10/27/2010



Berawal dari plurknya si Werekitten di sini, aku tertarik untuk berbagi pengalaman dengan teman2, mengenai cara berburu tiket (pesawat) yang murah.

Nope...ini bukan promosi tiket yg sering dilakukan oleh beberapa airlines, justru ini adalah 'trik' dari para airlines utk mendapatkan penumpang yg loyal. Dengan trik ini, anda bisa mendapatkan tiket pesawat dengan harga yg cukup miring.

Jadi begini, harga tiket pesawat terbang itu pada dasarnya bervariasi. Ada beberapa parameter yg mempengaruhi harga tiket pesawat:
1. Rentang waktu pemesanan tiket menuju jadwal/hari keberangkatan. Maksudnya, jika anda hendak pergi tgl 4 November 2010, anda akan mendapat harga tiket yg berbeda jika anda memesan tgl 20 Oktober 2010 ataupun tgl 1 November 2010.

2. Event. Ini sih sudah pasti. Menjelang lebaran, natal, dan tahun baru, anda akan dapati harga tiket akan melonjak hebat, membuat mata anda melotot dan dompet menipis dg cepat, haha.

3. Kelas. Ini juga sudah pasti. Ekonomi dan bisnis jelas beda lah, lha wong kenyamanannya juga beda.

Nah, aku pernah diberitahu salah seorang kenalanku, bahwa sebenarnya tiket pesawat itu ada subsidi silang. Dan 'celah' inilah yg hendak kita incar!

Jadi, jika dalam 1 pesawat ada 40 tempat duduk, ada pembagian harga tiket. 20 tiket harga mahal (terutama ditujukan utk yg memesan di last minute, lihat poin 1, atau utk event2 tertentu, lihat poin 2), lalu 15 tiket harga 'standar' dan 5 tiket harga MURAH! Komposisinya tidak pasti, ini hanya gambaran kasar saja.

Berdasarkan pengalaman kenalanku itu, dia mendapatkan tiket murah (dengan definisi murah = harga bisa 20-30% lebih murah dari harga tiket standar) dengan cara:
1. memesan tiket 1 minggu sebelumnya

2. minta ke pihak airline utk mesan tiket murah. aku lupa istilahnya. oya, telpon pihak airlinenya sebaiknya pagi, sebelum jam 9. menurut kenalanku, siang dikit (sekitar jam 9), tiket murah ini sudah tidak ada.

Kenalanku itu memesan tiket Gar*da dengan tujuan Padang. Tiket normal sekitar 400 ribu, dia bisa dapat 300 ribu kurang (seingatku).

Anda mau coba? Semoga berhasil dan selamat jalan2!!

Moral story:
- bepergian dg pesawat itu menyenangkan. cepat sampai...meski harganya ya agak mahal.
- sebenarnya ada tiket2 murah yg ditawarkan oleh airlines, namun tidak diumumkan.
- cara di atas bukan jaminan berhasil. kenalanku mencobanya di tahun 2007, hehe.

Posted on Wednesday, October 27, 2010 by M Fahmi Aulia

5 comments

10/26/2010



Sudah beberapa hari ini aku menyukai sebuah lagu yg mempunyai irama/beat cukup 'kencang' sehingga (menurutku) lagu ini cocok untuk memompa dan menaikkan semangat (kerja). Selidik punya selidik, ternyata lagu ini dibawakan oleh Maylaffayza, salah satu artis yg cukup aku sukai, terutama penampilannya saat bermain biola.

Ubek2 youtube, dapat video clipnya. Dari sini aku dapatkan liriknya.

Enjoy!!




O..e..o.. o..e..o.. o..e..o..
O..e..o.. o..e..o.. o..e..o..

Hariku indah, hidupku cerah
Marilah kita nyanyikan o..e..o..
Hatiku jernih, tekadku bulat
Marilah kita sorakkan o..e..o..

Un dos tres
Marilah.. Sukaria
Teruslah.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tersenyum.. Sukaria
Tertawa.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria

O..e..o..

Hariku indah, hidupku cerah
Marilah kita nyanyikan o..e..o..
lyricsalls.blogspot.com
Hatiku jernih, tekadku bulat
Marilah kita sorakkan o..e..o..

Un dos tres
Marilah.. Sukaria
Teruslah.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tersenyum.. Sukaria
Tertawa.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tangismu.. Sukaria
Harumu.. Sukaria
Lepaskan.. Sukaria
Rasamu.. Sukaria
Saatnya.. Sukaria
Rasakan.. Sukaria
Harimu.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria

O..e..o.. o..e..o.. o..e..o..

