Bagi anda yg sudah punya pasangan, entah itu sebagai pacar atau suami/istri, saya ada pertanyaan utk anda. Seberapa kenal anda dengan teman2 pasangan anda?

Saya tidak menyalahkan anda jika anda tidak akrab dg teman dari pasangan anda. Bahkan pada level sekedar tahu, menurut saya sudah cukup lumayan.

Banyak penyebab mengapa seseorang tidak akrab/kenal dg teman pasangannya.

1. Beda komunitas/latar belakang.
Katakanlah si A (laki2) bekerja sebagai programmer. Dia menikah dg si B (perempuan) yg bekerja sbg seorang marketing. Latar belakang mereka berdua yg cukup signifikan (menurut saya) berbeda sedikit banyak akan mempengaruhi komunitas tempat mereka berkecimpung.

Si B bisa merasa teman2 suaminya adalah orang2 aneh, yg berbicara dg bahasa serta topik yg tidak dimengerti. Walhasil si B merasa tidak perlu kenal dg teman2 si A. Kebalikannya, si A merasa teman2 si B terlalu cerewet, sementara dia butuh ketenangan utk memikirkan solusi dari permasalahan coding yg dia hadapi.

Saya yakin, jika si A menemani si B ke komunitas (atau sebaliknya) keduanya tidak akan merasa nyaman.

2. Tidak perlu tahu.
Kasus ini lebih parah dari poin 1. Karena meski (mungkin) berasal dari komunitas yg sama, pasangan ini sama sekali merasa tidak perlu tahu teman dari pasangannya. Walhasil pada saat satu acara tertentu, misalnya menghadiri pernikahan atau family gathering, sang pasangan akan merasa terabaikan dan memilih menyendiri.

3. Merahasiakan.
Percaya atau tidak, ada juga pasangan yg merahasiakan teman2nya dari pasangannya. Saya tidak tahu alasannya. Mungkin karena dirasa pasangannya tidak perlu tahu, atau bisa ada indikasi perselingkuhan di sana.

Saya dan Wify sendiri selama ini berusaha utk memperkenalkan teman kami masing2. Selanjutnya ya terserah, apakah saya mau kenal dg teman Wify atau sebaliknya. Tidak perlu memaksa pasangan utk mesti akrab dg teman kita, terutama jika pasangan kita malah jadi merasa tidak nyaman. Justru kitalah yg mesti bisa jadi penengah antara teman kita dengan pasangan kita.

Salah satu artikel yg layak baca terkait topik saya ini.

Gambar dari sini.

Moral story:
- punya banyak teman (yg bermanfaat dan membawa ke arah kebaikan) itu mengasyikkan
- jadilah orang supel, tapi jangan jadi orang yg bikin malu demi dianggap supel