4/27/2010


Hari ini, 27 April 2010, berakhirlah sudah tugas kereta api Parahyangan yg sudah bekerja selama 39 tahun.

Terus terang, aku sempat terkejut pada saat mengetahui akan dihentikannya layanan transportasi yg murah meriah ini. Teringat kenangan selama aku menggunakan jasa ini saat awal-awal aku mulai pindah di Jakarta hingga sekitar 2-3 tahun lalu.

Hal-hal yg menjadikan kenangan dari kereta api Parahyangan adalah:
- Tidak kebagian tiket duduk, sehingga seringkali terpaksa duduk di sekitar penghubung antar gerbong. Bahkan pernah juga duduk tepat di depan toilet, haha. Kebayanglah baunya seperti apa.

- Salah naik, gegara salah membaca jadwal. Penyebabnya salah baca jadwal karena terburu-buru berangkat.

- Nasi goreng dan makanan yg kadang 'ndak jelas' rasanya. Well, untuk rasa memang relatif sebenarnya, tapi nasgor kereta api Parahyangan ini seringkali menolong aku (dan Wify) pada saat ga sempat makan ataupun kelaparan.

- Lewat terowongan pada saat berangkat ke Jakarta ataupun ke Bandung. Jika sudah hendak lewat terowongan ini, hendaknya jendela kereta (untuk kelas bisnis) ditutup. Penyebabnya adalah hawa dan udara yg masuk cukup pengap dan tidak enak dihirup.

- Oya, terkadang jika tidak kebagian tempat duduk, maka ada cara untuk mengakalinya. Segera menuju ke kereta makan dan duduklah di kursi2 yg ada. Well, tidak perlu memesan sebenarnya, meski awal2nya merasa ndak enak kalo ndak mesan, heheh. Hampir lupa, trik ini hanya bisa diterapkan jika kita mencegat dari stasiun Jatinegara. Jadi, kita naik kereta Parahyangan yg hendak menuju Gambir. Trik ini jelas tidak mungkin berlaku jika kita 'menjemput' kereta di Gambir.

Sebenarnya aku sudah menduga bahwa kereta api Parahyangan ini akan ditutup, tapi tidak secepat ini. Aku pernah menulis bahwa akibat dibukanya jalur tol Cipularang, akan banyak pihak yg 'tersingkirkan'. Di awal-awal pembukaannya, para pedagang di daerah Puncak dan Purwakarta menjadi korban, dengan kian sepinya para pengunjung.

Nah, kereta api Parahyangan kalah bersaing dengan keberadaan dan kemunculan transportasi travel yg muncul dan menjamur, terutama dalam hal jam atau waktu keberangkatan serta kedatangan. Aku sudah seringkali mengeluhkan hal ini (silakan cari & baca di sini). Hal ini jelas pukulan telak, karena banyak orang yg membutuhkan kecepatan dan ketepatan tiba di tujuan.

Bayangkan saja, kereta api Parahyangan (dan juga Argo Gede) seringkali terlambat datang hingga 15-30 menit. Padahal mereka ini butuh waktu lebih dari 3 jam untuk menempuh jarak Bandung-Jakarta. Sementara travel hanya membutuhkan kisaran 2 jam. Bahkan jika kondisinya cukup kosong, aku hanya butuh waktu 1,5 jam saja untuk berangkat Bandung-Jakarta (atau sebaliknya).

Menurutku, pihak PT KAI tidak menyadari akan adanya bahaya yg mengancam (sejak dibukanya tol Cipularang). Mereka bereaksi pada saat keadaan sudah parah dan tidak bisa diselamatkan. Diskon tiket yg diberikan tidak menolong banyak karena para penumpang kian pintar dan cerdas dalam menentukan pilihan.

Keberadaan tempat transit travel yg kian menjamur dan tersebar di berbagai tempat membuat para penumpang kian enggan mesti bersusah payah menuju stasiun kereta api Bandung untuk kepergian mereka ke Jakarta. Mereka cukup mendatangi tempat transit travel terdekat dengan rumah ataupun tujuan mereka.

Seharusnya, menurutku, pihak PT KAI mempercepat waktu tempuh ataupun mengganti gerbong dan kereta dengan yg lebih mumpuni. Namun hal ini memang tidak memungkinkan, karena faktor rel yg tidak banyak diperbaharui dan tidak bertambah. Setahuku, kereta api Bandung-Jakarta masih menggunakan jalur kereta api yg dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda. Tidak banyak pembangunan baru jalur kereta.

Faktor-faktor di atas mempercepat 'kematian' kereta api Parahyangan.

Aku mulai naik kereta api Parahyangan di tahun 1980 awal. Tepatnya aku agak lupa, tapi sekitar tahun 1984. Jika tidak salah harga tiketnya masih Rp 1000. *maaf, lupa2 ingat*

Hmmm...terus terang, aku agak sulit bercerita jika sudah terkait dengan kenangan atau memorial. Terlalu banyak hal yg ingin diungkapkan namun kata-kata tidaklah cukup. *halah, lebay, xixixi...*

Yaaa...intinya, selamat tinggal kereta api Parahyangan. Terima kasih sudah melayani jutaan para penggunanya yg terdiri dari berbagai macam golongan, terutama membantu para mahasiswa.

Foto dari sini.

Moral story:
- pemerintah Indonesia seringkali tidak menyadari efek samping tindakannya. dalam hal ini, mereka tidak memperhitungkan dan mengantisipasi dampak dari pembukaan jalan tol Cipularang.
- alih-alih memperbaiki layanan, PT KAI malah menutup jalur kenangan.
- pemerintah Indonesia tidak mendukung layanan transportasi yg terjangkau oleh masyarakat banyak.
- kereta api Parahyangan dikenang banyak orang, termasuk aku (dan Wify).
- sayangnya aku tidak sempat mengabadikan kereta api legendaris ini. terakhir kali aku ke Bandung, aku lupa untuk ke stasiun.
- jadwal baru kereta Argo Parahyangan (maksa banget namanya) sudah disiapkan, bisa dilihat di sini.

Posted on Tuesday, April 27, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

4/16/2010



Sudah tidak terasa eMBi, si jabang bayi, sudah berusia 8 bulan di kandungan ibunya. Dan hingga saat ini sudah banyak hal yg eMBi bisa lakukan, yg seringkali membuat kami terkesima dan takjub serta makin bersyukur kepada-Nya atas karunia-Nya yg tidak terkira ini.

Beberapa hal yg eMBi lakukan belakangan ini:

  • Aktif bergerak, dengan sering menendang dan menyundul. Akibatnya Wify kesulitan untuk tidur. Tidak jarang kami berdua terbangun di tengah malam buta karena gerakan2 eMBi ini.
  • Menangis. Well, mungkin banyak yg tidak percaya bahwa bayi di kandungan sudah bisa menangis. Tapi dari beberapa buku dan referensi mengenai perkembangan bayi, kami dapati informasi yg meyakinkan bahwa bayi sudah bisa menangis. Jika dia menangis, maka dia akan membuat gerakan2 yg teratur frekuensinya. Mirip jika kita cegukan, "hik...hik...hik..."
  • Caper alias cari perhatian. Hal ini juga membuat kami tercengang. Misalnya kami berdua sedang ngobrol/diskusi serius, eehhh...tau2 si eMBi nyundul2 terus. Dia baru berhenti jika kami ajak dan libatkan dia ngobrol.
  • Minta susu. EMBI juga kadang menangis jika dia minta susu. Dan dia mesti minta 1 kotak susu full, ndak boleh setengah-setengah. Pernah kami coba kasih 1/2 kotak, eeehh....dia terus menangis. Baru diam setelah Wify menghabiskan 1 kotak susu.
  • Cegukan. Nah, cegukan ini mirip dengan tangisan. Dia akan menghasilkan ritme tertentu. Bedanya, cegukan ini muncul jika Wify usai minum atau makan siang dan kebutuhan eMBi akan susu sudah terpenuhi.
  • Lebih nurut ke Pibinya. Wify seringkali kewalahan menghadapi eMBi yg begitu aktif. Walau sudah diajak ngobrol dan dibujuk, seringkali eMBi tidak mau diam. Jika sudah begini, aku yg mesti turun tangan. Diajak ngobrol dan dielus2, baru diem dah dia, xixixi.
  • Ingat dengan janji. Hati2 jika berjanji ke eMBi. Dia akan mengingat setiap janji yg telah dilontarkan! Satu waktu, aku janjikan akan mengaji untuk eMBi menjelang tidur. Ternyata aku lupa. Walhasil, eMBi bertingkah sepanjang malam. Setelah dingajikan, janjinya dipenuhi, baru dia tenang kembali.
  • Dengar musik atau ngaji. Well, kalo ini, sejak umur 3 bulan, eMBi memang doyan sekali dengar musik atau pengajian. Musik klasik sangatlah dia sukai. Sementara musik2 seperti ST12 atau Wali, membuat dia berontak, wahihih. Mendengarkan orang mengaji juga membuat dia tenang, apalagi kalo aku yg ngajiin...bakal tertidur dia, hahah.
  • Pembosan. Jabang bayi ini nampaknya mewarisi sekali sifat orang tuanya, pembosan! Sempat suka makanan terbuat dari telor selama 2 bulan, sebelum akhirnya Wify mual2 merasa eneg. Lalu susu Dancow dan susu kehamilan sempat dikonsumsi selama beberapa waktu, sebelum akhirnya ditinggalkan juga dan beralih ke susu ultra. *beuh,ini sih benar2 mirip aku,xixixi...*
  • Penggemar berat es krim. Sejak usia 3 bulan, eMBi doyan sekali makan es krim. Tapi karena pembosan (lihat poin atas), es krim yg dikonsumsi pun ganti2. Campina, Walls, Baskin Robins, Sour Sally sempat dicicipi. Setelah bosan, sekarang beralih ke Binggrae.

Hingga saat ini, kami masih belum ingin tahu jenis kelamin eMBi. Wify sendiri tetap penasaran dan segera ingin tahu, karena ingin membelikan pakaian2 sesuai dengan jenis kelamin. Bayi perempuan itu identik dg warna merah muda, sementara laki2 dg warna biru. Aku sendiri tidak ambil pusing dg pakaian/peralatan bayi ini. Beli saja, ndak usah dipusingkan dengan warna. *aku sendiri masih bingung kenapa mesti ada penggolongan seperti itu*

Dan ini berarti eMBi sudah kian dekat dengan waktu kelahirannya.

Mohon doanya, semoga eMBi bisa lahir dengan selamat dan kondisi kesehatan Wify juga tetap baik. Aamiin.

Foto di atas adalah foto eMBi saat di-usg 4D beberapa waktu lalu.

Moral story:
- bayi sudah bisa berinteraksi sejak di kandungan
- adalah hal bodoh dan terlambat jika baru mengasuh bayi setelah dia lahir atau malah sudah berumur 4 tahun
- menjelang kelahirannya, membuat kami kian berdebar-debar dipenuhi rasa senang dan cemas, berbaur jadi satu

Posted on Friday, April 16, 2010 by M Fahmi Aulia

6 comments

4/13/2010


BlackBerry (BB), perangkat komunikasi ini tiba-tiba menjadi begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia sejak sekitar 2008-an lalu. Kepopuleran dan kelarisan perangkat ini kian dipicu dengan booming Facebook saat itu. Hal ini wajar, karena dengan BB yang mempunyai koneksi dengan lebih stabil (meski masih tergantung pada sinyal), para FB-ers bisa lebih mudah mengupdate status dan melakukan kontak dengan teman2 FB mereka.

Aku sendiri bukanlah peminat FB, sehingga aku tidak terlalu memperdulikan akan kehadiran BB.

Intinya, BB banyak dibeli hanya sekedar update status di FB. Menurutku, hal tersebut terlalu mubadzir dan sia-sia. Mengapa? Karena fitur BB sebenarnya lebih dari sekedar update status. Masih banyak hal lain yg bisa digunakan dengan BB.

Selain saat itu aku tidak terlalu doyan main aplikasi jejaring sosial, aku beranggapan BB malah akan MEMPERBUDAK KITA. Bagaimana tidak, jika sebentar2 mesti cek email, terlebih email yg isinya pekerjaan. Besok mesti ini itu lah, lalu ada presentasi ini itu, dan seterusnya.

HEYYY...HIDUP GA CUMA UNTUK PEKERJAAN!

Di sisi lain, BB memang mempermudah komunikasi. Banyak aplikasi komunikasi yang tersedia dan disediakan untuk BB. Memang, fitur push emailnya merupakan salah satu daya tarik, terutama bagi para top level yg membutuhkan informasi terkini setiap saat.

TAPI...HIDUP GA CUMA UNTUK PEKERJAAN!

Oleh karenanya, ketika aku mendapatkan BB (si Gemini) beberapa hari lalu, aku sudah menegaskan bahwa aku hanya akan menggunakan BB untuk mendapatkan informasi2 terbaru saja. Aplikasi jejaring sosial Twitter dan Plurk merupakan sumber utama untuk mendapatkan info terbaru. Lalu, untuk komunikasi, online YM di BB merupakan solusi yg cukup jitu.

Untuk email, aku pasang 2 akun email. Salah satunya memang terkait dengan pekerjaan. Tapi aku TIDAK MAU DIREPOTKAN dengan pekerjaan. Aku cukup TAHU saja ada INFORMASI TERBARU TTG PEKERJAAN, tapi tindak lanjutnya yaaa nanti saja. Apalagi setelah jam kantor atau di saat week end, aku ndak mau lah diganggu oleh pekerjaan.

Jadi, jika anda hendak membeli BB, yaa pastikan saja anda siap menerima konsekuensinya, terutama jika disuruh kantor untuk mengupdate pekerjaan. Meski anda bisa saja menolaknya.

Perkecualian, jika anda diberi BB oleh kantor. Anda, mau tidak mau, mesti standby ttg pekerjaan anda setiap saat (mendapatkan info dan menindaklanjuti).

Untuk operator BB, ada beberapa layanan yg aku tahu:
- XL, hariannya Rp 5 ribu (full service), per bulan Rp 150 ribu. lengkapnya bisa dilihat di sini.
- Indosat, detailnya bisa dilihat di sini dan sini.
- Telkomsel, detailnya bisa dilihat di sini.
- Axis, detailnya ada di sini.
- Tri, hariannya Rp 3,500, mingguannya Rp 19 ribu, bulanan Rp 88 ribu. detailnya ada di sini.

Moral story:
- BB jangan cuma dipakai untuk FB-an, mubadzir
- gunakan/langganan paket yg sesuai kebutuhan anda
- jangan mau diperbudak oleh pekerjaan
- tidak ingin mati gaya? beli BB dong! ahak...ahak...

Posted on Tuesday, April 13, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

4/07/2010


Akhirnya, hari ini aku berhasil mencapai karma 100 di plurk. Hmmm...jika dihitung2, lebih kurang 230 hari sejak aku pertama kali nge-plurk, tepatnya tgl 19 Agustus 2009.

Semula iseng2 saja sih ngeplurk, sekedar mengisi waktu kosong dan mencoba suasana baru serta ingin mendapat teman2 baru. Eh, ndak dinyana, plurk cukup mengasyikkan dan (terkadang) membuat kecanduan.

Di plurk, aku berhasil mendapat cukup banyak teman baru, di samping juga ketemu (lagi) beberapa teman lama.

Honestly, aku merasa nyaman dengan teman2 plurk yg tetap saling menjaga emosi pihak lain. Sempat bertemu dg beberapa orang yg tidak sependirian dan akhirnya aku hapus (dan dihapus) mereka dari daftar teman. Ah, tidak perlu dipikirkan, masih banyak teman yg baik kok.

Setelah plurk mencapai karma 100, sekarang 'main' apalagi yak? Hmmm...heheh..

TRIMS BUAT TEMAN2 PLURKER! TANPA KALIAN, SAYAH AKAN LEBIH LAMA MENCAPAI ANGKA 100 INI! *lebay*

Moral story:
- ngeplurk itu menyenangkan
- silaturahim dan teman2 baru banyak didapat melalui aplikasi jejaring sosial
- tetap menjaga kata utk kebaikan diri sendiri
- ternyata aku cukup cerewet yak? selama 230 hari sudah ngeplurk sebanyak 3110, itu berarti per-hari aku ngoceh sebanyak 13 plurk lebih. sementara aku menjawab plurk sebanyak 13415, itu berarti 58 kali menjawab
- dengan mencapai karma 100, berarti aku sudah mempunyai 9 badge, cieee...

Posted on Wednesday, April 07, 2010 by M Fahmi Aulia

6 comments

4/05/2010


Bermula dari 'kicauan' salah seorang tweeps, Lita, di Twitter. Dia menginformasikan bahwa ada beberapa pelajarnya yang berhasil diterima di perguruan tinggi di luar negeri. Tidak tanggung-tanggung, di Singapura, NUS & NTU jika tidak salah.

Oya, Lita adalah seorang guru yang mengajar mata pelajaran Kimia di SMAN 8 Jakarta.

Di kicauan berikutnya, Lita 'mempertanyakan' sikap muridnya tersebut, yg ingin (atau bersikukuh) ingin mencoba SPMB 2010, dengan mengincar jurusan yang top di ITB, apakah sebagai pembuktian diri atau apa?

Well, aku setuju dengan Lita, bahwa sikap dan tindakan si anak itu sudah termasuk SOK dan MENDZALIMI orang. SOK, karena dia seakan-akan ingin memperlihatkan bahwa dia pinter. Bahwa dia memang orangnya unggul dan top, sehingga tidak saja ITB, perguruan tinggi luar negeri pun bisa dia masuki. So what?

MENDZALIMI, karena dengan tetap ngotot ikut SPMB, dan terutama jika diterima, itu berarti dia menghilangkan kesempatan orang lain untuk diterima di kursi tersebut. Terlebih karena SPMB tidak ada model 'cadangan'. Yang namanya dimuat di koran, dialah yg diterima. *well, setidaknya itu sistem yg aku ketahui*

Sempat juga dibahas, bahwa hal ini juga terjadi untuk orang2 pintar yg sudah punya peluang keterima di PTN tapi ybs daftar di banyak PTS.

Kalo menurutku, ini sedikit berbeda. Alasannya ya karena di PTS2 ada sistem cadangan. Jika si anak PTN itu masuk ke PTN yg dia kehendaki, otomatis PTS tersebut akan memanggil para peserta ujian yg terdekat dengan orang2 yg memilih tidak mengambil kuliah di PTS tersebut.

Sekarang sudah hendak musim SPMB, terutama karena masa ujian nasional baru berakhir seminggu lalu. Dan 'gelombang' SPMB (di PTN dan PTS) akan segera datang. Barangkali tulisan ini bisa jadi sebuah renungan dan barangkali bisa berguna buat anda2 yg punya anak atau saudara atau keponakan yg pintar.

Intinya: JANGAN SERAKAH, JANGAN EGOIS DAN JANGAN MENDZALIMI ORANG!

Foto dari sini.

Moral story:
- siswa pintar yg serakah/egois adalah orang2 yg menyebalkan
- jika hendak UMPTN/SPMB, hendaklah memilih jurusan sebaik mungkin agar tidak menyesal

Posted on Monday, April 05, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

4/04/2010

 

Tanggal 1 April 2010 ini, aku nekad untuk melakukan upgrade terhadap si Gemini. Well, mumpung masih baru dan belum banyak data yg disimpan, jadi tidak perlu sungkan dan ragu untuk ngoprek2 gadget baru ini.

Selain itu, mumpung ada di kantor, jadi kalo ada masalah aku bisa tanya pada teman kantor yg sudah berhasil upgrade OS ke versi 5.0. Persiapan sudah lengkap, terutama aplikasi2 yg diperlukan, apalagi aplikasi OS 5.0. So, mulailah aku lakukan secara bertahap proses upgrade.

Tidak sampai 10 menit, kelar sudah....si Gemini ERROR!(lihat foto di atas) Wakakak...

Selidik punya selidik, ternyata penyebabnya adalah kegagalan si BBDM mengenali OS versi 5.0.

Akhirnya aku buat manual upgrade si Gemini, bisa anda ikuti di sini.

Oya, jika anda butuh JL CMder dan OS BB versi 5.0 atau di sini atau indowebster, anda bisa klik di tautan masing2 yg telah tersedia.

Moral story:
- jangan ragu untuk ngoprek gadget anda, terutama jika hasilnya lebih baik
- OS BB versi 5.0 akan lebih menghemat baterai anda. berdasar pengalaman, penghematannya bisa sampai 60%!
- terima kasih untuk May, yg sudah membantu proses upgrade

Posted on Sunday, April 04, 2010 by M Fahmi Aulia

3 comments

4/03/2010


Bagi anda para motoris, helm merupakan sebuah kebutuhan yg begitu niscaya keberadaannya. Ber(sepeda)motor tanpa menggunakan helm, terlebih di Jakarta, pada umumnya anda akan di-prit oleh polisi (baca: ditilang). Well, beberapa perkecualian bisa terjadi, terutama jika anda melakukan arak-arakan dan konvoi dengan embel-embel keagamaan, entah itu majelis tertentu ataupun pengikut seorang habib.

Helm yg digunakann untuk bersepedamotor, sepengetahuanku, terbagi atas 3 macam:
- Helm cathok, yakni helm yg harganya di bawah Rp 30 ribu. Helm ini semodel dengan helm proyek, namun biasanya ditambahi dengan tali pengikat.
- Helm half face, yakni helm yg rata-rata digunakan para motoris di Jakarta. Helm ini memiliki tingkat keamanan yg lebih baik. Harganya beragam, dari mulai sekitar Rp 49 ribu hingga Rp 200 ribu.
- Helm full face, yakni helm yg biasa digunakan para pembalap (entah itu MotoGP ataupun Formula 1). Helm jenis ini mempunyai tingkat keamanan tertinggi. Harganya lebih mahal lagi daripada kedua helm di atas. Aku pernah temukan sebuah helm tipe ini seharga Rp 3 juta!!

Aku sendiri sampai tadi siang mempunyai 2 jenis 2 helm, yakni cathok dan half face. Helm cathok 'terpaksa' aku miliki karena Wify tidak sanggup untuk menggunakan helm half face. Selain helmnya terlalu 'rapat' dan menekan wajah, Wify sering merasa kepalanya pusing karena telinganya merasa terlalu tertutup dan tertekan.

Nah, sejak 1 April 2010 lalu, pemerintah Indonesia kembali menelurkan kebijakan yg 'kreatif'. Kebijakan tersebut adalah MEWAJIBKAN para pengendara sepeda motor untuk menggunakan helm dengan CAP SNI. Jika ada yg melanggar, maka hukuman kurungan selama 1 tahun atau denda sebesar Rp 250 ribu akan menanti anda.

Terus terang, kebijakan ini aku rasa terlalu prematur dan dipaksakan. Dan seperti biasa, nada2 sumbang bermunculan.
1. Banyak yg beranggapan bahwa peraturan ini tidak ada sosialisasi, sehingga masyarakat merasa kecolongan dan akan menjadi korban tilang. Pendapatku, pemerintah akan melakukan pengunduran waktu penerapan peraturan ini. Intinya: pemerintah hendak melakukan shock therapy kepada masyarakat. 'Hajar' dahulu, revisi belakangan.

2. Aturan denda dan kurungan ini akan menjadi kesempatan 'pungli' bagi para penegak hukum. Yaaa standar lah, penegak hukum di Indonesia seringkali bisa diajak 'cingcay' dan kompromi apabila ada pelanggaran. Daripada mesti repot mengeluarkan Rp 250 ribu, Rp 20 ribu masih lebih mudah dilepas.

3. Proyek dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian. Pemberlakuan cap SNI merupakan 'strategi' untuk dijadikan proyek, bisa dikatakan proyek cukup besar oleh Kemerindag. Bagaimana tidak? Dengan pemberlakuan cap SNI ini, berarti banyak merk helm yg mesti didaftarkan (dan dicap SNI) ke Kemerindag. Padahal jika kita hitung secara kasar, berapa banyak helm yg sudah beredar? 10 juta? 30 juta? 100 juta? Jika 1 cap dikenakan biaya Rp 1,000, maka bisa dihitung jumlah yg mesti dikeluarkan oleh produsen helm.

4. Terkait dengan poin 3, bagaimana dengan nasib helm2 terdahulu, yg belum ada cap SNI. Saat ini helm2 banyak yg ber-stiker SNI dan lebih banyak lagi yg tidak ada tanda SNI sama sekali. Belum lagi jika kita membeli sepeda motor baru, biasanya akan mendapat helm...YANG TIDAK ADA TANDA SNI (cap atau stiker).

5. Yang paling repot adalah orang2 yg memiliki helm dengan standar INTERNASIONAL. Biasanya helm2 tipe ini harganya cukup mahal, di atas Rp 2 juta dan impor (lihat keterangan di helm full face). Apakah ini berarti helm2 jenis ini mesti dibuang juga?

Seorang pengendara sepeda motor SUDAH SEHARUSNYA MENGHARGAI KEPALANYA. Apalagi bagi para pencari nafkah, meski bukan berarti para pembonceng boleh seenaknya, mereka mestinya melengkapi dan menyelamatkan aset paling berharga mereka (kepala mereka) dengan alat yg mempunyai tingkat keamanan sebaik-baiknya.

Dalam beberapa cerita yg pernah aku dengar, kualitas helm sangatlah menentukan keselamatan si pengendara. Beberapa teman pernah mengalami kecelakaan dan, alhamdulillah, mereka selamat. Selain karena campur tangan Yang Maha Kuasa, kualitas helm yg mereka kenakan cukup berpengaruh.

So, dengan dasar itulah, akhirnya aku mengajukan proposal pembelian helm baru kepada Wify selaku Menteri Keuangan. Dan alhamdulillah, proposal ini disetujui. Minggu sore aku membeli sebuah helm full face dengan cap SNI sudah tertera dan tercetak di helmnya.

Harganya lumayan lah, tapi aku rasa sebanding karena (seperti aku tulis di atas) aku mesti menyelamatkan asetku yg paling berharga, kepalaku. Selain itu, helm yg aku beli ini mempunyai 2 lapis kaca, yakni kaca bening dan kaca ray ban. Selama ini terus terang aku mengalami kendala jika pulangnya setelah matahari terbenam. Aku mesti membuka kaca helmku (yg bermodel ray ban) dan membuat wajahku kotor karena debu jalanan.

Semoga dengan helm baru, si Ban Kyt ini, asetku akan lebih terjaga. Yang akan jadi kendala, aku tidak bisa menyimpan helmku di sepeda motor lagi seperti biasa. Helm mahal bow....mesti dibawa dan ditenteng lah. Sedikit merepotkan, kecuali jika ada penitipan helm.

Moral story:
- helm merupakan komponen terpenting bagi pengendara (dan pembonceng) sepeda motor
- gunakan helm dengan tingkat keamanan terbaik demi keselamatan anda juga
- pemerintah RI seringkali mengejutkan masyarakat dg peraturan2 yg 'kreatif' (meski akhirnya akan ada revisi)

Posted on Saturday, April 03, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments