Saya sudah sempat menulis beberapa artikel mengenai gigi (saya) di blog ini.

Pada kesempatan ini, saya ingin membahas karang gigi. Setiap orang akan mempunyai karang gigi, sesedikit ataupun sekecil apapun karang gigi itu. Sekalipun ybs rajin bersih-bersih gigi, entah itu sikat gigi, atau dg benang (dental floss) ataupun dg obat kumur.

Hal ini wajar, karena banyaknya kuman yg hidup dan berkembang biak di mulut. Terlebih seringkali kita lalai utk gosok gigi, entah karena malas ataupun karena faktor2 lainnya.

Saya sudah beberapa kali dibersihkan karang giginya. Terakhir, seingat saya, di tahun 2008, bersamaan dg hendak dipasangnya jaket gigi. Saya masih ingat, saat itu karang2 gigi dg ukuran cukup besar (utk karang gigi) diambil dan dibersihkan dari mulut saya. Cukup horor buat saya, melihat kerak-kerak berwarna kehitaman itu disimpan di atas (jika tidak salah) cawan.

Nah, beberapa waktu lalu, teman saya, drg Rara menawarkan bersih2 karang gigi GRATIS di klinik tempat dia bekerja. Tanpa pikir panjang lagi, saya langsung tertarik dan berencana bikin janji.

Well, faktor gratis mungkin jadi daya tarik, tapi sebenarnya saya sudah berencana ke dokter/klinik gigi sejak Desember 2010 lalu. Penyebabnya, gusi saya beberapa kali berdarah saat gosok gigi. Selain itu, saat gosok gigi, saya sempat lihat beberapa gigi saya sudah mulai kehitaman, pertanda plak/karang gigi sudah mulai menempel. Saya ingat, salah satu penyebab gusi berdarah antara lain karena karang gigi.

Sayangnya, saya tidak pernah sempat perika ke dokter gigi, hingga akhirnya hari Kamis lalu, saya minta ijin ke kantor utk ngantor lebih siang karena hendak bersih2 karang gigi. Usai disetujui, saya segera kontak Rara, diapun menyanggupi utk set jadwal jam 11 siang.

Jam 11 kurang sedikit, saya tiba di kliniknya. Ukurannya kecil, tapi peralatannya cukup canggih! Selain ada monitor utk melihat kondisi gigi kita, peralatan lainnya (menurut saya) lebih baik daripada peralatan di FKG UI yg saya kunjungi hampir 3 tahun lalu, eheh.

Ngobrol ngalor ngidul sebentar, akhirnya saya mulai duduk pasrah di kursi pasien. Sebelum memulai mengorek2 gigi, Rara mencek kondisi gigi saya. Menurutnya, kondisi gigi saya cukup bagus. Memang ada karang gigi, tapi tidak banyak. Lalu ada beberapa lubang gigi, yg dia rekomendasikan utk segera ditambal. Sempat dia tunjukkan kondisi gigi saya melalui layar di depan kursi pasien. Sebuah alat yg dilengkapi kamera masuk ke mulut saya, dan Rara mulai menjadi Rara the Explorer, menjelajahi dan menjelaskan kondisi gigi2 saya.

Usai memperlihatkan kondisi gigi, Rara mulai memainkan alat2nya, silih berganti mengorek, menusuk, mencabik, ah, maaf, lebaynya kumat,hehe. Yg jelas, desing bunyi bor kembali akrab dg telinga saya dan saya hanya bisa pasrah.

Beberapa kali saya merasa ngilu saat upaya pembersihan ini dilakukan. Tapi toh saya gentleman sejati, tidak perlu teriak2. Cukup mengernyitkan alis dan dahi. Kumur beberapa kali, saya dapati ludah dan darah bercampur. Yg mengherankan, saya tidak temui bongkahan2 (kecil) karang gigi. Ternyata menurut Rara, selain alatnya memang sekaligus menghancurkan karang gigi, ukuran karang gigi saya tidak terlalu besar jadi tidak sampai bergumpal-gumpal bentuknya.

Sekitar 45 menit mulut saya menjadi 'bahan mainan' Rara. Ditutup dg pengolesan semacam zat pelindung email gigi (eh, bener ga sich? entahlah) dg rasa stroberi, maka berakhir juga acara bersih2 karang gigi saya.

Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Rara atas tawarannya utk bersih2 karang gigi gratisnya. Gigi dan mulut saya sekarang terasa lebih bersih dan nyaman.

Idealnya, periksa gigi memang dilakukan tiap 6 bulan. Selain utk membersihkan karang gigi, juga utk mencek kondisi gigi kita, sehingga jika ada yg berlubang bisa segera ditambal untuk mencegah kerusakan yg lebih luas.

Anda mau dibersihkan karang giginya secara gratis? Mumpung promo lho dan waktunya terbatas! Jika berminat, silakan hubungi Rara di twitternya, @rara79. Mudah2an anda masih dapat sesi gratisan, hehe.

Gambar dari sini.

Moral story:
- kita seringkali abai dg kesehatan gigi, padahal cukup penting
- gosok gigi teratur, min 2 kali sehari, adalah cara paling mudah utk mengurangi kemungkinan sakit gigi
- bagi kaum muslim, sebaiknya mengikuti sunnah Rasul, yakni bersiwak tiap hendak wudhu
- cara menyikat gigi juga mesti diperhatikan