5/20/2010

Segala sesuatu di dunia pasti ada permulaan (hal pertama). Dan kali ini, untuk pertama kalinya aku mengalami kecelakaan, bersepeda motor.

Oya, mesti aku ingatkan dahulu, kecelakaan ini terjadi bukanlah karena aku ber-BB atau ber-handphone seraya bermotor. Nope. Aku orangnya cukup strict dan cukup waras untuk tidak melakukan hal2 sebodoh itu. Dan, maaf, aku tidak bersimpati ataupun kasihan dengan orang2 yg celaka dikarenakan ulah (bodoh) mereka.

Kejadian kecelakaan kemarin ini sebenarnya sudah ada firasat sebelumnya.

Pertama, eMBi sejak pagi tidak mau diam. Adalah hal di luar kebiasaan eMBi utk bangun pagi (jam 6-7 pagi), apalagi aktif seperti itu. So, Wify sudah wanti2 kepadaku sejak aku hendak berangkat ke kantor agar berhati-hati. So, aku ngantor dengan kondisi lebih hati2. *setidaknya menurutku*

Kedua, kehati-hatianku ternyata masih belum cukup. Firasat kedua terjadi di jalan. Saat aku hendak ambil ke kanan, mobil sedan Toyota (aku tidak terlalu ngeh tipenya) mendorongku. Nope..bukan menabrak, tapi mendorong, karena bodynya menyentuh knalpot si Red Banzai. Sedikit terkejut, aku langsung menoleh ke belakang. Rencananya hendak 'bikin masalah', tapi aku batalkan. Lebih baik cepat2 berangkat ke kantor.

Ketiga, masih di jalan. Di belokan dekat STEKPI, sebuah motor keluar dan belok kiri. Entah kenapa, tiba2 si perempuan ini jatuh dan tertimpa motornya. Karena kejadiannya begitu cepat, aku hanya bisa melihatnya sekilas. Kecepatan Red Banzai di angka 50-60 km/jam membuatku agak 'kagok' untuk berhenti dan memberi pertolongan.

Keempat, saat perjalanan ke Pertamina. Entah kenapa, aku merasa mengantuk yg teramat sangat. Padahal semula segar bugar. Walhasil aku perbanyak dzikir dan istighfar, karena lalu lintas cukup ramai. Dan tahu sendiri kan, lalu lintas di Jakarta bisa dibilang cukup mengerikan karena menelan banyak korban jiwa.

Kelima, sore hari Wify menelponku, mengatakan eMBi masih (terlalu) aktif bergerak. Wify juga mengingatkan agar aku tetep banyak doa. Aku aamiinkan.

Lima firasat di atas sebenarnya sudah cukup untuk memberitahuku bahwa something wrong akan terjadi. Namun karena hingga sore hari tidak terjadi apa2, aku agak abai hal tersebut.

Pulang ngantor, aku bertemu teman2 di daerah Sudirman. Sepulangnya dari sana, kejadian ini berlangsung.

Cuaca Jakarta sedang gerimis, so aku lebih hati2 karena jalanan yg licin berpotensi menimbulkan kecelakaan karena ban yg slip.

Nah, saat hendak melewati gedung Patra Jasa, aku berniat menyalip sebuah mobil, maka aku ambil kanan dong sesuai aturan. Posisi aku dan mobil sedang berada di tengah jalan. Nah, saat aku menyalip, entah kenapa kok tiba2 pembatas jalan busway kok sudah muncul?! Padahal, perkiraanku pembatas jalan busway ini masih agak jauh.

Kejadian ini begitu mendadak sehingga aku tidak sempat untuk bereaksi. Pembatas jalan itu langsung saja aku hajar dan aku merasa diriku sedikit terbang (terpelanting?) sebelum akhirnya mendarat di jalur busway dan terseret selama beberapa saat.

Pada saat terpelanting dan akhirnya mendarat, ingatanku melayang ke Wify dan eMBi. Dan berusaha me-rileks-kan tubuhku, dalam artian jika memang jatuh dan keseret yaa ngikut saja...jangan melawan karena jika badan 'melawan' justru bisa menimbulkan cedera yg lebih parah.

Setelah berhenti terseret (dengan Red Banzai sedikit menimpa tubuhku) aku langsung mencek kondisi tubuhku. Tangan kanan...check. Kaki kanan...check. Kaki kiri...hmm...ketindih motor, tapi check. Tangan kiri...fine. Alhamdulillah, tidak terjadi patah tulang atau hal yg lebih buruk.

Posisiku masih sedikit telungkup, lalu aku berdiri seraya menahan nyeri di kaki kiri.

Beberapa orang datang menghampiri. Seingatku ada 3 pengendara sepeda motor berhenti. Lalu ada satpol PP (atau petugas jasa marga) ikut menghampiri.

"Pak...baik2 saja?"
"Ya...saya tidak apa2"

"Yakin bisa pulang?"
"Ya...bisa"

Aku ucapkan terima kasih kepada anda2 para penolongku, semoga ALLOH SWT membalas dg kebajikan yg berlipat ganda.aamiin.

Setelah beberapa kali coba start Red Banzai, akhirnya Red Banzai menyala dan aku melanjutkan perjalananku pulang.

