Ya ya ya...aku terlambat menonton salah satu film bagus di tahun ini. Toh akhirnya kemarin berhasil juga berburu dvd bajakan yg original *eh* sehingga aku bisa menonton film ini (dan selanjutnya menulis artikel ini).

Film Wall Street 2 ini sedikit banyak berhubungan dengan WS 1, terutama karena tokoh utamanya masih sama, yakni Gordon Gekko, seorang pialang saham yg begitu rakus dengan uang hingga akhirnya terperangkap jebakan musuhnya dan menghabiskan sekian lama di penjara. Michael Douglas, menurutku, masih berhasil memerankan Gekko yg mempunyai sekian banyak topeng (tergantung dari orang2 yg dia temui dan hadapi).

Cerita ttg bursa saham memang selalu menyenangkan, terutama ketika terjadi rush yg akhirnya akan berujung pada kekalahan dan kehancuran orang2 yg rakus ataupun orang2 yg tidak punya perhitungan. Rush juga pernah kita alami pada tahun 1998, ketika dollar mendadak membubung tinggi dan harga2 kian tak terjangkau dalam waktu sekejap. Lantai dan bursa saham mendadak jeblok serta mengakibatkan banyak orang mendadak miskin.

Ok, kembali ke film WS 2.

Di sisi lain, Jake Moore adalah seorang anak muda yg (terkadang) begitu naif dan percaya kehidupan di bursa saham akan berjalan lurus2 saja. Hingga akhirnya gurunya, si Zabel, bunuh diri gara2 krisis yg melanda perusahaannya. Di samping itu, pertemuannya dengan Gekko, diawali di sebuah seminar dg pembicara Gekko sendiri, membuatnya banyak berpikir mengenai siapa pelaku yg menghancurkan perusahaan tempat dia bekerja sekaligus membuat gurunya bunuh diri.

Secara keseluruhan film WS 2 ini ok. Namun keberadaan Shia LaBeouf masih tidak bisa dipisahkan dari imejnya di film action Transformer. Menurutku, Charlie Seen-lah yg masih pantas mendampingi Douglas.

Aku beri nilai 7 untuk film ini. Terutama karena akhir cerita yg bisa ditebak, HUH!

Foto dari sini.

Moral story:
- jadi orang jgn serakah
- keserakahan org bisa terlihat dari transaksinya di bursa saham