Tempo hari aku pernah menulis kejengkelanku ttg Foursquare (4sq). Tulisan tersebut menitikberatkan pada kotornya garis waktu (timeline) Twitterku akibat dipenuhi info2 yg tidak penting buatku. Padahal, aku follow seseorang dengan niat mendapatkan info2 yg bermanfaat.

Akhirnya aku temukan cara, meski belum cukup efektif. Setidaknya, solusi ini cukup berhasil di Tweetdeck, yakni dengan melakukan filtering. Semua kata yg ada unsur 4sq, aku 'filter' sehingga tidak muncul di timelineku. Lumayan, aku bisa membaca info2 (yg lebih) penting lainnya, hehehe. Sayangnya belum semua aplikasi Twitter ada fitur filtering ini. Uber Twitter dan Seesmic belum support, sehingga jika aku baca Twitter melalui BB, masih saja muncul pesan2 'sampah' itu.

Hal lain yg membuatku benci 4sq, adalah rebutan menjadi mayor (oh, plis dehhh). Ga penting banget! Jadi ingat waktu aku SD, selalu ada teman2 yg main klaim untuk tempat duduk. Dengan semena-mena, mereka mengusir teman2 yg sudah duduk di situ, karena mereka beranggapan tempat duduk itu adalah milik mereka. Bah..main klaim ga manfaat! Childish banget!

Selain itu, ajang pamer juga menjadi hal yg kubenci dari 4sq. Ok, kamu2 sekalian sudah pernah ke sana (satu tempat). So what? Bangga?

Ok, berikutnya adalah berburu badge. Mirip2 dengan di Plurk, kita bisa dapatkan badge tertentu jika kita berhasil 'break' sebuah aturan. Seru? Menurutku sih tidak. Jika dibandingkan dengan badge yg ada di selendang Pramuka (hayoo masih ada yg inget ga?), jelas beda banget bedanya lah.

Poin berikutnya, hmmm...pengguna 4sq bisa menjadi target kejahatan. Let's say, seorang penjahat yg melengkapi dirinya dengan gadget dan kemampuan serta pengetahuan di jejaring sosial. Dia bisa menarget dan mempelajari perilaku calon korbannya dari kebiasaan si calon korban (salah satunya) di 4sq. Dia tahu rumahnya, kapan pergi, sedang di mana, dst dst. Dengan mempelajari hal ini, plus menghitung rentang waktu yg diperlukan utk beraksi, heyyy....tidak perlu Albert Einstein utk menyadari bahwa pengguna 4sq adalah sasaran empuk.

So, hingga saat ini aku TIDAK menggunakan 4sq sebagai mainanku, meski aku sudah menjadi user 4sq. Sekedar ingin tahu saja, tapi belum ada manfaat buatku.

Moral story:
- buat para pengguna 4sq, ga perlu sewot dg artikel ini
- selama tidak bermanfaat, aku tidak berminat
- pengguna 4sq bisa menjadi korban kejahatan