Hari ini kita memasuki salah satu tanggal yg unik, yakni 20-10-2010, yg bisa dituliskan sebagai 20102010. Sebuah waktu yg sedemikian unik, sama seperti 10-10-10 yang konon membuat para penghulu kelabakan saking kebanjiran order, gara2 banyak calon pengantin yg meminta mereka datang utk meng-sah-kan pernikahan mereka.

Aku sendiri tertawa geli melihat begitu banyak orang yg terobsesi dg tanggalan unik seperti ini. Well, jika untuk mengenang momen, bolehlah dan masuk akal jika banyak orang berlomba untuk menikah di tanggal istimewa tersebut.

Seorang temanku memilih tanggal yg unik juga untuk pernikahannya. Dia dan istrinya menikah di tgl 11-10-09. Hahaha...lucu juga, tanggalannya hitung mundur. Semoga saja pernikahannya tetap maju, tidak lantas ikut2 mundur, hahaha.

Intinya, jika menggunakan tanggal2 unik untuk mengenang MOMEN PERNIKAHAN, aku tidak keberatan.

Hanya saja, saat aku membaca tweet Amril ini, aku terhenyak. Di sana tertulis
Besok, ada kawan siap melahirkan secara Caesar di angka unik 20-10-2010. Unik dan sbh cara mengingat yg monumental :)

Sejenak, aku merasa deja vu. Hal yg sama, NYARIS aku lakukan ke Mika. Di bulan Mei, akhir bulan, aku dan Wify sempat berpikir agar Wify melakukan operasi cesar di tgl 27 Mei. Alasannya agar ulang tahun Mika sama dengan ulang tahunku.

Namun, keinginan ini, alhamdulillah, kami batalkan. Penyebab utamanya adalah, melakukan operasi cesar dg pertimbangan tanggal adalah BENTUK EGOISME ORANG TUA dan KESOMBONGAN MANUSIA TERHADAP SANG PENCIPTA!

Bagaimana tidak?

Anak yg berada di dalam kandungan normal tentulah sudah mempunyai jadwal lahir yg telah disesuaikan dengan perkembangan badan (dan mental) si anak. Dengan melakukan operasi cesar, terutama jika BUKAN KONDISI DARURAT, sebenarnya si ortu telah menyetir kehidupan si anak.

Aku yakin salah 1 alasan klise si ortu karena ortu berniat baik, karena dg tgl istimewa tersebut, maka akan mudah diingat. Tapi di sisi lain, si ortu telah merampas (dengan sengaja walaupun tidak sadar) kebebasan si anak untuk menentukan waktu lahirnya sendiri.

Dengan semena-mena, karena egonya, si ortu menyuruh anaknya, yg seharusnya masih mengenyam kehangatan dunia rahim si ibu, untuk keluar secara paksa dan dihadapkan dengan kerasnya hidup di dunia.

Operasi cesar sebenarnya mempunyai kelemahan besar, yakni pertama, sulit keluarnya ASI si ibu. Kedua, waktu penyembuhan yg lebih lama.

Dengan demikian, ego ortu telah menyebabkan 2 kerugian kepada si bayi, yakni waktu lahir yg dipaksakan dan kian lamanya si bayi untuk bisa merasakan asi. Selain itu, egoisme ini juga menyebabkan si ibu menderita lebih lama.

So?

So, aku merasa prihatin dan kasihan dg ortu2 yg memaksakan anaknya lahir karena momen. Sayang sekali wahai orang tua yg tidak bijak, anak anda menjadi korban egoisme anda.

Aku tidak bisa bayangkan, bentuk egoisme apalagi yg akan dilakukan ortu2 tersebut kepada anaknya.

Gambar diambil dari sini.

Moral story:
- kita akan sering dapati tanggal2 yg unik.
- keunikan tanggal sebenarnya bergantung dari sisi kita mengisi hari tersebut.
- operasi cesar hendaknya tidak dilakukan sembarangan, kecuali benar2 nyawa bayi dan ibunya dipertaruhkan.
- ternyata banyak ortu yg egois, dengan memaksa anaknya lahir melalui operasi cesar pada tanggal2 yg unik.