Di bagian ini saya akan cerita perjalanan dari Kalkuta ke Jamshedpur.

Di bagian kemarin, saya sudah cerita bahwa akhirnya saya tidur di hotel yg 'ndak jelas'. Tapi ada enaknya ternyata tidur di hotel itu. Dekat dg masjid! Jadi saat adzan Subuh berkumandang, saya bisa segera bangun....untuk tidur lagi, hahaha. Subuh di sini jam 4.17. Saya tidur lagi sampai jam 4.45. Bangun lalu mandi dan sholat Subuh.

Heran nich, di negeri orang saya kok bisa bangun pagi dg badan segar bugar dan semangat yak?! Mungkin karena memang ada urusan yg mesti diselesaikan sehingga saya mesti full konsentrasi. Selain itu, faktor 'buta lingkungan' membuat insting saya kembali seperti dulu, seperti pemburu yg mencari mangsa. *haiyah, ini mbahas apaan toh?!*

So, karena waktu keberangkatan kereta ke Jamshedpur jam 6.20, saya sudah standby utk check out dari hotel jam 6 kurang. Terpaksa gesek CC utk bayar tagihan. Lalu dikenakan biaya tambahan utk ongkos taksi utk mengantar saya ke stasiun kereta api.

Oya, jika sejenak memperhatikan lingkungan di sekitar hotel saya menginap, saya teringat dg kondisi di Bali.

Usai taksi datang, saya segera berangkat. Tidak jauh ternyata jarak hotel ke stasiun kereta api. Hanya 20 menit, sampailah saya di stasiun Howrah.

Selama dalam perjalanan, saya perhatikan kiri kanan melihat kondisi kota Kalkuta. Hahaha..benar2 ampun dah, mirip kalo kita pergi ke Kampung Melayu atau Jatinegara. Orang2 menggelar lapak dan jualan serta mondar mandirnya berasa seperti di Jakarta sih.

Salah satu hal yg cukup menjengkelkan di sini adalah kondisi transportasi yg pengemudinya ugal2an! Kalah amburadul deh kalo Jakarta! Di sini, pengemudi motor tidak berhelm. Lalu zig zag sesukanya. Banyak motor P*lsar di sini berkeliaran *ya iya lah, lha wong di sini pabriknya* Kalo soal berisik, pengendara kendaraan bermotor di Jakarta masih relatif sopan. Di sini setiap kendaraan doyan sekali main klakson. Tat tet tot...padahal jaraknya cukup jauh! Jika sudah merasa perjalanannya terganggu, mereka tak segan mencet terus klaksonnya! Dan ini berlaku utk semua kendaraan, mobil atau motor!

Dan saat tiba (dg selamat, alhamdulillah) di stasiun Howrah, saat hendak menyebrang jalan, saya kembali menyaksikan 2 kendaraan adu body karena kedua sopirnya ga mau ngalah. Berantem? Ga tau, saya ga peduli...udah pengen buru2 ke kereta saja deh!

Stasiun Howrah cukup keren dan besar. Tapi, KUMUH! Sorry to say, tapi ini memang kenyataan. Banyak gelandangan yg tidur di lantai2 stasiun. Tidak pakai lama, saya segera bergegas ke loket, hendak beli tiket.

Saya dapati orang India tidak mengenal budaya antri. Main serobot begitu saja! Nampaknya memang budaya mereka. Toh, saya tetap cukup sabar utk antri. *tsaahhh*

Beli tiketnya murah, 102 rupee saja. Sayangnya saya ga ada duit 2 rupee, sehingga terpaksa merelakan kembaliannya utk penjaga loket. Terutama karena orang2 yg di belakang saya mulai ngomel2 gara2 saya dirasa terlalu lama beli tiket!

Huh, doyan banget sih orang India ngomel2. Apa ga cape tuh mulutnya? Hahah..

Kereta yg saya tuju ada di line 20. Dan saya langsung terbengong-bengong ketika saya dapati kereta yg saya naiki ternyata kereta semodel kelas ekonomi! *tepok jidat*

Ukuran kereta cukup luas, ada 6 tempat duduk. Kanan 3, kiri 3. Lalu sekitar 10 baris pertama menghadap ke depan, 10 sisanya menghadap belakang. Dengan kata lain, para penumpang saling berhadapan. Tidak bisa diset seperti kereta Parahyangan.

Saat melewati gerbong, saya sempat melalui kamar mandinya. Alamak...lebih parah dari kereta ekonomi di Indonesia! Baunya bikin pusing 7 keliling! Usai melewati 2 gerbong, saya dapat tempat duduk yg kosong. Koper tidak saya taruh di atas, riskan dg keselamatan lah.

Di dalam kereta banyak sekali orang berjualan. Mulai dari jualan teh tarik lalu ada snack yg pakai daun, koran dan air mineral (kalo yg ini standar). Yg lucunya, mereka jualan teh tarik dg menyebut nama kaya "cai cai" begitu. Mirip dg basa Sunda, cai yg artinya air. Oya, saya dapati ada beberapa orang kantoran di kereta ini. Nampaknya Jamshedpur memang salah satu kota tempat bekerja. *foto di atas adalah si penjaja teh tarik*

Jam 6.20 kereta mulai bergerak. Dan saya, seperti biasa sempat celingukan kiri kanan, cari2 sesuatu yg bisa dilihat (biar ga cepet tidur, maksudnya). Sayangnya, hanya bisa bertahan 15 menit, lalu saya mulai menidurkan diri saya sendiri deh.

Sempat terbangun, gara2 saya mencium bau kentut super busuk! Wahakakka...kejadiannya mirip sekali dg kasus saya antri di imigrasi Kualalumpur tempo hari! Tapi parahnya, kejadian ini terjadi sebanyak 2 kali! Nyaris muntah2 deh, apalagi perut masih kosong! Untungnya kipas angin yg ada di atas kepala segera menghilangkan bau super busuk itu! *jadi berpikir, apa semua kentut orang India baunya sebusuk itu yak?hihihi...kabur dari penthungan orang2 India*

Sempat juga terbangun gara2 ada orang yg lalu lalang membawa barang (kuli?) dan barangnya mendarat dg mulus di kepala. Bah...cuek aja pula si kuli itu! Siyal!

Perjalanan membutuhkan waktu 4 jam (jika merujuk ke jadwal). Dengan kata lain, Kalkuta-Jamshedpur itu seperti Jakarta-Bandung lah. Cukup lama ternyata! Berarti memang benar kata sopir taksi "rampok" itu, kalo pakai mobil bisa habis waktu sekitar 7 jam!

Kereta datang lebih cepat, jam 9.30 sudah tiba. Sayapun bergegas turun, membaur dengan orang lain menuju pintu keluar.

Alhamdulillah, akhirnya tiba di Jamshedpur dg selamat!

Moral story:
- siapkan uang receh (koin) saat ada di India

- pengamanan di stasiun & kereta cukup ketat. Beberapa kali nampak petugas dg senjata laras panjang berkeliling

- pakai jaket, lalu pindahkan dompet ke dalam jaket, kemudian kancingkan jaket, demi keselamatan harta

- jangan ragu2 kalo mau naik agar tidak jadi incaran orang2 yg tidak berkepentingan

- artikel saya tidak bertujuan mencitrakan India sebagai sesuatu yg buruk. Saya hanya menulis apa yg saya ketahui :-)