Uploaded with ImageShack.us

Membaca postingan Eddy Fahmi, salah seorang temanku di plurk, aku terheran-heran saja membaca tawaran layanan yg dilakukan oleh Telkomsel. Sebenarnya tidak terlalu terheran-heran, karena aku sempat terpikir operator mana yg akan memanfaatkan momen 4L4y utk jualan.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Telkomsel yg 'memberanikan' diri utk meluncurkan layanan ini. Aku sedikit kecewa kenapa Telkomsel yg meluncurkan layanan ini, bukan operator yg katanya funky dan membidik anak muda. *silakan tebak sendiri operator yg aku maksud, eheh*

Di plurk itu (dan belakangan di ranah twitter), banyak yg menyuarakan agar layanan ini dihentikan. Alasannya agar bahasa Indonesia 'terselamatkan' dari 'kehancuran' dan apapun itu namanya. Hingga saat ini, aku masih merasa sikap para 4L4y itu biasa2 saja, selama tidak memancing emosi.

Penulisan dan gaya bahasa 4L4y yg dirasa amburadul oleh banyak orang, menurutku tidak perlu dipersoalkan dan ditanggapi terlalu berlebihan. Menurutku, bahasa Indonesia masihlah dalam kondisi aman2 saja.

Beberapa alasan:
1. kaum 4L4y itu tidak akan menggunakan tulisan seperti itu di kehidupan 'resmi' mereka. Setidaknya, saat mereka sekolah dan berinteraksi dg guru atau dosen, tulisan yg digunakan masihlah tulisan normal kok. Tulisan m3R3k4 yg 4mBu24DuL itu biasanya mereka gunakan utk komunikasi 'non resmi'. Setidaknya itu yg aku ketahui. FB, Twitter, Plurk, menurutku merupakan komunikasi non resmi, sehingga (bagiku) sah2 saja mereka menggunakan gaya bahasa dan tulisan yg 't1D4k w4J4r'.

2. para 4L4y itu masih (sedang) berada di usia yg 'labil'. Pencarian jati diri kalo menurut para psikolog. Aku yakin kita semua pernah melalui masa2 seperti itu, hanya jamannya saja yg beda sehingga beda cara menjalaninya. Bagi generasi 80's, mereka banyak yg bertingkah seperti Lupus atau si Boy, tokoh idola di jaman itu. Di th 90's, Michael Jackson dan boys band membuat banyak abg yg meniru pola mereka. *mudah2an analoginya masih nyambung, ehhe*

Jadi, utk tahun 2005-2010 ini merupakan 'jamannya' kaum 4L4y. Biarkan saja mereka berekspresi. Toh nanti jika ada mode baru, mereka akan berganti juga kok. :-)

Justru yg menjadi tantangan adalah bagaimana caranya agar pengajaran Bahasa Indonesia menjadi menarik utk diikuti dan diterapkan? Jgn menyalahkan jaman/mode ah, ntar keliatan paranoidnya dan ketidakmampuannya deh!! :-p

Moral story:
- ga usah pusing dg kaum 4L4y
- bahasa Indonesia itu tetep cool kok!
- cuma generasi tua yg protes *xixixix...*