One two three four
Sukaria, sukaria, sukaria, sukaria
Sukaria, sukaria, sukaria, sukaria
Sukaria, sukaria, sukaria, sukaria

Janjiku rayakan sukaria ini sekarang
Janjiku rayakan sukaria ini bersama-sama

Marilah.. Sukaria
Teruslah.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tersenyum.. Sukaria
Tertawa.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tangismu.. Sukaria
Harumu.. Sukaria
Lepaskan.. Sukaria
Rasamu.. Sukaria
Saatnya.. Sukaria
Rasakan.. Sukaria
Harimu.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria

Marilah.. Sukaria
Teruslah.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tersenyum.. Sukaria
Tertawa.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tangismu.. Sukaria
Harumu.. Sukaria
Lepaskan.. Sukaria
Rasamu.. Sukaria
Saatnya.. Sukaria
Rasakan.. Sukaria
Harimu.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria

Posted on Tuesday, October 26, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

10/23/2010



Akhirnya aku tambahkan juga fitur ini. Iseng2 saja, untuk melengkapi template blog yg sudah mirip dg Facebook.

Tutorialnya bisa diambil dari sini. Cukup mudah untuk diimplementasikan kok. :-)

Gambar diambil dari sini.

Moral story:
- jangan tanggung2 jika hendak menambah fitur/aksesoris
- pastikan fitur tambahan tidak terlalu memberatkan

Posted on Saturday, October 23, 2010 by M Fahmi Aulia

2 comments



Sebuah kendaraan bermotor membutuhkan tune up, yakni sebuah proses 'pembenahan' dan penyetelan ulang komponen2 dan mesin2 di dalamnya. Tujuannya? Tentu saja untuk memperbaiki kondisi serta mendapatkan kinerja yg optimal. Dengan demikian, si pemilik kendaraan tentu akan semakin nyaman dalam menggunakan kendaraan bermotor.

Tune up bisa dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh diri anda sendiri. Hanya saja, aku yakin tune up-nya tidak akan optimal, kecuali anda memenuhi 2 syarat berikut. Pertama, anda benar2 paham dengan mesin. Yang kedua, anda memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk tune up.

Walhasil, aku yakin kebanyakan dari pembaca artikel ini setuju jika tune up dilakukan di bengkel. Di sana terdapat montir dan peralatan yang menunjang kegiatan ini.

Pilihan berikutnya, bengkel resmi atau tidak resmi? Bengkel resmi tentu akan menjadi pilihan pertama, JIKA PUNYA DUIT, hehehe. Alasannya jelas. Bengkel resmi mempunyai staf yg handal, peralatan yg lengkap (dan canggih) dan punya kinerja yg standar. Dengan demikian, bisa dipastikan kualitas kerja mereka bisa dipertanggungjawabkan. Bisa dikatakan bahwa bengkel resmi menyandang 'beban' merk. Logikanya, bengkel resmi ini tidak akan sembarangan dalam bekerja.

Akan tetapi jangan salah, bukan berarti bengkel tidak resmi kualitasnya jelek. Jika anda sempat berjalan-jalan di Jakarta di akhir pekan, cobalah lewat di daerah Warung Buncit. Anda akan melihat banyak bengkel (tidak resmi) yg begitu penuh dengan para pelanggan mereka.

So, dengan kata lain, resmi dan tidak resmi sebenarnya sebuah alternatif ataupun pilihan. Kualitas bukanlah jaminan.

Dan itu yg aku alami, kekecewaan usai menggunakan jasa sebuah bengkel resmi.

Cerita dimulai tgl 9 Oktober 2010 lalu. Kebetulan ada urusan di Bandung, maka aku sempatkan diri untuk mengunjungi sebuah bengkel resmi di daerah Pasteur. Tujuannya jelas, untuk mencek kondisi kendaraan, tune up. Selain itu, aku minta untuk dicek kondisi lampu belakang dan kondisi lampu depan.

Kendaraan masuk sekitar jam 11 lebih sedikit dan bisa diambil sekitar jam 3. Cukup lama menurutku, tapi it's ok, aku tidak mau ambil pusing. Toh aku jadi bisa melakukan beberapa kegiatan lainnya.

