Adalah hal yg menjengkelkan ketika kita mesti berkonflik di kantor. Terlebih jika pemicunya bukan dari sisi kita, tapi karena ada ketidaksukaan atau kedengkian dari orang lain yg merasa terancam oleh keberadaan kita. Terancamnya bermacam-macam, entah karena gajinya lebih kecil atau karena dia kalah exist atau kalah pinter.

Untuk menghadapinya, sebenarnya bisa bermacam-macam, tergantung dari tingkat konfliknya. Beberapa orang biasanya cenderung menghindar dari konflik yg berakibat dirinya akan makin terinjak-injak dan si 'musuh' akan semakin jumawa.

Percaya atau tidak, konflik antar staf perempuan itu ternyata lebih 'menyebalkan' (setidaknya dari sudut pandangku) daripada konflik antar sesama laki2. Bagiku, jika ada konflik yg aku alami, biasanya aku lihat dulu penyebabnya. Jika memang diriku yg salah, it's ok. Aku akan minta maaf dan berusaha tidak mengulanginya lagi. Tapi jika penyebabnya bukan dari diriku, lalu aku kena getahnya...apalagi setelahnya tidak ada pernyataan maaf atau apapun dari pihak yg menyerangku, hahaha...waspadalah...waspadalah...PEMBALASAN ITU AKAN LEBIH KEJAM DARIPADA TIDAK DIBALAS, ahhaha..

Hey...jangan lantas menuduhku tidak gentleman dg sikapku! Tapi lihat dulu siapa yg memulai kekisruhan itu! Buat apa aku mesti memaksakan diri utk bersikap gentleman jika pihak sana juga tidak ada niat utk bersikap gentleman? Buang2 waktu dan energiku saja bersikap seperti itu!

Lalu, jgn salah lho...konflik antar lelaki juga bisa dipicu karena kedengkian! Adalah repot jika sudah mesti berhadapan dg orang dengki, karena apapun yg kita lakukan, meskipun niat kita baik, akan selalu dianggap salah di mata dia! Aku pernah bertemu dg org2 seperti ini. Solusinya? Jauhi saja org2 yg seperti itu. Mereka itu mirip dengan dementor di Harry Potter, yg doyan menghisap kebahagiaan orang lain dan membuat ybs menjadi kehilangan keceriaan dan harapan.

Toh, segimanapun parahnya konflik antar lelaki, aku belum pernah sampai menantang mereka utk duel! Hahahah...jangan salah ya...kalo aku sudah sedemikian kesal, aku bisa saja tantang mereka utk selesaikan secara jantan. Kalo mereka ndak nanggapi, yaa ketauan bahwa mereka bukanlah tipe lelaki jantan...alias lelaki ayam sayuuurr...hahahah.

Paling parah sebenarnya konflik/gesekan antar staf perempuan. Terutama jika staf senior melawan staf yg lebih junior. Benar2 menjengkelkan lah! Apalagi jika sampai ada penggalangan jama'ah utk membenci secara berjama'ah. Tentu saja si staf senior sebagai imamnya. Itu akan lebih merepotkan karena berarti si staf junior mesti melawan sekian banyak orang yg terpengaruh. Dan aku PALING BENCI dg orang2 yg menggalang dukungan utk memusuhi secara berjama'ah. Nampak sekali ybs SEBENARNYA GA ADA APA2NYA kalo sendirian.

Untuk mengatasi 'imam' seperti ini sebenarnya sepele saja. LABRAK SAJA LANGSUNG ybs! Tanya apa maunya! Aku jadi inget cerita Wify. Temannya ada yg sampe melempar barang ke orang yg memusuhinya, gara2 kejadian seperti yg aku ceritakan di atas. Efeknya manjur. Ybs sekarang ndak terlalu berani neko2 dan cari masalah lagi ke temannya Wify.

Anda sendiri punya solusi apa jika menghadapi konflik, apalagi jika tidak ada hubungan dg pekerjaan? Main lembut (santet misalnya, hahaha), mendiamkan saja, atau langsung 'main kayu'?

Gambar dari sini.

Moral story:
- nyaris tidak ada kantor yg tidak ada konflik
- konflik bisa dihindari jika kedua belah pihak dipertemukan dan saling tahu apa keinginan masing2
- jika bertemu dg trouble maker, si imam bermusuhan secara berjama'ah, 'toyor' saja langsung, palingan dia ngeper juga!