dari seharusnya! Jika merujuk ke tabel, saya mestinya cuma membayar 790-an rupee. Tapi entah dia ngomong apa muter2 ga jelas Inggrisnya gitu, minta 1500 rupee! Debat dan adu ngotot berlangsung agak lama, tapi akhirnya saya menyerah saja. Repot soalnya jika bikin keributan di tempat orang. Akhirnya saya serahkan uang yg diminta. Saya sempat ngotot minta kembalian, si sopir malah ngomel2 ga jelas gitu. Ya sudahlah.

Usai masuk kamar, mandi, nonton tv sebentar, saya tidur dah dengan pulasnya saking capenya.

Demikian cerita bagian pertama jalan2 ke arah Barat mencari kitab Chaiya Chaiya.

Moral story:
- jalan2 ke negeri Bollywood emang mooy. menantang abis!

- transportasi di Kalkuta lebih kacau dan semrawut dari Jakarta. Klakson dan kebut2an serta saling serobot adalah hal biasa!

- melihat kondisi Kalkuta tidak jauh berbeda dengan Jakarta lho! Maksudnya yg bagian2 daerah kelam gitunya. Sejak semalam saya ga nemu yg namanya mini market (atau mungkin saya emang 'nyasar' ke tempat yg ga jelas di Kalkuta? hahaha)

- untuk masalah kebersihan, Jakarta masih lebih baik kok, ga separah Kalkuta :p

- Jamshedpur itu jaraknya cukup jauh dari Kalkuta! Butuh 4 jam pakai kereta, 7 jam dengan mobil. Jadi, kebayang kan 'apesnya' saya saat di Kalkuta malam2?