Sayangnya, saat aku ambil kendaraan, aku merasakan beberapa ketidakberesan. Ketidakberesan ini diperkuat pada saat aku dan keluarga (Wify dan Mikaila serta Nenek) kembali ke Jakarta, di antaranya:

- Kondisi mesin yg malah memburuk. Jika sebelumnya aku bisa memacu di angka 140 km/jam, maka usai 'tune up' (sengaja aku beri tanda kutip) malah kecepatannya mentok di angka 100 km/jam.

- Hal lain yg menjengkelkanku adalah mesin menjadi sering 'loss power'. Jadi, jika kita sedang di jalanan yg menanjak, meski sudah ambil ancang2, katakanlah mobil sedang dipacu pada kecepatan 80 km/jam, maka kecepatan mobil akan mendadak turun hingga 20 km/jam. Dan ini JELAS MEMBAHAYAKAN KESELAMATAN, baik si pengguna kendaraan maupun pengguna jalan yg lain!!! Akibatnya, aku seringkali mesti minggir ke kiri untuk memberi kesempatan mobil lain untuk menyusul. Yang menyedihkannya, truk gandeng pun bisa menyusul kami, saking pelannya kendaraan kami melaju!!

- Penyakit lain yg tiba2 muncul adalah mesin yg kurang responsif. Apabila aku sedang berhenti karena lampu merah, maka pada saat hijau, kendaraan akan menjadi 'bloon' dan telmi, karena meski aku sudah meng-gas, tapi jalannya begitu lambat. Mirip dg poin sebelum ini. Efeknya jelas, aku sering diklakson oleh para pengguna kendaraan di belakangku!

- Mesin yg tidak bisa diatur. Ada kalanya aku meng-gas, mesin cenderung pelan dan lambat bereaksi. Namun, terkadang saat aku tidak terlalu nge-gas, eh...si mesin 'loncat' ke depan dan menggerung2. Efeknya jelas, BOROS BENSIN!!

- Lampu kanan depan tidak diperhatikan. Walhasil, masih tetap mati!

Hari Minggu pagi, 10 Oktober 2010, aku menelpon lagi ke bengkel dan mendapat jawaban dari petugas piket agar membawa kendaraan di hari Senin utk diperiksa ulang. Tentu saja jawaban ini aku tolak mentah-mentah, mengingat Minggu sore kami mesti segera kembali ke Jakarta.

Dan sebagai konsekuensinya, selama seminggu, aku mesti tabah menghadapi sekian penyakit tersebut! Hingga akhirnya aku berkesempatan lagi datang ke Bandung tgl 16 Oktober 2010. Aku kembali ke bengkel tersebut, mengeluhkan hasil tune up yg tidak ok. Bukan tune up jika begini, tapi tune down! Heheh...

So, seorang staf kembali membawa kendaraanku untuk diperiksa. Seraya menunggu kendaraan diambil, aku kembali beraktivitas.

Di tengah aktivitasku, aku ditelpon oleh staf bengkel. Sebuah PERTANYAAN (aku sebut sebagai sebuah TUDUHAN) YG MENYAKITKAN DAN TIDAK BERDASAR dilontarkan oleh mereka. Dia bilang begini (lebih kurang, agak lupa detilnya),"Pak, apakah setelah dari bengkel kami, Bapak pernah mengubah setting kendaraan Bapak di bengkel lain? Karena kami lihat settingannya sudah berubah!"

SEBUAH BENTUK KEKURANGAJARAN DAN CARA UNTUK MENGHINDARI TANGGUNG JAWAB!!

Bagaimana tidak kurang ajar, aku sudah jawab bahwa aku TIDAK PERNAH MENGUBAH APAPUN usai dari bengkel mereka, staf tetap ngotot bahwa settingan mesin berubah! Nyaris aku emosi berat dg tuduhan ini! Aku jawab,"USAI DARI BENGKEL BAPAK, SAYA TIDAK PERNAH MENGUBAH APAPUN! LAGIPULA SAYA LEBIH SUKA PAKAI BENGKEL RESMI, BUAT APA SAYA MESTI MENGUBAH DI TEMPAT BUKAN RESMI?"

Singkat cerita, aku bisa mengambil kendaraan. Si staf mengatakan bahwa kendaraan sudah bisa mencapai kecepatan 140 km/jam. Aku tidak yakin hingga aku bisa mencobanya sendiri. Demikian juga dg pernyataan dia bahwa responsif mesin sudah membaik, tidak serta merta aku percaya. Si staf sempat menawarkan untuk mencuci kendaraan, namun aku tolak.

Saat aku cek kondisi kendaraan, ternyata kembali aku dibikin kecewa oleh kinerja bengkel ini.

- Sabuk pengaman penuh dengan oli.

- Karpet juga penuh dg jejak oli dari kaki (terlihat dari bentuk tapak kaki).

- Responsif mesin masih tidak normal, meski agak lebih baik dari minggu lalu.

- Lampu kanan depan tidak diganti karena TIDAK ADA BOHLAM LAMPU 100 WATT.

Yang mengesalkan, saat aku komplain lagi ttg hal ini, aku diminta datang lagi hari Senin (18 Oktober 2010) atau Sabtu depan (23 Oktober 2010/hari ini). Usai diskusi dengan Wify, aku putuskan untuk BERHENTI menggunakan jasa bengkel ini untuk memperbaiki kondisi kendaraanku. Biaya, tenaga dan waktu bolak balik Jakarta-Bandung malah terbuang lebih banyak sementara outputnya tidak sesuai dengan yg diharapkan.

Ah, intinya, layanan resmi ternyata mengecewakan!

Gambar dari sini dan bukan yg sebenarnya.

Moral story:
- bengkel resmi tidak menjamin hasil kerjanya bisa diandalkan

Posted on Saturday, October 23, 2010 by M Fahmi Aulia

3 comments

10/20/2010



Hari ini kita memasuki salah satu tanggal yg unik, yakni 20-10-2010, yg bisa dituliskan sebagai 20102010. Sebuah waktu yg sedemikian unik, sama seperti 10-10-10 yang konon membuat para penghulu kelabakan saking kebanjiran order, gara2 banyak calon pengantin yg meminta mereka datang utk meng-sah-kan pernikahan mereka.

Aku sendiri tertawa geli melihat begitu banyak orang yg terobsesi dg tanggalan unik seperti ini. Well, jika untuk mengenang momen, bolehlah dan masuk akal jika banyak orang berlomba untuk menikah di tanggal istimewa tersebut.

Seorang temanku memilih tanggal yg unik juga untuk pernikahannya. Dia dan istrinya menikah di tgl 11-10-09. Hahaha...lucu juga, tanggalannya hitung mundur. Semoga saja pernikahannya tetap maju, tidak lantas ikut2 mundur, hahaha.

Intinya, jika menggunakan tanggal2 unik untuk mengenang MOMEN PERNIKAHAN, aku tidak keberatan.

Hanya saja, saat aku membaca tweet Amril ini, aku terhenyak. Di sana tertulis
Besok, ada kawan siap melahirkan secara Caesar di angka unik 20-10-2010. Unik dan sbh cara mengingat yg monumental :)

Sejenak, aku merasa deja vu. Hal yg sama, NYARIS aku lakukan ke Mika. Di bulan Mei, akhir bulan, aku dan Wify sempat berpikir agar Wify melakukan operasi cesar di tgl 27 Mei. Alasannya agar ulang tahun Mika sama dengan ulang tahunku.

Namun, keinginan ini, alhamdulillah, kami batalkan. Penyebab utamanya adalah, melakukan operasi cesar dg pertimbangan tanggal adalah BENTUK EGOISME ORANG TUA dan KESOMBONGAN MANUSIA TERHADAP SANG PENCIPTA!

Bagaimana tidak?

Anak yg berada di dalam kandungan normal tentulah sudah mempunyai jadwal lahir yg telah disesuaikan dengan perkembangan badan (dan mental) si anak. Dengan melakukan operasi cesar, terutama jika BUKAN KONDISI DARURAT, sebenarnya si ortu telah menyetir kehidupan si anak.

Aku yakin salah 1 alasan klise si ortu karena ortu berniat baik, karena dg tgl istimewa tersebut, maka akan mudah diingat. Tapi di sisi lain, si ortu telah merampas (dengan sengaja walaupun tidak sadar) kebebasan si anak untuk menentukan waktu lahirnya sendiri.

Dengan semena-mena, karena egonya, si ortu menyuruh anaknya, yg seharusnya masih mengenyam kehangatan dunia rahim si ibu, untuk keluar secara paksa dan dihadapkan dengan kerasnya hidup di dunia.

Operasi cesar sebenarnya mempunyai kelemahan besar, yakni pertama, sulit keluarnya ASI si ibu. Kedua, waktu penyembuhan yg lebih lama.

Dengan demikian, ego ortu telah menyebabkan 2 kerugian kepada si bayi, yakni waktu lahir yg dipaksakan dan kian lamanya si bayi untuk bisa merasakan asi. Selain itu, egoisme ini juga menyebabkan si ibu menderita lebih lama.

So?

So, aku merasa prihatin dan kasihan dg ortu2 yg memaksakan anaknya lahir karena momen. Sayang sekali wahai orang tua yg tidak bijak, anak anda menjadi korban egoisme anda.

Aku tidak bisa bayangkan, bentuk egoisme apalagi yg akan dilakukan ortu2 tersebut kepada anaknya.

Gambar diambil dari sini.

Moral story:
- kita akan sering dapati tanggal2 yg unik.
- keunikan tanggal sebenarnya bergantung dari sisi kita mengisi hari tersebut.
- operasi cesar hendaknya tidak dilakukan sembarangan, kecuali benar2 nyawa bayi dan ibunya dipertaruhkan.
- ternyata banyak ortu yg egois, dengan memaksa anaknya lahir melalui operasi cesar pada tanggal2 yg unik.

Posted on Wednesday, October 20, 2010 by M Fahmi Aulia

2 comments

10/12/2010



Selama 2 hari ini, aku membaca berita bahwa nun di Taiwan sana, Indomie ternyata dilarang beredar. Alasan pemerintah Taiwan, Indomie mengandung bahan yg berbahaya, bahan pengawet yg terlarang, methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid. Dua unsur itu hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik.

Ini sungguh mengherankan, karena sebenarnya Indomie sendiri sebenarnya sudah diekspor ke berbagai selama lebih dari 20 tahun. Bahkan jika anda pernah ke Belanda, Indomie merupakan salah satu makanan yg populer.

Dari bapak ini, aku dapatkan informasi bahwa sebenarnya kedua zat tersebut tidak berbahaya untuk makanan (silakan baca di sini).

Aku sendiri salah satu 'penggila' Indomie, terlebih lagi saat masih kuliah. Sehari bisa 3x makan Indomie, sekali makan bisa 2 bungkus dg 2 telor! Hahaha. Sejak menikah, Wify sudah ancang2 untuk mengerem kegilaanku dg Indomie ini, sehingga hanya boleh makan Indomie tiap 3 hari. Menurut Wify, zat lilin yg ada di Indomie baru bisa terurai setelah 3 hari.

Yo wis, biar hidup makin sehat, aku ikuti saran Wify. Ndak ada ruginya toh?

Ok, kembali ke masalah Indomie ini. Kadang aku berpikir, orang Indonesia itu super ajaib dan punya daya hidupnya (survive) yg begitu tinggi. Bagaimana tidak? Di saat negara2 lain ribut dg kondisi dan komposisi makanan yg tidak sehat, alhamdulillah, orang2 Indonesia adem ayem saja. Tidak terlalu ribet dan panik. Barangkali ini memang anugerah dari-Nya.

Padahal jika ingat cerita teman2 dan adik2ku yg sempat mengenyam pendidikan/tinggal di luar negeri, biasanya pada saat mereka kembali ke Indonesia lalu makan masakan Indonesia (apalagi yg di pinggir jalan), dijamin berbagai penyakit akan menyerbu mereka. Aku ingat, ada kenalan yg 3-4 tahun di Belgia (atau Swiss ya?) lalu saat pulang ke Bandung beli batagor. Dan ybs sukses mencret selama 1 minggu.

Sempat beredar isu, bahwa isu ini sengaja ditiupkan untuk menurunkan nilai saham Indofood. Pada saat nilai saham turun, akan diserbu dan diborong oleh orang2 tertentu.

Ckckckc...persaingan bisnis memang kejam!!

Oya, omong2, bagaimana dg seseorang yg menggunakan jingle Indomie utk kampanye kemarin ya? Apakah ybs juga berbahaya? Xixixi...

Ah, sudahlah, lebih baik makan Indomie rasa mie goreng saja, favoritku. Errr...wait...ternyata Wify melarang, karena baru kemarin aku makan. Haiyaahhh... nasib...nasib...

Moral story:
- Indomie itu wenaaakkk...
- Nampaknya ada yg hendak memancing di air keruh
- Apa rasa Indomie kesukaan anda?
- Jika Indomie berbahaya, tdk perlu kuatir. Masih ada Sarimi, Mie Sedap, Sarimi, hahaha..

Gambar dari sini.

Posted on Tuesday, October 12, 2010 by M Fahmi Aulia

5 comments



Tak terasa, blog ini telah kosong selama beberapa waktu.
Kesibukan telah banyak kulalui, terutama 1-2 bulan terakhir.
Dan kini saatnya aku menunggu untuk masa depan yg lebih baik.

Foto dari sini.

Posted on Tuesday, October 12, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments