Selama 2 hari ini, aku membaca berita bahwa nun di Taiwan sana, Indomie ternyata dilarang beredar. Alasan pemerintah Taiwan, Indomie mengandung bahan yg berbahaya, bahan pengawet yg terlarang, methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid. Dua unsur itu hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik.

Ini sungguh mengherankan, karena sebenarnya Indomie sendiri sebenarnya sudah diekspor ke berbagai selama lebih dari 20 tahun. Bahkan jika anda pernah ke Belanda, Indomie merupakan salah satu makanan yg populer.

Dari bapak ini, aku dapatkan informasi bahwa sebenarnya kedua zat tersebut tidak berbahaya untuk makanan (silakan baca di sini).

Aku sendiri salah satu 'penggila' Indomie, terlebih lagi saat masih kuliah. Sehari bisa 3x makan Indomie, sekali makan bisa 2 bungkus dg 2 telor! Hahaha. Sejak menikah, Wify sudah ancang2 untuk mengerem kegilaanku dg Indomie ini, sehingga hanya boleh makan Indomie tiap 3 hari. Menurut Wify, zat lilin yg ada di Indomie baru bisa terurai setelah 3 hari.

Yo wis, biar hidup makin sehat, aku ikuti saran Wify. Ndak ada ruginya toh?

Ok, kembali ke masalah Indomie ini. Kadang aku berpikir, orang Indonesia itu super ajaib dan punya daya hidupnya (survive) yg begitu tinggi. Bagaimana tidak? Di saat negara2 lain ribut dg kondisi dan komposisi makanan yg tidak sehat, alhamdulillah, orang2 Indonesia adem ayem saja. Tidak terlalu ribet dan panik. Barangkali ini memang anugerah dari-Nya.

Padahal jika ingat cerita teman2 dan adik2ku yg sempat mengenyam pendidikan/tinggal di luar negeri, biasanya pada saat mereka kembali ke Indonesia lalu makan masakan Indonesia (apalagi yg di pinggir jalan), dijamin berbagai penyakit akan menyerbu mereka. Aku ingat, ada kenalan yg 3-4 tahun di Belgia (atau Swiss ya?) lalu saat pulang ke Bandung beli batagor. Dan ybs sukses mencret selama 1 minggu.

Sempat beredar isu, bahwa isu ini sengaja ditiupkan untuk menurunkan nilai saham Indofood. Pada saat nilai saham turun, akan diserbu dan diborong oleh orang2 tertentu.

Ckckckc...persaingan bisnis memang kejam!!

Oya, omong2, bagaimana dg seseorang yg menggunakan jingle Indomie utk kampanye kemarin ya? Apakah ybs juga berbahaya? Xixixi...

Ah, sudahlah, lebih baik makan Indomie rasa mie goreng saja, favoritku. Errr...wait...ternyata Wify melarang, karena baru kemarin aku makan. Haiyaahhh... nasib...nasib...

Moral story:
- Indomie itu wenaaakkk...
- Nampaknya ada yg hendak memancing di air keruh
- Apa rasa Indomie kesukaan anda?
- Jika Indomie berbahaya, tdk perlu kuatir. Masih ada Sarimi, Mie Sedap, Sarimi, hahaha..

Gambar dari sini.