Dalam sebuah keluarga, terutama yg sudah dikaruniai anak, akan terdapat perbedaan cara panggil terhadap anggota keluarganya. Misalnya, suami istri yg baru menikah ada yg memanggil pasangannya dg "Mas", "Dik", "Adinda", "Sayang", bla 3x. Nah, setelah punya anak, berubah pula panggilannya, menjadi "Abi", "Ayah", "Papi", "Bunda", "Ibu", dst dst.

Ternyata panggilan ini mempunyai 'masa'nya, dalam artian tiap generasi mempunyai dan menyimpan kisah yg berbeda mengenai cara dan catatan panggilan ini. Panggilan yg mungkin sudah ada sejak jaman dulu kala antara lain "Ayah", "Papa", "Papi", "Bapak", "Mama", "Ibu", "Bunda", "Umi". Tentu saja ini belum termasuk dengan panggilan yang berlaku di daerah (sesuai dengan bahasa daerah setempat).

Belakangan ini aku perhatikan ternyata perkembangan nama panggilan (terutama terhadap ortu) kian beragam. Yaahhh...kalo mau dikait-kaitkan, lha wong jaman modern, wajar juga ada perubahan dalam panggilan. Meski masih saja ada yg tetap menggunakan istilah yang sudah ada. Yaaa...aku sih tidak melarang mereka. Suka2 mereka lah. Itu kan hak asasi.

Beberapa nama panggilan terhadap ortu yg aku dapatkan antara lain Yapi & Yami, Baba & Bubu, Pepeh & Bubu. Aku yakin anda tahu istilah Pipi & Mimi yg digunakan oleh salah satu (mantan) pasangan artis super duper terkenal ituh, hehe.

Aku dan Wify sendiri tentu saja sudah terpikir hal itu, maksudnya panggilan ortu oleh anak. Wify yg punya ide untuk panggilan bagi kami bertiga, dan aku cukup pasrah dan terima saja dengan ide2nya Wify, lah wong memang menarik dan lucu, jadi kenapa mesti diprotes?

Muncullah istilah Pibi, Bubi, dan Embi.

Embi sendiri muncul karena kami merasa kehadiran neng Mikaila ini adalah sebuah keajaiban (miracle). Bagaimana tidak disebut keajaiban, karena usai 3 tahun berikhtiar untuk menyembuhkan penyakit, ehhhh...alhamdulillah,tak dinyana dan tak disangka Mika muncul. So, Wify akhirnya memberi nama eMBi, dari Miracle Baby.

Sementara untuk Pibi dan Bubi sendiri berasal dari ide berikut. Pibi = Papa Bear (maklum, saat itu beratku sempat mencapai angka 72 kg, dan sering dibilang mirip beruang, ahhaha). Disebut pibi agar lebih mudah saja mengucapkannya. Bubi sendiri bisa berarti Bunda Bee (Wify adalah penggemar berat hal2 yg berbau lebah).

Akhirnya, ketiga nama inilah yg melekat di diri kami bertiga. Jikalau nanti eMBi/Mika punya adik, tentu saja akan punya nama panggilan sendiri. Sebaiknya berakhiran -bi juga (hanya saja, yg pasti bukanlah BABI, hahaha). Ah, ndak usah dulu mikir nama panggilan adiknya eMBi, lah wong nampaknya belum akan muncul dalam waktu dekat.

Moral story:
- nama panggilan ortu bervariasi, tergantung waktu dan daerah.
- setiap anak (dan orang) itu unik, maka sebisa mungkin buatlah sesuatu yg unik pula bagi mereka.
- buat dan gunakan panggilan ortu yg lucu dan akrab, agar anak merasa akrab dan tidak jauh dari ortu.