Wealaaahh...ini pemilik blog sudah mulai ngaco pikirannya. Lha kok bikin judul kaya gini toh?! Memangnya manusia itu mesin apa?

Hahahh...nope. Saya, alhamdulillah, masih punya akal sehat. Adapun jika saya membuat artikel dengan judul yg 'semena-mena' seperti di atas tidak lain dan tidak bukan gara2 saya sedang menggunakan waktu luang saya utk berpikir yg 'jauh' dari pekerjaan.

Judul artikel ini sebenarnya bisa disederhanakan kok. Manusia itu sesabar apa? Gampang tho? Enak tho?

Manusia itu memang unik, berbeda dengan makhluk2-Nya yg lain. Coba dibandingkan dengan air saja dulu. Air, entah itu air gunung, air hujan, air pam, ataupun air sumur, selama sifat kimiawinya H20, dia akan mendidih di suhu sekitar 100 derajat Celcius, alias 212 derajat Fahrenheit. Sementara, manusia, mempunyai titik didih (kesabaran) yg berbeda-beda.

Ada yg digoda senyum, sementara orang lain digoda dg kadar yg sama sudah manyun. Ada juga yg digoda dg kadar X masih senyum, begitu sudah 3X, senyumnya menghilang. Dan saat digoda dg 10X, marahlah dia. Dari sekian banyak tingkat kesabaran, beberapa orang bahkan mempunyai tingkat kesabaran yg mengagumkan (buat saya). Separah apapun kondisi yg mereka alami, mereka tetap tersenyum. Saya sampai berpikir, jangan2 mereka salah dalam menyikapi sabar. Atau urat saraf (jika ada) sabar mereka begitu tebalnya? Entahlah.

Rata-rata orang masih bersabar jika digoda 1-2kali. Namun jika terus menerus digoda dg hal yg sama, terlebih cenderung ke arah bullying, apalagi dg hal yg tidak disukai, maka ybs bisa ngamuk berat!

Di sisi saya, jika menemui orang2 yg sering menggoda (dan akhirnya cenderung mengejek) maka saya tidak akan merespond aksi mereka. Pada akhirnya, mereka sendiri yg akan merasa jengkel dan kesal karena aksi mereka tidak direspon seperti yg mereka harapkan (kita menjadi marah/kesal/hal negatif lainnya).

Paling parah jelas orang2 yg hidupnya menganut prinsip SENGGOL BACOK! Bisa dibayangkan berapa liter darah yg tumpah jika ybs lewat ke pasar senggol atau ke gang senggol? Dijamin setiap orang yg menyenggolnya akan terkena luka bacokan.

Saya? Oh, saya sendiri cenderung sabar orangnya. Sayangnya, masih ada orang yg salah tafsir dengan sabar (dan diam) yg saya lakukan. Mereka (akhirnya) cenderung mengeksploitasi dan meng-underestimate saya. Dan jika hal ini sudah terjadi, maka saya akan susun dan siapkan serangan balik yg barangkali akan berguna. Dan maaf saja jika apa yg mereka terima dari saya sangat menyakitkan, jauh lebih menyakitkan dari yg mereka lakukan ke saya. Toh, pembalasan itu terasa lebih manis kan? Hahaha.

Bagi sebagian orang 'iseng', mereka mengukur titik didih manusia dalam bentuk acara televisi. Contoh paling mudah adalah 'Boiling Points' dari MTV Amerika Serikat. Sementara di MTV Indonesia juga pernah ada yg serupa, sayangnya saya lupa judulnya. Beberapa acara lain sebenarnya punya maksud dan tujuan yg mirip2 juga, mengukur kesabaran (dan belas kasih) manusia. Sebut saja "Tolong", salah satu acara televisi yg sempat saya sukai (namun akhirnya saya tinggalkan karena saya cenderung melihat acara ini mengeksploitasi dan mempermainkan perasaan belas kasihan).

Jadi, berapa titik didih anda?

Gambar dari sini.

Moral story:
- manusia diberi kesabaran, sifat yg (setahu saya) tidak dimiliki makhluk lain (terutama hewan)
- sabar bukan berarti rela diinjak2. lawan jika memang diperlakukan semena-mena!