Sudah sekitar seminggu ini, saya membaca berita ttg komentar2 Menkominfo mengenai Blackberry. Komentar2nya antara lain RIM memasang servernya di Indonesia, dengan dalih agar pihak Kepolisian mudah melakukan penyelidikan dan mencari barang bukti jika ada kejahatan yg dilakukan dg menggunakan BB sebagai media komunikasi.

Belakangan, Menkominfo ini menyatakan agar RIM (penyedia layanan BB) menutup akses ke situs2 porno. Kemudian disusul dengan himbauan (yg bersifat memaksa dan mengancam) agar pihak RIM membayar pajak karena sudah mendapat keuntungan yg cukup besar bla bla bla (lihat di gambar di atas, poin 4).

Terus terang, saya merasa jenuh dan terheran-heran dg pernyataan2 Menkominfo ini.

1. Jika server data ada di Indonesia, okelah pihak Kepolisian bisa menyelidiki kejahatan. Tapi dengan kondisi dan kinerja Kepolisian yg ada sekarang, saya malah ragu2 dan tidak percaya. Bagaimana jika malah Kepolisian menutup2i dan menghapus datanya?

2. Seperti yg dikatakan Onno Purbo, yg penting itu dapat akses admin + pwd. Ga penting banget itu server ada di mana.

3. Gara2 Menkominfo ribut agar RIM menutup akses ke situs porno, saya malah baru tahu kalo BB (masih bisa) mengakses situs porno! *dalam kasus ini saya menilai Menkominfo melakukan blunder yg malah membahayakan, karena banyak orang yg sebelumnya tdk tahu BB bs dipakai mengakses situs porno, kini jadi tahu*

4. Masalah pajak dan keuntungan, hemat saya, hal ini sudah masuk dalam tarif yg diberlakukan saat mendaftar BB. Atau memang pemerintah doyan malak para pebisnis? ;-)

5. Dari beberapa teman saya dapatkan informasi (entah benar atau tidak) bahwa penempatan data server di Indonesia sebenarnya UUD (ujung2nya duit). Dengan menyimpan data server di Indonesia, para operator tidak perlu membeli bandwith (utk kirim data ke server RIM di Kanada). Malah RIM yg mesti menyediakan sendiri bandwidthnya.

6. Pernyataan "minta jatah" dari Menkominfo, buat saya pribadi sangat merendahkan harga diri. Malu saya mesti minta-minta seperti itu! Kembali ke poin 3, apa memang pemerintah itu tukang palak?

7. Ada yg berpendapat jika RIM dikenai aturan sensor pornografi, terkena pajak, dan menyediakan server di Indonesia, kenapa Apple, Yahoo, Google tidak diberlakukan hal yg sama? Saya terbahak-bahak saja membaca pendapat ini.

8. Pernyataan Indonesia sudah menjadi sapi perah RIM itu salah, mestinya RIM yg jadi sapi perah (pemerintah) Indonesia, hahaha.

Ah, Indonesia ternyata kian menunjukkan eksistensinya menjadi negara dagelan dan negara pemalak!

Moral story:
- JIKA SEBUAH URUSAN TIDAK DITANGANI OLEH AHLINYA/ORG YG KOMPETEN, TUNGGULAH KEHANCURANNYA!!

- Oya, kemarin ada para fanboy yg membabi buta mendukung sikap Menkominfo ini dan mengait2kannya dg nasionalisme. Nasionalime dari Hongkooongg?? Ini sih sudah jelas, UUD kok!