Tak dinyana dan tak disangka, akhirnya aku dan Wify berkesempatan untuk pelesir dan liburan ke Anyer. Sebenarnya tidak benar-benar libur, karena kami pergi ke Anyer dalam rangka 'family gathering' yg diselenggarakan tempat kerja Wify. Tapi toh buat kami, itu tidak penting. Apapun acara dan istilahnya, pokoknya tetap berlibur!

Jadi, Sabtu pagi (13 Peb 2010) kami berangkat dengan bus menuju Anyer. Cukup lama juga perjalanannya, lebih kurang 4 jam. Sepanjang jalan, kami cukup menikmati perjalanannya meski di beberapa tempat kami dihadang hujan yg cukup deras. Usai menikmati perjalanan, kami berdua memilih untuk tidur, hehe.

Mendekati tujuan, kami terbangun dan kembali menikmati pemandangan yg ada di kiri dan kanan jalan, terutama saat banyak nuansa pantai yg terlihat. Yang 'mengherankan', di Anyer kami dapati banyak kambing bersliweran di jalan. Sempat aku bertanya-tanya, apakah para pemilik kambing itu tidak takut kambingnya dicuri?

Oya, jika dari Jakarta menuju Anyer, maka kita akan melewati Cilegon sebagai salah satu rute, dan itu berarti kita akan menengok Krakatau Steel, salah satu perusahaan kebanggan Indonesia (well, setidaknya di tahun 80an) yg terkenal dg pengolahan besi bajanya. Sangat luas dan cukup megah, namun aku sempat berpikir bahwa KS juga salah urus seperti halnya IPTN.

Singkat kata, akhirnya kami tiba juga di Mutiara Cottage, tempat penginapan kami. Usai disambut dengan minuman selamat datang, ada beberapa acara bla bla yang mesti kami hadiri. Selanjutnya makan siang, pembagian kunci rumah dan kami bergegas menuju rumah yg telah ditunjuk.

Dalam 1 rumah terdapat 2 kamar, masing-masing terdiri dari 1 tempat tidur double dan 2 tempat tidur twin. Aku dan Wify kebagian di kamar twin, akhirnya merapatkan tempat tidurnya.

Istirahat sejenak, kami berdua membuat acara sendiri sebelum acara dari panitia digelar. Berkeliling menyusuri fasilitas2 yang tersedia, kami berdua merasa tempat ini cukup nyaman untuk dijadikan tempat beristirahat.

Lalu dimulailah acara permainan dari panitia. Gelak tawa dan sorak sorai banyak terdengar sepanjang sore itu, membuat kami merasa senang dg acara itu, meski ada juga yg terasa 'garing', hehe.

Semula aku hendak bermain 'banana boat' dan jetski, namun karena sudah sore aku batalkan. Lagipula, dengan beberapa teman kami sudah sepakat untuk menjalani acara itu besok paginya (Minggu pagi).

Usai permainan, kami kembali ke kamar masig2. Mandi, istirahat sejenak, lalu makan malam.

Hari Minggu pagi, akhirnya aku dan beberapa teman sepakat untuk melakukan 2 hal. Mengunjungi taman laut dan main 'banana boat'. Dimulai dengan mengunjungi taman laut. Bertujuh kami berangkat dengan speed boat ke arah laut lepas.

Well, ini pertama kalinya aku naik speed boat. Asyik juga, meski terkadang ada rasa khawatir pada saat speed boat yg ukurannya tidak terlalu besar ini menabrak dan menembus ombak. Untunglah cuaca sedang bersahabat, dalam artian tidak hujan dan ombak tidak terlalu besar.

Sempat diperlihatkan gunung Krakatau yg lokasinya cukup jauh.

Usai 10-15 menit, tibalah kami di taman laut. Yaahhh...ternyata mengecewakan. Sebenarnya, menurutku, ini bukanlah taman laut, melainkan sebuah lokasi yg dangkal di tengah laut. Air yg berwarna kehijauan membuat kami semua mengalami kesulitan melihat bagian dalam.

Dengan berbekal pelampung dan google (+ snorkle), aku mencoba untuk berenang dan memandang ke kedalaman laut. Namun, seperti aku bilang, tidak banyak hal yg bisa aku lihat selain keruhnya air berwarna kehijauan.

Bosan dengan kondisi ini, kami (ber-6) berusaha kembali ke speed boat. Namun ternyata tidak mudah. Hal ini karena ombak yg menyeret kami sehingga kami menjauh dari kapal.

Untuk pertama kalinya juga aku merasakan sulitnya berenang di tengah lautan. Segenap upaya aku lakukan untuk mendekati speed boat, namun rasa2nya tidak banyak kemajuan. Akhirnya aku menggunakan gaya bebas untuk mendekati kapal dan alhamdulillah berhasil mendekati dan akhirnya naik kembali ke speed boat.

Kami memutuskan kembali ke pantai.

Setibanya di pantai, kami melanjutkan aksi dan petualangan dengan naik banana boat. Wakaka...akhirnya kesampaian juga naik salah satu permainan yg selama ini hanya aku lihat di televisi.

Berlima kami naik banana boat. Sempat merasa 'aneh' dengan ucapan si pemandu, agar kami tidak 'ngotot' berpegangan apabila terjatuh. Dalam hati aku berpikir, memangnya dengan banana boat segede ini kami bisa jatuh? Belakangan aku tahu bahwa nyemplung ke laut adalah salah satu 'ritual' yg wajib dialami para penumpang banana boat.

Jadi, naik banana boat itu sebenarnya biasa2 saja. Namun ada saatnya si pengemudi speed boatnya itu melakukan manuver, terutama zig zag. Sebenarnya tidak perlu khawatir jatuh apabila 1 tim (kami berlima) kompak dalam menggerakkan badan, mengikuti arah zigzag si speed boat.

Dengan kata lain, pada saat speed boat belok kiri, maka kita mesti memiringkan badan ke kiri dan sebaliknya. Namun, bagian tersulit adalah apabila zigzagnya dilakukan dengan cepat, sementara respon kami lambat. Walhasil 2 kali kami jatuh ke laut.

Selesai bermain banana boat sebenarnya aku masih ingin bermain jetski, namun akhirnya aku batalkan. Oya, untuk pergi ke taman laut kita mesti merogoh kocek sebanyak Rp 50 ribu, sementara utk banana boat Rp 25 ribu, untuk tiap orangnya.

Sempat berenang di kolam renang selama beberapa saat, akhirnya aku dan Wify lebih banyak menikmati suasana. Ada anak2 kecil yg bermain di kolam, lalu ada yg bermain 'polo air'.

Selanjutnya istirahat, dilanjutkan dengan berkemas dan makan siang. Usai penutupan, akhirnya kami kembali ke Jakarta.

Foto-foto lainnya bisa dilihat di sini.

Moral story:
- Indonesia mempunyai banyak tempat wisata yg belum terekspos dengan baik
- Sebagai sebuah tempat wisata, Anyer cukup menjanjikan, sayangnya pengelolaannya kurang
- Family gathering selain merupakan acara untuk mempererat tali kekeluargaan dalam sebuah perusahaan, juga bisa dijadikan ajang berlibur