Hari Kamis kemarin saya mengalami kejadian yg 'menyebalkan'.

Jadi begini, usai makan siang saya mampir ke Alfamart untuk membeli beberapa penganan. Saat hendak membayar, saya dapati dompet ternyata sudah kosong, jadi saya berpikiran untuk sekalian mengambil uang cash sebagai persediaan dan backup jika ada sesuatu di perjalanan.

Saya tarik tunai Rp 150 ribu saja. Cukuplah utk persediaan 1 hari.

Nah, entah bagaimana ceritanya, ternyata si duit itu tidak diserahkan oleh staf Alfamart. Saya? Entah kenapa, pikiran saya siang itu kok ga ngeh dengan duit. Usai menerima bon dan kartu debit, saya segera ngeloyor keluar toko dan kembali ke kantor.

Malamnya, saat hendak membayar tukang baso, barulah saya ngeh bahwa duit Rp 150k itu tidak ada. Sempat panik juga, soalnya di rumah agak susah cari ATM.

Jumat pagi, usai mampir ke kantor, saya langsung menuju ke Alfamart, toko yg sama. Saat saya bicara dg salah seorang staff, ternyata dia langsung mengenali saya dan tahu kasusnya. Menurut dia, kasir yg kemarin melayani saya memang lupa utk memberikan uangnya. Tidak sampai 10 menit, uang Rp 150k sudah ada di tangan saya. Kata staf tsb, uangnya langsung dipisahkan agar bisa segera diserahkan jika saya datang kembali. Alhamdulillah, kalo rejeki memang tidak pergi ke mana.

Salut saya untuk para staf Alfamart yg jujur. Bukan masalah besar uangnya, tapi mereka (jika tidak salah ada 3 orang staf saat saya belanja) mengingatkan dan menjaga uang pelanggan sehingga tidak menyulitkan si pelanggan saat menagih kembali. Barangkali pihak Alfamart bisa memberikan reward, sebagai bentuk penghargaan atas kejujuran mereka.

Moral story:
- kejujuran adalah barang yg langka dan mahal. beruntunglah orang2 yg masih memegang kejujuran.