Aku dan Wify akhirnya berhasil menonton film ini setelah sekian lama film ini beredar. Penyebabnya sederhana saja, antriannya sangat panjang saat kami hendak menonton. Dengar2 kabar, film ini sudah mencatat rekor di Indonesia dengan mengalahkan film Laskar Pelangi. Wah, senang rasanya melihat film Indonesia sukses di negeri sendiri.

Seperti yg sudah diketahui bersama, film Sang Pemimpi ini diangkat dari buku berjudul sama. Selain itu, film ini merupakan kelanjutan (sequel) dari Laskar Pelangi.

Di film ini diceritakan masa remaja Ikal, terutama masa-masa SMA-nya. Masa-masa penuh gejolak darah muda, demikian jika merujuk kepada ucapan bang Haji.

Selain itu, diceritakan juga beberapa penggalan cerita keluarga Ikal, termasuk saat menjemput Arai, sepupunya. