2/28/2010


Belakangan ini aku perhatikan begitu banyak (dan gencar) promosi penjualan modem 3G yg dilakukan oleh beberapa operator selular GSM ataupun oleh perusahaan pembuat modem itu sendiri (meski jarang terjadi). Promosi yg dilakukan biasanya mengiming-imingi kemudahan dalam membeli modem serta AKAN mendapatkan layanan dan kualitas koneksi internet yang begitu prima.

Di satu sisi, promosi yg cukup jor2an dan sering ini bisa jadi memperlihatkan bahwa internet sudah menjadi kebutuhan. Sebuah usaha edukasi yg berhasil menurutku. Namun di sisi lain, penjualan dan promo modem 3G dan layanan ini tidak dibarengi dengan penyediaan pita lebar (bandwidth) dan koneksi yg memadai.

Tidak perlu repot-repot, aku sendiri mengalami hal ini, terutama sejak 2 bulan terakhir ini. Aku masih bertahan menggunakan Flash, sebuah layanan dari Telkomsel, meski si Flash ini sendiri nampaknya sudah tidak cukup cepat untuk mengakses internet.

Lupakan dan jangan perdulikan warna lampu (LED) yg terpancar di modem Huawei ini, karena walau lampunya 'mengatakan' bahwa koneksi sedang berada dalam kondisi HSDPA, namun jika melihat lambatnya membuka sebuah laman 'sederhana' dan memperhatikan secara teliti statistik yg tertera di layar, maka sebenarnya kecepatan yg didapat hanyalah GPRS!

Bisa dibayangkan, bila led menunjukkan modem hanya menerima sinyal GPRS, maka seberapa pelan lagi kecepatan yg sesungguhnya didapat.

Aku menilai, seperti biasa, operator2 di Indonesia berlomba menangguk untung (dari penjualan modem dan paket data mereka) namun tanpa mempertimbangkan rasio antara pengguna dan bandwidth yg tersedia. Mereka hanya menyampaikan bahwa koneksi ke internet itu kenceng kalo pakai jasa mereka. Padahal, kenyataannya....jauh panggang dari api.

Di satu sisi, aku bersyukur bahwa aku membeli paket lama dari Telkomsel. Dengan biaya 'cuma' Rp 125 rebu (belum pajak 10%) aku sudah bisa tersambung ke internet...UNLIMITED, dg kecepatan 256 kBps. Meski toh, seperti aku tulis di atas, fakta di lapangan berbeda jauh.

Sementara paket2 baru yg ditawarkan sekarang (oleh Telkomsel) rata2 cukup mahal, padahal TIDAK ADA JAMINAN KECEPATAN akan didapat seperti yg mereka gembar gemborkan.

Belakangan ini aku mulai tertarik dengan promosi yg ditawarkan oleh para operator CDMA. Layanan EVDO yg mereka tawarkan rasanya cukup menggiurkan, terlebih jika dibandingkan dg fitur HSDPA yg ndak pernah jelas2 banget kaya sekarang ini.

Nampaknya aku mesti minjem modem CDMA ke teman dan testing selama beberapa waktu nih,hehehe...

Ada yg pernah menggunakan operator CDMA untuk ber-internet ria? Bagaimana hasilnya?

Moral story:
- layanan 3G di Indonesia kian buruk!
- beruntung menjadi pelanggan awal2 Flash, masih sempat merasakan cepatnya Flash
- penawaran dari operator CDMA cukup menarik, tapi mesti testing dulu nih *siap2 pinjem modem CDMA ah,hihihi*
- Flash nampaknya kian lemot...mungkin lebih cocok ganti brand, jadi BEKICOT

Posted on Sunday, February 28, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

2/22/2010


Ini sebenarnya cerita lama, di bulan November 2009 lalu. Merupakan 'detail' dari artikel "Pendarahan Yang Bikin Deg-degan!" beberapa waktu lalu.

Jadi, seperti yg pernah aku tuliskan, kami berdua sudah menunggu kedatangan si baby ini selama 3 tahun. Sudah sekian banyak ikhtiar dan biaya serta tenaga plus waktu yang kami berdua luangkan demi hadirnya si baby ini.

Dan ketika Wify mendapati 2 strip dari hasil tes yg dia lakukan, bisa dibayangkan betapa meluapnya kegembiraan yang kami rasakan berdua. Berbagai teori tentang kehamilan yang selama ini kami pelajari, terutama oleh Wify, serta merta kami praktekkan satu demi satu.

Kebahagiaan semakin bertambah, di saat kami ketahui bahwa hasil tes HCG menunjukkan angka yg cukup tinggi, yakni di angka 902. Sebagai gambaran, normalnya orang hamil akan mempunyai angka HCG di kisaran maksimal 500. Oya, ini untuk usia kandungan 2 minggu.

Seperti yg pernah aku tulis, hal ini menyebabkan kami berkeyakinan baby-nya kembar (istilah kerennya, twin). Tidak berlebihan kami rasa, jika mengingat cukup banyak referensi yang kami cari dan gunakan. Keyakinan ini membuat kami menamai si kembar sebagai baby kanan dan baby kiri, sesuai dengan posisi si baby di dalam rahim Wify.

Sayangnya, terjadi satu peristiwa yg menyebabkan kami berdua harus merelakan baby kiri pergi meninggalkan kami bertiga.

Jadi, satu pagi Wify berangkat kerja seperti biasanya. Sebenarnya Wify sudah merasakan firasat, terlebih si baby (kiri) bergetar tiada henti saat Wify bersiap berangkat dan dalam perjalanan. Nampaknya si baby (kiri) juga merasakan akan adanya bahaya yg bersiap datang mengancam. Hanya saja Wify tidak menyadarinya.

Ternyata, saat dalam perjalanan ke kantor, Wify nyaris ditabrak oleh sebuah sepeda motor yg datang secara tiba-tiba dari belokan jalan. Terkejut, secara reflek Wify berusaha merapat ke tembok. Toh, rasa kaget dan shock tidak bisa tidak datang dg begitu tiba-tiba.

Kisah selanjutnya, terjadi pendarahan yg dialami Wify, seperti yg ada di awal cerita ini.

Belakangan, usai Wify mencari-cari referensi, didapatkan informasi bahwa sejenis organ yg keluar dari Wify diduga kuat adalah baby kiri. Tidak terbayangkan betapa sedihnya kami berdua, walau sudah sekian minggu peristiwa itu berlalu.

Namun, kami akhirnya merasa bersyukur bahwa si baby kiri sudah berada di tempat yg (insya ALLOH) lebih baik. Wify sendiri merasa bahwa saat ada 2 baby di rahimnya, dia merasakan denyut si baby kiri lebih lemah daripada baby kanan. Bisa jadi, si baby kiri ini memang tidak cukup kuat untuk bertahan hidup.

Kini, si baby kanan sudah berumur 6 bulan jalan. Cerita baby kanan ini akan aku ceritakan di lain waktu.

Moral story:
- jangan remehkan setiap firasat/perasaan tidak enak yg dirasakan
- lakukan check up secara rutin ke dokter kandungan, setidaknya 2 kali seminggu untuk umur kandungan sebelum 3 bulan
- apapun ikhtiarnya, berdoa merupakan hal yg wajib dilakukan, karena DIA-lah yg menguasai semua yg ada di langit dan isinya

Posted on Monday, February 22, 2010 by M Fahmi Aulia

7 comments

2/21/2010


Tadi pagi, aku membuka akun twitter dan plurk-ku. Tidak ada hal yg aneh dengan isi timeline plurkku. Namun, di timeline twitter, aku menemukan hal menarik. Banyak tweet yg berisi (atau mengandung) Mario Teguh atau @MarioTeguhMTGW.

Tertarik dan ingin tahu lebih banyak, aku ikuti satu persatu tweet yg ada di timelineku.

Ternyata, banyak tweeps yg mengkritik (sebagian cenderung mencemooh) beberapa tweet terakhir yang ada di akun Mario Teguh. Isi tweetnya bisa anda baca di bagian atas artikel ini.

Jika aku tidak salah tangkap, para tweep menyesalkan pendapat MT di poin 6. Di sana tertulis:
"Wanita yg pas u/ teman pesta,clubbing,brgadang smp pagi,chitchat yg snob,mrokok,n kadang mabuk-tdk mungkin direncakan jadi istri."

Sejenak aku terhenyak. Mario Teguh, selama ini aku kenal beliau di TV *dan sempat bertemu langsung 1 kali di Grand Indonesia, meski cuma berpapasan*. Dalam setiap acaranya, beliau seringkali melontarkan dan memberikan banyak motivasi *yg sayangnya belum bisa aku lakukan semuanyah,xixixi*. Dan aku suka dengan pernyataan2 beliau, sehingga aku berusaha menyempatkan diri menonton acaranya.

Namun, membaca pernyataan2 yg ada di atas, aku merasa MT 'terperosok' menjadi 'hakim' yg berhak menyalahkan atau membenarkan seseorang. Jika MT adalah seorang biasa, seperti aku, dan pernyataan itu tidak diumbar ke khalayak ramai, barangkali it's ok.

Tapi MT adalah public figure, tokoh masyarakat. Kehadirannya, banyak dan banyak sekali, mempengaruhi banyak hal dan golongan masyarakat. Opini publik akan cepat terbentuk, entah itu pro dan kontra.

Dalam hitungan detik, di benakku sempat terlintas bahwa MT akan menjadi 'Aa Gym' (cepat atau lambat?). Seseorang yg meroket dengan cepatnya, menyala begitu terang...dan lalu akhirnya meredup...dengan cahaya seadanya.

Semoga tidak sampai terjadi.

Namun, sayangnya lagi, MT melakukan tindakan 'fatal'...dengan mengundurkan diri dari dunia tweet dan menghapus(?) akunnya. Lha, kok jadinya seperti "lempar batu sembunyi tangan"?

Satu lagi 'korban' kekritisan masyarakat internet (baca: tweeps, masyarakat twitter).

Moral story:
- berhati-hatilah dalam memberikan pernyataan, terutama di internet
- public figure akan didewakan, setidaknya oleh para pengikutnya
- sekali lagi, jejaring sosialmu = mulutmu = harimaumu
- penjelasan dari MT bisa dibaca di sini

Posted on Sunday, February 21, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

2/17/2010



Tak dinyana dan tak disangka, akhirnya aku dan Wify berkesempatan untuk pelesir dan liburan ke Anyer. Sebenarnya tidak benar-benar libur, karena kami pergi ke Anyer dalam rangka 'family gathering' yg diselenggarakan tempat kerja Wify. Tapi toh buat kami, itu tidak penting. Apapun acara dan istilahnya, pokoknya tetap berlibur!

Jadi, Sabtu pagi (13 Peb 2010) kami berangkat dengan bus menuju Anyer. Cukup lama juga perjalanannya, lebih kurang 4 jam. Sepanjang jalan, kami cukup menikmati perjalanannya meski di beberapa tempat kami dihadang hujan yg cukup deras. Usai menikmati perjalanan, kami berdua memilih untuk tidur, hehe.

Mendekati tujuan, kami terbangun dan kembali menikmati pemandangan yg ada di kiri dan kanan jalan, terutama saat banyak nuansa pantai yg terlihat. Yang 'mengherankan', di Anyer kami dapati banyak kambing bersliweran di jalan. Sempat aku bertanya-tanya, apakah para pemilik kambing itu tidak takut kambingnya dicuri?

Oya, jika dari Jakarta menuju Anyer, maka kita akan melewati Cilegon sebagai salah satu rute, dan itu berarti kita akan menengok Krakatau Steel, salah satu perusahaan kebanggan Indonesia (well, setidaknya di tahun 80an) yg terkenal dg pengolahan besi bajanya. Sangat luas dan cukup megah, namun aku sempat berpikir bahwa KS juga salah urus seperti halnya IPTN.

Singkat kata, akhirnya kami tiba juga di Mutiara Cottage, tempat penginapan kami. Usai disambut dengan minuman selamat datang, ada beberapa acara bla bla yang mesti kami hadiri. Selanjutnya makan siang, pembagian kunci rumah dan kami bergegas menuju rumah yg telah ditunjuk.

Dalam 1 rumah terdapat 2 kamar, masing-masing terdiri dari 1 tempat tidur double dan 2 tempat tidur twin. Aku dan Wify kebagian di kamar twin, akhirnya merapatkan tempat tidurnya.

Istirahat sejenak, kami berdua membuat acara sendiri sebelum acara dari panitia digelar. Berkeliling menyusuri fasilitas2 yang tersedia, kami berdua merasa tempat ini cukup nyaman untuk dijadikan tempat beristirahat.

Lalu dimulailah acara permainan dari panitia. Gelak tawa dan sorak sorai banyak terdengar sepanjang sore itu, membuat kami merasa senang dg acara itu, meski ada juga yg terasa 'garing', hehe.

Semula aku hendak bermain 'banana boat' dan jetski, namun karena sudah sore aku batalkan. Lagipula, dengan beberapa teman kami sudah sepakat untuk menjalani acara itu besok paginya (Minggu pagi).

Usai permainan, kami kembali ke kamar masig2. Mandi, istirahat sejenak, lalu makan malam.

Hari Minggu pagi, akhirnya aku dan beberapa teman sepakat untuk melakukan 2 hal. Mengunjungi taman laut dan main 'banana boat'. Dimulai dengan mengunjungi taman laut. Bertujuh kami berangkat dengan speed boat ke arah laut lepas.

Well, ini pertama kalinya aku naik speed boat. Asyik juga, meski terkadang ada rasa khawatir pada saat speed boat yg ukurannya tidak terlalu besar ini menabrak dan menembus ombak. Untunglah cuaca sedang bersahabat, dalam artian tidak hujan dan ombak tidak terlalu besar.

Sempat diperlihatkan gunung Krakatau yg lokasinya cukup jauh.

Usai 10-15 menit, tibalah kami di taman laut. Yaahhh...ternyata mengecewakan. Sebenarnya, menurutku, ini bukanlah taman laut, melainkan sebuah lokasi yg dangkal di tengah laut. Air yg berwarna kehijauan membuat kami semua mengalami kesulitan melihat bagian dalam.

Dengan berbekal pelampung dan google (+ snorkle), aku mencoba untuk berenang dan memandang ke kedalaman laut. Namun, seperti aku bilang, tidak banyak hal yg bisa aku lihat selain keruhnya air berwarna kehijauan.

Bosan dengan kondisi ini, kami (ber-6) berusaha kembali ke speed boat. Namun ternyata tidak mudah. Hal ini karena ombak yg menyeret kami sehingga kami menjauh dari kapal.

Untuk pertama kalinya juga aku merasakan sulitnya berenang di tengah lautan. Segenap upaya aku lakukan untuk mendekati speed boat, namun rasa2nya tidak banyak kemajuan. Akhirnya aku menggunakan gaya bebas untuk mendekati kapal dan alhamdulillah berhasil mendekati dan akhirnya naik kembali ke speed boat.

Kami memutuskan kembali ke pantai.

Setibanya di pantai, kami melanjutkan aksi dan petualangan dengan naik banana boat. Wakaka...akhirnya kesampaian juga naik salah satu permainan yg selama ini hanya aku lihat di televisi.

Berlima kami naik banana boat. Sempat merasa 'aneh' dengan ucapan si pemandu, agar kami tidak 'ngotot' berpegangan apabila terjatuh. Dalam hati aku berpikir, memangnya dengan banana boat segede ini kami bisa jatuh? Belakangan aku tahu bahwa nyemplung ke laut adalah salah satu 'ritual' yg wajib dialami para penumpang banana boat.

Jadi, naik banana boat itu sebenarnya biasa2 saja. Namun ada saatnya si pengemudi speed boatnya itu melakukan manuver, terutama zig zag. Sebenarnya tidak perlu khawatir jatuh apabila 1 tim (kami berlima) kompak dalam menggerakkan badan, mengikuti arah zigzag si speed boat.

Dengan kata lain, pada saat speed boat belok kiri, maka kita mesti memiringkan badan ke kiri dan sebaliknya. Namun, bagian tersulit adalah apabila zigzagnya dilakukan dengan cepat, sementara respon kami lambat. Walhasil 2 kali kami jatuh ke laut.

Selesai bermain banana boat sebenarnya aku masih ingin bermain jetski, namun akhirnya aku batalkan. Oya, untuk pergi ke taman laut kita mesti merogoh kocek sebanyak Rp 50 ribu, sementara utk banana boat Rp 25 ribu, untuk tiap orangnya.

Sempat berenang di kolam renang selama beberapa saat, akhirnya aku dan Wify lebih banyak menikmati suasana. Ada anak2 kecil yg bermain di kolam, lalu ada yg bermain 'polo air'.

Selanjutnya istirahat, dilanjutkan dengan berkemas dan makan siang. Usai penutupan, akhirnya kami kembali ke Jakarta.

Foto-foto lainnya bisa dilihat di sini.

