Ngomong2 masalah sate domba Afrika, aku jadi teringat dengan pengalamanku mencicipi 2 lokasi makan yg menjual sate domba Afrika. Yg pertama adalah di daerah Karet Kuningan. Aku sudah agak lupa kapan tepatnya mencoba di sini, tapi perkiraanku sekitar tahun 2008.

Kepenasaranku lebih banyak karena saat itu sedang booming menu sate domba Afrika. Semula aku dan Wify hendak mencoba menu ini yg dijual di daerah Gajah Mada, Jakarta Pusat. Tapi karena pertimbangan jarak yg cukup jauh, akhirnya aku dan Wify memutuskan untuk mengunjungi rumah makan yg terdekat. Dan kebetulan kami tempo hari ada urusan juga ke mal terdekat di daerah situ.

Tapi, kenyataannya, kami mengalami kekecewaan karena menurut kami, menu yg tersaji kurang memadai. So, kami mencari info lain.

Tak dinyana, aku temukan rumah makan yg menjual sate domba Afrika ini di dekat kantor, di daerah Tebet.

Kagak pake lama, akhirnya kami berdua mendatangi tempat makan itu. Melihat harganya, hmmm....aku sempat bertanya-tanya, kok ya semahal ini harga sate domba Afrika? Apa sih istimewanya?

Akhirnya setelah menunggu sekian lama, sekitar 15-20 menit, kami disuguhi menu yg kami pesan. Aku sendiri memesan sate domba Afrika, sementara Wify memesan nasi goreng.

Usai mencicipi 1-2 potong daging, aku akhirnya mengerti mengapa harga 1 porsinya cukup mahal.

SATE DOMBA AFRIKA INI UENAKEEE PUOOOLL....!!

Ada beberapa penyebab mengapa sate domba Afrika ini begitu enak di lidahku:
1. Dagingnya tanpa lemak
2. Ukurannya cukup besar (meski tidak sebesar sate maranggi)
3. Bumbunya yg cukup meresap
4. Tidak dibakar secara langsung, sehingga dagingnya tidak gosong
5. Ada tambahan bawang bombay, sehingga (diklaim) bebas kolesterol
6. Rasa daging domba, yg menurutku cukup ok. Tidak berbau menyengat seperti daging kambing

So, tunggu apalagi? Segera kunjungi tempat makan sate domba Afrika terdekat!!

Foto-foto lain bisa dilihat di sini.

Moral story:
- sate domba Afrika diklaim bebas kolesterol
- harganya yg mahal, menurutku, sesuai dg kelezatannyah