Beberapa hari ini aku terganggu dengan keberadaan beberapa teman yg menurutku cukup mengganggu (annoying). Aku tidak akan menceritakan secara detail siapa2nya, silakan dikira2 sendiri saja, hahaha.

Dari sekian banyak teman yg annoying, ada 1 orang yg menurutku benar2 SUPER ANNOYING. Ada beberapa penyebabnya. Yg pertama, setiap kali bertemu, ybs selalu bernyanyi2 atau bersiul2 dg suara yg fals banget. Jika sudah begini, terpaksa memilih beberapa solusi untuk dijalankan, yakni memasang mp3, meninggalkan ybs.

Beberapa kali, saking annoyingnya ybs, darah sampai naik ke ubun2. Sudah pengen melabrak bahkan (jika perlu) menempeleng ybs. Aku ternyata galak yak? xixixi...

Belum lagi, jika ybs suka bertanya hal2 yg konyol dan sebenarnya sudah tertulis dan begitu jelas untuk dipahami. Ternyata untuk hal ini, bukan aku saja yg mengalami. Dari pengamatanku, beberapa orang yg berhubungan dengan teman ini juga mengalami hal yg sama.

Tapi terkadang tindakan konyol ybs mengundang tawa juga. Beberapa kali pertemuan, ybs selalu mengajukan usul yg sebenarnya sudah dilakukan dari tadi. Walhasil, ybs menjadi bahan tertawaan.

Setelah aku amati, orang2 yg annoying mempunyai sifat yg agak aneh menurutku. Mereka menganggap tindakan annoying mereka itu BUKAN tindakan annoying. Bahkan mereka seringkali ngotot bahwa tindakan mereka itu bertujuan membantu teman2 lain. *entahlah teman2 mana yg dia maksud*

Sayangnya, aku agak intens berhubungan dengan teman annoying ini. Selama ini berusaha ndak masukin hati, tapi kadang (seperti aku tulis di atas) kalo sedang jengkel pengen juga nempeleng.

Orang2 seperti ini akan banyak kita temui, entah itu di dunia kerja, lingkungan (rumah), bahkan di dunia maya. Sempat juga aku temukan orang2 seperti ini di dunia maya, bahkan di jejaring sosial. Solusinya gampang, aku enyahkan mereka dari daftar teman, hahaha.

Yg cukup repot jika bertemu di lingkungan (rumah). Salah satu yg pernah kami temui adalah tetangga yg membiarkan anaknya mengotori rumah (kontrakan) kami. Sebenarnya bukan tetangganya langsung, tapi pembantunya. Berbagai cara sudah kami gunakan untuk mengingatkan ybs. Mulai dari berdehem2 kecil, keluar rumah. Tapi masih tidak mempan juga. Walhasil, cara cukup keras aku lakukan. Aku tegur si pembantu, dengan suara yg cukup galak.

Contoh lain ada seseorang yg sering ikut campur urusan keluarga kami. Dengan sotoynya ybs sering komentar yg menurut kami ga ada manfaatnya, karena ybs tidak tahu masalah sebenarnya dan KAMI TIDAK BUTUH NASIHATNYA!!

Anda sendiri pernah bertemu dg orang2 seperti ini?

Moral story:
- hati2 dg teman...kadang2 mereka berubah menjadi musuh
- jangan terlalu mengumbar tindakan kita di depan orang, kadangkala ada yg berusaha mancing di air keruh
- lebih mudah menghadapi orang seperti ini di dunia maya, cukup tinggalkan dia
- sulitnya menghadapi orang di dunia nyata karena serangan/bentrokan fisik bisa terjadi