2010 baru saja kita lewati. Sedikit banyak kisah yg kita lalui, entah itu sedih, senang, bikin marah, kesal dan macam2 lah.

Saya yakin, mayoritas dari pembaca biasanya membuat sebuah resolusi di awal tahun. Tapi saya tidak tahu pasti, berapa banyak dari kita menengok lagi resolusi yg telah dibuat. Atau malah sudah lupa resolusi2 apa saja yg telah dibuat, saking banyaknya perubahan yg terjadi sepanjang tahun?

Saya sendiri bukan resolusi lover. Apalagi jika mesti detail dan rinci. Bukan, bukan berarti saya tidak punya visi dan tujuan untuk 1 tahun ke depan, melainkan saya orangnya lebih suka ikut arus, mengalir apa adanya. Well, saya jelas punya cita-cita dan mimpi yg saya inginkan di awal tahun, tapi saya orangnya fleksibel. Ketika cita-cita dan mimpi saya ternyata memang tidak terjangkau, maka saya alihkan ke mimpi-mimpi dan cita-cita yg baru, yg barangkali tidak terpikir sebelumnya.

Tapi sebenarnya yg menjadi penyebab saya tidak begitu suka resolusi adalah karena saya benci jika saya gagal memenuhi resolusi2 saya karena hal2 yg sepele dan di luar jangkauan saya. Anda boleh bilang saya orangnya perfeksionis, tapi sebenarnya tidak juga. Hanya saja, pekerjaan yg saya tekuni selama ini membuat saya cenderung tidak toleran jika saya mengecap kegagalan akibat kesalahan orang lain.

Di tahun 2010 sendiri, saya punya 2 kenangan terbesar.

Pertama, jelas kehadiran neng Mika.
Bisa dikatakan lahirnya neng Mika adalah sebuah hal yg sangat saya dan Wify nanti2kan begitu lama. Anda bisa baca kisahnya di sini dan sini serta di sini.

Di usianya yg sudah 6 bulan lebih, sudah begitu banyak keajaiban yg diperlihatkan neng Mika kepada kami. Dan keajaiban2 itu yg membuat kami kian merasa kecil di hadapan-Nya serta (kian) menyadari bahwa masih banyak hal yg mesti kami pelajari dan kuasai sebagai orang tua.

'Sialnya', hingga usianya yg menjelang 7 bulan ini, saya tidak sempat bercerita banyak ttg Mika, kecuali melalui pemuatan foto2nya di sini.

Insya ALLOH jika saya ada waktu agak luang untuk menuliskannya, saya akan tuliskan dan muat di sini. ;-)

Kedua, pindah kerja.
Bagi banyak orang, pindah kerja adalah hal yg gampang dan tidak perlu diambil pusing. Bagi saya, kerja di suatu tempat adalah suatu kepuasan, selain karena saya sifatnya (so far) loyal. Dengan demikian, bisa dikata saya hampir jarang mau pindah kerja kecuali memang ada kondisi yg sedemikian terpaksa.

Nah, cerita saya pindah kerja di tahun 2010 ini sebenarnya bisa dibilang 'tidak sengaja' (benar2 rejeki dari-Nya). Pertama, saya tidak ada masalah (yg berarti, menurut saya) di kantor. Jadi, tidak ada faktor bentrok di kantor, untuk membenarkan alasan pindah. Kedua, saya 'nekad' mengirim cv saya ke alamat email dengan domain hotmail.com, hahaha.

Saya tertawa karena nekad memang cocok dg kondisi saat itu. Beberapa kali (2-3 kali) saya sempat 'iseng' mengirim email (cv + surat lamaran) ke alamat email gratisan. Dan ternyata yg mengontak saya adalah para penipu. Untungnya saya sempat mengalami, dikontak dan diwawancara oleh para penipu tersebut, jadi lebih mawas diri.

Walhasil, ketika akhirnya saya mengetahui bahwa pemilik alamat email itu adalah manajer operasional dari perusahaan yg cukup besar, giliran saya yg tercengang-cengang dan terheran-heran. Dan alhamdulillah, saya diterima kerja.

Pada kasus pertama, Mika adalah sesuatu yg diharapkan, dengan kata lain saya sebenarnya tidak perlu resolusi utk menjadi bapak (muda), karena insya ALLOH Mika memang akan lahir di 2010. Sementara utk kasus kedua, seperti saya bilang, itu 'ga sengaja', walhasil saya tidak perlu ngotot2 banget utk keluar kerja.

Anda sendiri punya cerita apa tentang 2010 dan resolusi?

Gambar dari sini.

Moral story:
- saya bukan resolusi lover
- saya salut dg teman2 yg selalu punya resolusi di awal tahun dan BERNIAT memenuhinya, apapun itu resikonya
- jika ada yg tetep 'maksa' ingin tahu resolusi saya (halah, ge-er banget), resolusi saya sederhana saja. menjadi lebih baik dari yg sudah2. sederhana tapi maknanya dalem lho, xixixi... ;-)