Kejadiannya seminggu yg lalu, jadi mungkin agak basi.

Jadi, seminggu lalu adalah ulang bulan eMBi. Dan jika merujuk kepada banyak referensi, saat umur bayi 1 bulan, dia MESTI mendapat imunisasi awal. Teorinya sih sebelum 1 bulan juga sudah boleh.

Nah, menjelang imunisasi ini, eMBi mendadak bermasalah pernafasannya. Grak groookkk...demikian bunyi nafasnya. Dan jika aku perhatikan, kok kaya orang yg paru2nya terisi cairan. Maka, kami dengan mantap membawa eMBi ke rumah sakit anak utk mendapatkan perawatan.

Pergilah kami menuju RS Hermina di Jatinegara. Pilihan yg relatif baik, selain karena Wify sempat cek kandungan di sana, RS Hermina (nampaknya) mempunyai standar di semua cabangnya. Dokter Taufik Jamaan, dokter favorit kami saat ikhtiar dan proses kehamilan, juga bekerja di sini.

Faktor lain, kami mendengar dokter Diah cukup baik. Kami cek, jadwalnya jam 1an.

Ternyata dokter Diah berhalangan dan terlambat cukup lama. Lebih kurang jam 3 baru sampai. Usai dipanggil dan masuk ke ruang periksa, dimulailah dialog antara dokter anak dan orang tua.

Intinya, sang kodok, eh, maksudku sang dokter terkejut karena eMBi sama sekali belum menerima imunisasi. Namun, sebelum melakukan imunisasi, aku mengatakan bahwa nafas eMBi agak aneh sehingga minta diperiksa lebih dahulu.

Usai diperiksa, dokter mengatakan bahwa ada UPIL yg mengganggu jalan nafas eMBi. Dengan sedikit kekerasan terhadap anak balita, sang dokter berhasil mencungkil upil dari lubang hidung kanan dan kiri.

Terjawab sudah mengapa nafas eMBi begitu berat. Ternyata, UPILNYA GUEDE BANGED!! Hampir 1/2 lubang hidung tertutup. Dan berlendir pula...yaikss.

Saat pencongkelan, eMBi menangis tersedu-sedu. Wajar lah...namanya juga 'kaget' hidungnya dimasuki benda aneh. Lalu eMBi melihat ke arahku, seakan-akan berkata "Pibi...hidungku sakiiitt..." Hiks, ga tega melihat ekspresinya, aku segera usap2 kepalanya, terus gendong eMBi. Hahah..terakhir aku menghibur bayi sekitar 22 tahun lalu, saat mengasuh adikku yg bungsu.

Sambil tersedu-sedu, eMBi menangis di gendongan. Aku sibuk menghiburnya. Wah, kalo melihat dan ingat lagi tatapan matanya yg sendu dan memelas, aku jadi terharu dan ga tega-an.

Usai dibersihkan hidungnya, obrolan dengan dokter dilanjutnya. Setelah menceramahi kami ttg imunisasi, dokter memutuskan akan memberikan imunisasi polio dan BCG ke eMBi.

So, kembali eMBi tiduran di kasur...dan kembali menangis saat kakinya dipegang oleh suster. Walhasil, aku jadi tidak bisa membedakan tangisan dia gara2 disuntik atau kakinya dipegang. Selama ini sih, kakinya memang bergerak bebas, dan dia akan jengkel jika kakinya 'dikekang'.

Imunisasi polio dilakukan secara oral, sementara utk BCG, dilakukan dg suntikan.

Alhamdulillah, kondisi eMBi sehat wal afiat.

Oya, sebulan setelah dilahirkan, eMBi memiliki berat 3,9 kg dan panjang 51 cm. Berarti nambah 0,9 kg dan 2 cm dalam waktu 1 bulan.

Moral story:
- imunisasi itu perlu utk pencegahan penyakit
- anak mesti dilindungi tanpa perlu 'menyalahkan' orang lain