Moral story:
- Indonesia mempunyai banyak tempat wisata yg belum terekspos dengan baik
- Sebagai sebuah tempat wisata, Anyer cukup menjanjikan, sayangnya pengelolaannya kurang
- Family gathering selain merupakan acara untuk mempererat tali kekeluargaan dalam sebuah perusahaan, juga bisa dijadikan ajang berlibur

Posted on Wednesday, February 17, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

2/07/2010


Gegara menonton sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta, aku teringat dengan sebuah Rumah Durian yang lokasinya cukup dekat dengan rumah. Hanya butuh 5 menit untuk mencapai lokasi Rumah Durian yang lokasinya di daerah Mampang ini.

Sebenarnya aku sudah 2-3 bulan terakhir ini ingin mengunjungi Rumah Durian ini, namun kesempatan itu tidak pernah datang, hingga akhirnya Minggu sore kemarin aku mengajak Wify untuk mengunjungi lokasi ini. Untungnya Wify mau untuk ikut, padahal ybs tidak terlalu doyan buah duren. Namun sebenarnya Wify tidak alergi atau tidak doyan banget duren. Kripik duren setidaknya masih mau untuk disantapnya.

So, akhirnya kami berdua datang ke TKP. Suasana full durian begitu terasa (ya iya lah,namanya juga Rumah Durian,haha). Kami langsung menuju bagian pemesanan, sebuah meja kayu yang diisi banyak durian (hanya saja, saat kami datang, duriannya tidak banyak terpajang di situ).

Ada 3 mas-mas yang bertugas di sana. Dengan ramah mereka akan menyapa anda dan akan menyajikan ukuran durian yang (kira-kira) cocok dengan kemampuan mengunyah anda.

Kebetulan, saat aku datang, stok durian yang ada berjenis durian Medan. Jadi, mau tidak mau aku 'mesti' mencicipi durian Medan. Terus terang, ini adalah pengalamanku yg pertama untuk makan durian Medan. Tentu saja, aku tidak lewatkan kesempatan ini.

Uniknya, di rumah durian ini kita TIDAK MESTI MEMBELI DURIAN YANG TELAH DIBUKA!

Jadi begini, usai si mas memilihkan durian, dia akan membukakan (sebagian kecil) durian dan akan memberikan sepotong kecil isi buah durian untuk dicicipi. Jika anda senang dengan rasa dan baunya, anda bisa meminta durian tersebut dibawa ke meja anda. Sebaliknya, anda bisa meminta durian yang lain.

Aku sendiri tidak terlalu banyak cingcong untuk urusan durian ini. Pas juga rasa durian yg aku coba. Jadi, aku langsung minta si mas untuk mengantarkan durian tersebut ke meja. Si mas sempat bilang bahwa durian yg aku pilih isinya banyak (dan di kemudian waktu, ini benar adanya).

Seraya menunggu durian datang, aku cuci tangan dan sempat melakukan pemotretan ke tempat ini. Tempat ini sekilas pandang cukup nyaman. Ruang ber-AC (agar aroma dan rasa durian tidak banyak berubah), tempat cuci tangan yg sangat memadai, lalu jumlah kursi yg cukup banyak.

Nampak juga tampilan beberapa jenis durian, mulai dari durian monthong Thailand, dari Indonesia. Macam2 pokoknyah!

Setelah durian datang, tanpa banyak berkata-kata, aku habiskan biji demi biji durian. Tidak sampai 15 menit, lebih kurang 12 butir durian sudah memenuhi perutku. Wify sempat menawarkan, apakah aku mau tambah. Aku tolak, karena jika terlalu banyak makan durian, bisa dipastikan aku tidak akan makan malam. *next time aja ya?xixixi*

Secara keseluruhan, durian Medan cukup enak. Manisnya pas, meski dari tampilan, nampaknya tidak cukup menggugah selera. Harganya juga lumayan lah... Rp 27.500/kg. Durian yg aku santap menghabiskan dana Rp 51.000. Jadi hampir 2kg.

Foto2 lainnya bisa dilihat di sini.

Moral story:
- makan durian tidak dianjurkan untuk orang yang tekanan darahnya tinggi atau sakit kolesterol
- apapun jenis durian, semuanya mempunyai kesamaan dalam rasa dan aroma
- usai makan durian, sebaiknya perbanyak minum air putih agar perutnya tidak terasa 'panas'

Posted on Sunday, February 07, 2010 by M Fahmi Aulia

5 comments

2/06/2010

Demikian kondisi blog ini. :-(

Posted on Saturday, February 06, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments