Belakangan ini aku perhatikan begitu banyak (dan gencar) promosi penjualan modem 3G yg dilakukan oleh beberapa operator selular GSM ataupun oleh perusahaan pembuat modem itu sendiri (meski jarang terjadi). Promosi yg dilakukan biasanya mengiming-imingi kemudahan dalam membeli modem serta AKAN mendapatkan layanan dan kualitas koneksi internet yang begitu prima.

Di satu sisi, promosi yg cukup jor2an dan sering ini bisa jadi memperlihatkan bahwa internet sudah menjadi kebutuhan. Sebuah usaha edukasi yg berhasil menurutku. Namun di sisi lain, penjualan dan promo modem 3G dan layanan ini tidak dibarengi dengan penyediaan pita lebar (bandwidth) dan koneksi yg memadai.

Tidak perlu repot-repot, aku sendiri mengalami hal ini, terutama sejak 2 bulan terakhir ini. Aku masih bertahan menggunakan Flash, sebuah layanan dari Telkomsel, meski si Flash ini sendiri nampaknya sudah tidak cukup cepat untuk mengakses internet.

Lupakan dan jangan perdulikan warna lampu (LED) yg terpancar di modem Huawei ini, karena walau lampunya 'mengatakan' bahwa koneksi sedang berada dalam kondisi HSDPA, namun jika melihat lambatnya membuka sebuah laman 'sederhana' dan memperhatikan secara teliti statistik yg tertera di layar, maka sebenarnya kecepatan yg didapat hanyalah GPRS!

Bisa dibayangkan, bila led menunjukkan modem hanya menerima sinyal GPRS, maka seberapa pelan lagi kecepatan yg sesungguhnya didapat.

Aku menilai, seperti biasa, operator2 di Indonesia berlomba menangguk untung (dari penjualan modem dan paket data mereka) namun tanpa mempertimbangkan rasio antara pengguna dan bandwidth yg tersedia. Mereka hanya menyampaikan bahwa koneksi ke internet itu kenceng kalo pakai jasa mereka. Padahal, kenyataannya....jauh panggang dari api.

Di satu sisi, aku bersyukur bahwa aku membeli paket lama dari Telkomsel. Dengan biaya 'cuma' Rp 125 rebu (belum pajak 10%) aku sudah bisa tersambung ke internet...UNLIMITED, dg kecepatan 256 kBps. Meski toh, seperti aku tulis di atas, fakta di lapangan berbeda jauh.

Sementara paket2 baru yg ditawarkan sekarang (oleh Telkomsel) rata2 cukup mahal, padahal TIDAK ADA JAMINAN KECEPATAN akan didapat seperti yg mereka gembar gemborkan.

Belakangan ini aku mulai tertarik dengan promosi yg ditawarkan oleh para operator CDMA. Layanan EVDO yg mereka tawarkan rasanya cukup menggiurkan, terlebih jika dibandingkan dg fitur HSDPA yg ndak pernah jelas2 banget kaya sekarang ini.

Nampaknya aku mesti minjem modem CDMA ke teman dan testing selama beberapa waktu nih,hehehe...

Ada yg pernah menggunakan operator CDMA untuk ber-internet ria? Bagaimana hasilnya?

Moral story:
- layanan 3G di Indonesia kian buruk!
- beruntung menjadi pelanggan awal2 Flash, masih sempat merasakan cepatnya Flash
- penawaran dari operator CDMA cukup menarik, tapi mesti testing dulu nih *siap2 pinjem modem CDMA ah,hihihi*
- Flash nampaknya kian lemot...mungkin lebih cocok ganti brand, jadi BEKICOT