Gegara menonton sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta, aku teringat dengan sebuah Rumah Durian yang lokasinya cukup dekat dengan rumah. Hanya butuh 5 menit untuk mencapai lokasi Rumah Durian yang lokasinya di daerah Mampang ini.

Sebenarnya aku sudah 2-3 bulan terakhir ini ingin mengunjungi Rumah Durian ini, namun kesempatan itu tidak pernah datang, hingga akhirnya Minggu sore kemarin aku mengajak Wify untuk mengunjungi lokasi ini. Untungnya Wify mau untuk ikut, padahal ybs tidak terlalu doyan buah duren. Namun sebenarnya Wify tidak alergi atau tidak doyan banget duren. Kripik duren setidaknya masih mau untuk disantapnya.

So, akhirnya kami berdua datang ke TKP. Suasana full durian begitu terasa (ya iya lah,namanya juga Rumah Durian,haha). Kami langsung menuju bagian pemesanan, sebuah meja kayu yang diisi banyak durian (hanya saja, saat kami datang, duriannya tidak banyak terpajang di situ).

Ada 3 mas-mas yang bertugas di sana. Dengan ramah mereka akan menyapa anda dan akan menyajikan ukuran durian yang (kira-kira) cocok dengan kemampuan mengunyah anda.

Kebetulan, saat aku datang, stok durian yang ada berjenis durian Medan. Jadi, mau tidak mau aku 'mesti' mencicipi durian Medan. Terus terang, ini adalah pengalamanku yg pertama untuk makan durian Medan. Tentu saja, aku tidak lewatkan kesempatan ini.

Uniknya, di rumah durian ini kita TIDAK MESTI MEMBELI DURIAN YANG TELAH DIBUKA!

Jadi begini, usai si mas memilihkan durian, dia akan membukakan (sebagian kecil) durian dan akan memberikan sepotong kecil isi buah durian untuk dicicipi. Jika anda senang dengan rasa dan baunya, anda bisa meminta durian tersebut dibawa ke meja anda. Sebaliknya, anda bisa meminta durian yang lain.

Aku sendiri tidak terlalu banyak cingcong untuk urusan durian ini. Pas juga rasa durian yg aku coba. Jadi, aku langsung minta si mas untuk mengantarkan durian tersebut ke meja. Si mas sempat bilang bahwa durian yg aku pilih isinya banyak (dan di kemudian waktu, ini benar adanya).

Seraya menunggu durian datang, aku cuci tangan dan sempat melakukan pemotretan ke tempat ini. Tempat ini sekilas pandang cukup nyaman. Ruang ber-AC (agar aroma dan rasa durian tidak banyak berubah), tempat cuci tangan yg sangat memadai, lalu jumlah kursi yg cukup banyak.

Nampak juga tampilan beberapa jenis durian, mulai dari durian monthong Thailand, dari Indonesia. Macam2 pokoknyah!

Setelah durian datang, tanpa banyak berkata-kata, aku habiskan biji demi biji durian. Tidak sampai 15 menit, lebih kurang 12 butir durian sudah memenuhi perutku. Wify sempat menawarkan, apakah aku mau tambah. Aku tolak, karena jika terlalu banyak makan durian, bisa dipastikan aku tidak akan makan malam. *next time aja ya?xixixi*

Secara keseluruhan, durian Medan cukup enak. Manisnya pas, meski dari tampilan, nampaknya tidak cukup menggugah selera. Harganya juga lumayan lah... Rp 27.500/kg. Durian yg aku santap menghabiskan dana Rp 51.000. Jadi hampir 2kg.

Foto2 lainnya bisa dilihat di sini.

Moral story:
- makan durian tidak dianjurkan untuk orang yang tekanan darahnya tinggi atau sakit kolesterol
- apapun jenis durian, semuanya mempunyai kesamaan dalam rasa dan aroma
- usai makan durian, sebaiknya perbanyak minum air putih agar perutnya tidak terasa 'panas'