Usai di rumah, aku cukup terkejut dan bersyukur bahwa tidak ada luka yg berarti di tubuhku. Hanya saja bagian kiri badan terasa agak ngilu dan sedikit kaku. Wajar mengingat kaki kiri agak tertindih Red Banzai. Celana panjangku sobek...dan setelah pengabdiannya selama 7 tahun (buset dah) akhirnya dia harus pensiun dg cara yg mengenaskan. *halah, lebay, xixixi*

Ketika aku cek kondisi Red Banzai, lagi2 aku bersyukur tidak terjadi hal yg terlalu parah. 'Hanya' lecet2 di beberapa tempat dan dudukan kaki kiri yg sedikit melenceng. Aku perbaiki stirnya....aku putar...dan voila, kembali normal.

Dan hari ini nampaknya aku mesti istirahat. Jika perlu nanti siang pijat, sekedar memastikan tidak ada urat2 yg keseleo. Pemeriksaan ke dokter (rontgen), hmm...mungkin belum terlalu perlu.

Mohon doanya, semoga kondisiku bisa normal lagi.aamiin :-)

Moral story:
- berlalu lintas di Jakarta cukup riskan. kita yg hati2 bisa tetap jadi korban
- jangan sepelekan firasat, hingga kembali ke rumah dengan selamat
- pembatas busway di Gatsu ini memang sudah menelan banyak korban lho!
- jangan lupa, tetap berdoa dan kenakan helm dg kualitas terbaik, untuk keselamatan anda

Posted on Thursday, May 20, 2010 by M Fahmi Aulia

3 comments

5/15/2010




Sudah beberapa bulan terakhir ini, akun twitterku kebanjiran pesan dari tweeps yg isinya memberitahukan lokasi mereka. Ini gegara aplikasi Foursquare, sebuah aplikasi yg mengajak para anggotanya untuk mendaftarkan lokasi mereka. Yang membuat aplikasi ini kian menarik adalah 'tawaran' badge dan fitur menjadi mayor (walikota) dari lokasi mereka.

Terus terang, aku rasa pesan2 ini cukup mengganggu timeline twitterku.

Aku sendiri tidak aktif bermain di foursquare. Selain aku merasa sudah terlalu banyak ikut aplikasi jejaring sosial, aku tidak ingin mengganggu timeline teman2ku di twitter dengan info2 yg menurutku 'tidak terlalu penting'.

Nampaknya memang sudah dibutuhkan fitur filtering di twitter, agar pesan2 dari 4square tidak perlu aku baca, xixixi...

Udpate: terlebih lagi aku merasa muak setelah membaca ada yg menjadikan WC kantornya sebagai venue/lokasi. Bah, ini sih sudah benar2 keterlaluan dan menjijikkan!

Gambar dari sini.

Moral story:
- aplikasi jejaring sosial (ajs) itu menarik, tapi jika terlalu banyak malah bikin pusing
- pesan lintas ajs kadang (dan cenderung) mengganggu
- maaf buat teman2 twitterku yg ikutan 4square, pesan2 kalian itu hanya lebih menyenangkan kalian daripada dirikuh!
- sebuah sindiran yg bagus ttg foursquare (ciri2 kecanduan 4square) bisa dibaca di sini

Posted on Saturday, May 15, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

5/03/2010



Lama tidak menulis artikel di blog ini ttg film, aku pikir ini adalah saat yg tepat.

Tidak banyak kata yg bisa aku ucapkan untuk mewakili film ini selain MARVELOUS...MANTAP...COOL...KEREN ABISSS...!!

Bagaimana tidak, jika di sekuel si manusia setrikaan (Iron Man) ini, begitu banyak aksi yg mengesankan dan benar2 memuaskan dahagaku ttg fantasi 'perang robot' (meski robotnya tidak lah harus berukuran besar). Seperti yg pernah aku tulis sebelumnya, Iron Man ini benar2 penggabungan Centurion dan Transformers, sehingga aksi laganya bisa dibayangkan begitu keren.

Di film keduanya ini, masih banyak hal yg membuatku terkagum-kagum, terutama dengan pakaian portable Iron Man-nya itu lhooo!! Belum lagi adegan kejar2an antara War Machine (dan pasukannya) dengan Iron Man, dengan tujuan menghancurkan Iron Man. Benar2 mantap!

Toh, tetap saja ada hal2 yg 'menjengkelkan' muncul di film ini:
- tidak ada laporan korban jiwa akibat pertarungan Iron Man & War Machine, melawan musuh2nya
- warisan si bapak, Howard, ke Anthony, yg kayanya maksa banget
- aksi Scarlett yg terlalu banyak (dan ga penting,xixixi)

Dan gegara itu pula, saya akhirnya 'terpaksa' membeli pernak pernik si manusia setrikaan ini, hahaha...

Bagaimanapun, film ini SANGAT LAYAK DITONTON!! Buruan ke bioskop yak?!

Moral story:
- film Iron Man 2 ini, menurut saya pribadi cukup bagus
- untuk aksi: 8,5. untuk cerita: 7

Posted on Monday, May 03, 2010 by M Fahmi Aulia

3 comments