Terkenal itu menyenangkan, demikian pemikiran sebagian besar orang. Banyak cara yg dilakukan untuk menjadi terkenal. Mulai dari cara yg baik-baik, hingga cara yg nyleneh dan ga masuk akal (bagi sebagian besar orang 'normal' dan waras pikirannya).

Sayangnya, bahasa Indonesia tidak membedakan kata terkenal ini, tidak seperti bahasa Inggris yg membedakan terkenal menjadi famous dan notorious. Jika famous merujuk kepada terkenal karena hal2 yg baik (misalnya JK Rowling yg famous karena buku2 Harry Potternya) maka notorious disematkan kepada orang2 yg terkenal karena kelakuan miringnya. Aku ga perlu beri contoh, sudah terlalu banyak juga contohnya kok, haha.

Pencarian (konon) ajang dan bakat bisa menjadi cara utk famous...dan notorious di saat yg bersamaan. Misalnya ratu kecantikan sedunia. Begitu seorang perempuan mendapat gelar ini, kontan famous akan disematkan ke dia. Namun jika kemudian ada skandal, misalnya foto bugil atau video porno milinya muncul, maka notorious akan menggantikan si famous.

Di Arab sendiri aku pernah dengar cerita dari Bapakku, utk menjadi terkenal sangatlah mudah. 'Cukup' kencingi sumur air zam-zam, maka ybs akan terkenal! Hahaha...aku sih bayangkan, pelakunya tidak saja terkenal di Arab, tapi juga di seluruh dunia. Repotnya, notorious yg akan disematkan...dan dia akan dikejar2 dan (bukan tidak mungkin) akan dihabisi oleh orang2 Islam radikal, apalagi dari kelompok 3 huruf itu, hehe.

Nah, 2-3 hari belakangan ini, aku banyak mendapat berita mengenai protes penggunaan lambang negara (Burung Garuda) di kaos pemain sepakbola. Baru pagi ini aku dapat berita yg lengkapnya di sini.

Terus terang, aku tidak terlalu peduli dg gugatan ini. Namun, menarik disimak adalah pendapat Roy Suryo, yg mengatakan penggugat kaos Timnas mau terkenal.

Aku kutip saja ucapan Roy Suryo ini, agar aku tidak dianggap salah interpretasi, hahah.
Satu hal lagi, kata Roy, dia mendengar sejarawan Asvi Warman Adam menyatakan lambang Garuda sudah dipakai di kaos Timnas sejak tahun 1956. Bahkan, lambang Garuda yang dipakai sangat besar, memenuhi dada.

"Kalau David mau menggugat, kenapa tidak menggugat saja sejak dulu? Mengapa baru sekarang? Ini jelas orang ini mencari popularitas, mencari momen saja," katanya.

Nyengir saja deh aku baca berita 'heboh' ini.

Menurut anda, David ini pantas disematkan famous atau notorious?

Foto dari sini.

Moral story:
- terkenal itu gampang, yg susah itu terkenal dg cara yg baik dan punya output yg baik
- bahasa Indonesia kurang cukup responsif utk masalah terkenal ini
- gugat lambang negara sbg salah satu cara utk terkenal
- David Tobing ternyata cukup terkenal. baca aksi2nya di sini.