Tadi siang, aku mengunjungi Plaza Senayan. Nope, bukan untuk jalan2, apalagi belanja. Target utamanya adalah kantor sebuah perusahaan IT yg cukup besar dan ternama. Tujuannya, untuk membahas beberapa masalah di sebuah project yg never ending story, seperti plesetan nama perusahaan IT ini.

Usai rapat dan mendapatkan solusi (sementara, karena belum dicoba dan dites oleh anak buah), ternyata waktu sudah masuk Magrib. Keruan saja, aku pontang panting dari lantai 11 mencari tempat buka puasa. Untungnya, aku cukup kenal daerah Plaza Senayan, maklum...pernah ngetem di situ cukup lama.

Pilihan makanan akhirnya jatuh ke junk food ini. Pertimbangannya, ada paket lumayan murah. Ya sudah, aku dan teman kerja pesan 3 porsi.

Selama lebih kurang 12 tahun-an mengonsumsi junk food ini, sedikit banyak aku hapal urutan proses pembungkusan (karena kami hendak santap hidangan ini sambil kembali ke kantor). Urutannya: siapkan nampan, tanya pesanan, jika pesanan belum ada maka dia akan konfirm ke orang dapur utk sediakan. Selanjutnya, dia akan siapkan kentang, ambil pesanan, siapkan minuman.

Setelah itu, jika pesanan dibungkus, dia akan masukkan burger lalu kentang goreng ke dalam bungkus kertas. Berikutnya dia akan plastikin gelas minuman. Selanjutnya diserahkan ke pembeli.

Nah, aku melihat si staf McD itu mengambil bungkus kertas. Lalu aku bicara sesuatu dengan teman kerja, sehingga tidak sempat memperhatikan dg baik. Saat aku lihat kembali, si staf sedang memasukkan kentang goreng ke bungkus kertas.

So, tidak salah kan jika aku menganggap pesananku sudah lengkap?

Aku segera bergegas mengambil kantong plastik dan mengajak temanku pergi, menuju mushola di lantai 3, menuaikan sholat Magrib. Eh, saat hendak pulang barulah temanku cerita bahwa BURGERNYA KETINGGALAN!

What tje fuk!?

Walhasil, selama perjalanan ke Tebet, kami hanya makan kentang goreng dan minum. Sebuah 'cemilan' mahal seharga Rp 16.500 (termasuk pajak). Tapi ya sudahlah, kami relakan saja, daripada musti muter balik.

Hanya saja, kepikiran olehku, mesti jika ada kasus seperti ini, aku bisa claim burgerku yg ketinggalan di cabang McD yg lain. Well, tentu saja mesti ada bukti yg cukup kuat. Setidaknya, jika bisa claim seperti ini, orang2 akan lebih appreciate. Well, just my gocap.

Moral story:
- jangan lengah saat menunggu pesanan datang
- ternyata staf bisa saja melakukan SOP yg tidak biasanya
- pelanggan selalu dirugikan, jika di Indonesia