Aku hendak mengingatkan anda-anda sekalian, agar berhati-hati jika parkir di Kalibata Mall. Nope, ini bukan masalah keamanan, tapi masalah TARIF PARKIR!

Seperti diketahui bersama, tarif parkir di Jakarta sempat membuat banyak pemilik kendaraan bermotor marah2. Penyebabnya, selain adanya kenaikan secara sepihak (dan dilakukan dengan halus serta penuh tipu daya), ternyata tarif parkir yg berlaku selama ini melenceng jauh dari yg telah ditetapkan oleh pemda DKI!

Di peraturan Gubernur (pergub) DKI, dinyatakan bahwa tarif parkir mobil 1 jam pertama sebesar Rp 2.000 dan per jam berikutnya sebesar Rp 1.000. Sedangkan untuk sepeda motor sebesar Rp 500/jam.

Nah, banyak tempat parkir, terutama yg dikelola oleh Secure Parking menerapkan tarif yg jauh lebih mahal, bahkan sebelum kembali ke tarif normal, mereka sempat menaikkan dg cara yg tidak disadari para korban. Sebagai contoh, tarif parkir sepeda motor adalah Rp 1.000 utk jam pertama dan Rp 2.000 untuk DUA JAM berikutnya.

Sekilas tarifnya memang sama, Rp 1.000/jam, tapi kenyataan di lapangan akan menunjukkan bahwa para pelanggan dirugikan. Misalnya dia baru parkir 1 jam 1 menit, maka jika biasanya dia dikenai tarif (maksimal) Rp 2.000 (Rp 1.000 utk jam pertama dan Rp 1.000 utk jam berikutnya), maka kini akan dikenai Rp 3.000.

Kurang ajarnya lagi, banyak tempat parkir yg tidak memberikan struk, terutama di Kalibata Mall. Para petugasnya main ambil tiket, lalu sebut nominal yg mesti dibayar.

Aku sempat curiga dengan taktik ini. Karena kadang aku dan Wify hanya mampir sebentar, tidak sampai 1 jam, malah terkena tarif Rp 2.000. Sempat aku berpikir bahwa para petugas parkir ini melakukan kecurangan seperti yg pernah aku alami di Mall Ambassador.

Kecurigaanku terbukti. Sekitar 2 minggu lalu, aku dan Wify berkesempatan mampir ke Kalibata Mall karena ada keperluan. Aku ingat sekali bahwa saat itu tarif parkir telah turun menjadi Rp 500/jam dan kami menghabiskan waktu hampir 2 jam. Jadi jika merujuk aturannya, kami cukup dikenai Rp 1.000.

Kenyataannya, si petugas parkir dengan seenaknya menyebut angka Rp 2.000. Karena saat itu kami sedang terburu-buru, aku tidak sempat mendebat dan 'ngajak ribut' si petugas parkir.

Akhirnya, kesempatan utk 'bikin ribut' dg petugas parkir Secure Parking Kalibata Mall kesampaian juga hari Minggu kemarin. Aku sudah perhatikan bahwa kami hanya akan terkena tarif Rp 1.000. Nah, saat si petugas menyebut Rp 2.000, aku langsung mendebatnya.

Aku:"Lho, mas kok 2000? Tarifnya kan jadi 500?"

Si petugas langsung gelagapan dan meralat ucapannya menjadi Rp 1.000.

Kemungkinan besar aku parkir barengan dengan orang ini.

Nampaknya para pengguna kendaraan bermotor mesti lebih waspada terhadap para tukang parkir yg curang seperti ini. Bahkan jika perlu, pihak Secure Parking mesti melakukan tindakan yg tegas. Karena hal ini akan merugikan citra Secure Parking yg berusaha utk menjalankan PerGub secara baik dan benar.

Dari sini, aku dapatkan informasi lengkap mengenai tarif parkir 'normal'.
Dalam Perda No. 1 tahun 2006 diatur tarif parkir di lapangan parkir atau didalam gedung untuk kendaraan beroda empat jenis sedan, pick up, jeep dan minibus pada satu jam pertama Rp2.000, kemudian untuk jam berikutnya dikenakan tarif Rp1.000 per jam sedangkan untuk kendaraan beroda empat jenis truk dan bus dikenakan tarif Rp2.000 pada jam pertama dan Rp2.000 per jam pada jam-jam berikutnya dan sepeda motor dikenakan tarif parkir sebesar Rp500 pada jam pertama dan Rp500 pada jam berikutnya.

Moral story:
- jika benar, ga perlu takut...apalagi dg tukang parkir!
- Secure Parking terbukti memang (pernah) menaikkan tarif parkir dengan semena-mena!