Sekitar 2 hari lalu, saya menerima email sebagai berikut:

Saya, Andreas Arry H, T.Pertambangan, Angkatan 1990, Institut Teknologi Bandung (ITB). Inilah masalah tragis yang menimpa saya, (Nama Rumah Sakit dan Paramedis belum dpt sy sebutkan gamblang, hanya inisial saja dulu. Teringat kasus “Prita” yg dituntut “Pencemaran Nama Baik” hanya karena email dari teman ke teman saja.)

Setelah usaha sy jatuh , modal habis & pekerjaan yg sy harapkan tdk kunjung dpt, menjadi supir sampai pemulungpun sy lakukan. Titik terang tiba2 muncul sy mendapat pekerjaan yg saya anggap bs mencukupi kel. Di tengah harapan bersinar, tiba2 masalah muncul. Sy tdk menyangka, kejadian tragis menimpa Sy, berawal dari :

18 Januari 2011 Stlh Istri positif hamil dgn alat test uji kehamilan, merasakan nyeri berat di bwh perut kiri & nyeri ringan di perut bwh kanan, saya langsung membawa istri saya ke RSPEC (inisial sedikit disamarkan) di kota Cirebon. Istri saya diperiksa Dokter Ginekolog dgn inisial Dr.S.A. Kami cerita semua keluhan termasuk nyeri hebat di Perut bwh kiri & nyeri ringan di perut bwh kanan.

Dr.S.A. menduga kemungkinan Hamil di luar kandungan (ectopic pregnancy/hamil ektopik). Kami diberi pengantar utk pemeriksaan Lab. (Menurut cerita Dr.S.A : Stlh Sel telur dibuahi sperma, akan naik menuju rahim melalui saluran tuba. Pada kehamilan ektopik kemungkinan embrio tersendat pd saluran tsb. Embrio akan trs berkembang & membesar di saluran tsb yg bisa mengakibatkan pecahnya saluran dan dpt menyebabkan pendarahan yg dpt berakibat sgt fatal)

19 Januari 2011 Pemeriksaan Lab. Oleh Dr.G.M. Hsl Lab diberikan dlm Amplop tertutup utk disampaikan kpd Dr.S.A (Sore harinya kunjungan ke 2) Stlh membaca hsl Lab, Dr.S.A. menyatakan istri sy mengalami hamil diluar kandungan. Harus segera dilakukan operasi. Sy mengikuti rekomendasi Dokter.

20 Januari 2011 Proses Oprasi, dilakukan oleh Dr.S.A.

21-22 Januari 2011. (Masa Perawatan Pasca Oprasi) Istri sy ttp merasakan nyeri berat pd bagian yg sama (perut bwh kiri) walau kadang ngilu tdk terasa brt. (Dugaan saya : mungkin krn obat penghilang rasa sakit). Dr.S.A bilang, “Itu biasa pasca oprasi,normal dan obat hrs ttp semua diminum” Sampai hr ke2 perawatan, perasaan nyeri berat pd perut bwh kiri msh ttp terasa sama spt sblm oprasi, tp nyeri mulai berat juga dirasakan pd bagian kanan.

23 Januari 2011. Dr.S.A. kembali melakukan pemeriksaan. Dia memberi rujukan pd Dokter Ahli saraf. Dr.H.D. Ahli saraf melakukan pemeriksaan. Dia menyatakan bahwa istri saya menderita saraf terjepit (pinched nerve) pd bagian perut bwh kiri dkt persendian. Penyembuhan dapat lewat terapi dan istirahat terlebih dahulu.

Kira2 1 jam kemudian Perawat mendatangi saya, Dr.S.A ingin bicara dgn sy di ruangannya. Sy menemuinya dan inilah perbincangan yg berakhir tragis tjd :

Dr.S.A. : Harus ada operasi kedua, ada penyumbatan di tuba bagian kanan.
Saya : (Saya heran) Lho… jadi sebenarnya penyumbatan pada tuba kiri ada atau tdk, Dok? Dr.Saraf td bilang nyeri yg masih istri sy rasakan disebelah kiri adalah karena sara terjepit.

Dokter.S.A. : (Diam agak lama) Istri Anda pada pertemuan awal tdk memberikan keterangan degan jls & lkp!
Saya : (Mengingat sebentar) Istri saya mengatakan semua keluhannya pd pertemuan awal Dok, termasuk keluhan pd sebelah kanan ! Menurut sy, yang paling valid kan hasil Lab itu Dok! Saya ingin lihat hasil Lab itu !”.

Dokter S.A. : Hasil Lab, hanya utk Dokter yg berkepentingan !
Saya : Tp utk membuktikan dimana kesalahan, kita hrs buka hasil sama2 ! (Dugaan saya Dokter tdk teliti membaca hasil Lab, karena keluhan berat istri sy pada perut bagian kiri maka secara spontan dia berpikir penyumbatan ada di tuba kiri, padahal nyeri sebelah kiri karena syaraf terjepit. Hamil ektopik sebenarnya ada pada saluran tuba kanan yg semula dirasakan nyeri ringan)

Dokter S.A : (Bernada keras) Sekali lg sy bilang, hanya utk Dokter! Anda sekolah kan ?! Tahu Etika tdk ?! Seharusnya Anda mengerti !

(Saya naik pitam. Rebut-merebut amplop terjadi, dan amplop itu pun robek. Dokter malah merobek lg kecil2 dan melempar ke muka sy. Saya jd tdk terkontrol, saya obrak-abrik ruangan dan saya tarik keras kerah baju Dokter. Dokter berteriak memanggil SATPAM… 3 orang Satpam masuk. Salah satu SATPAM memukul memukuli perut sy berkali2, seorang lg memukuli kepala saya dan mengarahkan tongkat ke kepala saya… dan sy tak ingat lagi apa yang terjadi)

24 Januari 2011
(Sewaktu sadar sy ada di ruangan sempit tanpa jendela. Kaki & tangan sy terpasung, sy berteriak2, tdk ada yg menghampiri. Agak lama kemudian seorang Ibu membawa makanan ditemani petugas jaga dtg. Sy minta ijin utk buang air kecil. Penjaga melepas ikatan & mengantar sy. Di kmr Mandi sy melihat jendela kaca yg lsg terkena sinar matahari, tanpa pikir panjang sy pecahkan kaca dgn tongkat pel yg kebetulan ada disitu. Saya loncat dan lari sekencang2nya. Masuk gang, berbelok2… sampai sy melihat warnet, dan sy masuk lansung ke bilik2 komputer utk bersembunyi.)

(Sy terdiam lama di dlm warnet apa yg mesti sy lakukan… sampai penjaga warnet bilang pencet tombol powernya dulu Pak. Stlh sy merasa agak tenang… barulah timbul ide menulis email ini. Sy sampaikan email ini ke teman sy Arif agar bs disebarluaskan. Terus terang sy butuh bantuan dan dukungan menghadapi masalah ini, sy tdk kuat sendirian.)

GERAK CEPAT & SEPONTANITAS MENGGALANG BANTUAN UNTUK SAUDARA KITA SATU
ALMAMATER YG SEDANG MENGALAMI PENDERITAAN.
MENDUKUNG BERDIRINYA YAYASAN UTK KEMANUSIAAN ALUMNI ITB.


Menyambung kiriman email dari Andreas. Setelah mendapat email ini, dan sempat berbincang2 (chat) dgn Andreas. Aku langsung mendatangi Andreas ke kota Cirebon pada tgl 24 Januari 2011. Aku melihat dia sangat lusuh, pucat dan terlihat di kepala masih ada bekas darah. Dia meminta tolongku menjenguk istrinya di RS. & menanyakan berapa biaya sampai saat ini.

Aku mendatangi RS menjenguk istrinya, wajahnya sangat pucat tampak menahan rasa sakit yg berat. Aku menemui bagian Administrasi, dia memberikan rincian sampai saat ini. Aku terkejut melihat rincian tersebut. Total biayanya Rp.65.350.000,- sudah dipotong deposit yg sdh dibayarkan saudara Andreas Rp.5.000.000,-. Rinciannya : Biaya Oprasi (1), Pemeriksaan Dokter,Lab,Perawatan, Obat2an & Penggantian alat USG (sekitar 30 jutaan) yg rusak di ruangan yang diobrak-abrik saudara Andreas (biaya ini yg paling besar). Belum termasuk biaya oprasi ke 2 & terapi saraf yg akan dilakukan.

Aku bernegosiasi dengan pihak R.S. Aku minta biaya pergantian alat bisa dibicarakan kemudian. Tapi Pihak RS meminta separuh dari total biaya diatas harus dilunasi. Operasi ke dua belum bisa dilakukan jika biaya tsb belum dilunasi. (Aku mengingat wajah istri Andreas yg pucat menahan rasa sakit, sampai seberapa lama dia bisa tahan.)

Aku sebagai teman baik telah membantu dan mendukung semampuku , tetapi bantuan dan dukunganku seorang diri tidak cukup rasanya.
Untuk itu Aku,
Nama : Zainal Arifin
Jurusan : Fisika ’90 ITB (102900744)

mengajak Saudara Semua sesama Almamater Alumni ITB untuk ikut berjuang menghadapi kasus penindasan terhadap salah satu Almamater kita. Kasus yang dihadapi saudara Andreas, adalah masalah kita bersama sesama Almamater ITB dan ini adalah masalah kemanusiaan.

Kita mulai dari komunitas yang paling kecil, bahwa menganiaya salah satu satu Almamater kita berarti melukai kita semua. Ayo jangan tinggal diam, lawan semua bentuk kekerasan dan kesewenang-wenangan, caranya :

1. Berikan bantuan secara suka rela sesuai kemampuan Anda. Seberapapun bantuan yang Anda anggap layak, akan meringankan beban saudara kita yang tengah berjuang untuk keluarganya dan demi haknya untuk menyatakan kebenaran. Sumbangan langsung ditransfer ke rekening yang bersangkutan (saudara Andreas) :
BCA, NO.Rek:
7940075844, a/n: ANDREAS ARRY H

2. Forward atau teruskan email ini ke seluruh Alumni ITB yang anda ketahui, baik yang Anda kenal maupun tidak. Dan sebarkan dalam mailing-list dan jejaring sosial yg Anda ketahui.

3. Berikan komentar/suara Anda untuk mendukung saudara kita yang sedang berjuang untuk keluarganya dan berjuang melawan kesewenang2an. Berikan juga dukungan terbentuknya “Yayasan Untuk Kemanusiaan Alumni ITB” yang segera didirikan untuk membantu kasus-kasus seperti dialami Saudara Andreas. Mungkin suatu saat masalah ini menimpa diri kita pula.

(Nama Rumah Sakit, Paramedis, termasuk SATPAM yang memukuli saudara Andreas akan dibuka setelah banyak mendapat dukungan dari saudara2 satu almamater. Jangan sampai beban saudara Andreas semakin bertambah spt pada kasus “Prita”. Kita pasti akan menuntut balas!)


Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata ini EMAIL PENIPUAN! Jadi, bagi alumni ITB yg menerima email seperti ini, SILAKAN ABAIKAN DAN TIDAK PERLU FW KE ALUMNI2 LAINNYA, KECUALI DITAMBAHKAN PERNYATAAN BAHWA INI PENIPUAN!!

Gambar dari sini.

Moral story:
- penipu selalu berusaha mencari celah utk mengeruk keuntungan
- selihai apapun penipu, akan ketahuan juga
- berita2 lain ttg penipuan yg direkam blog ini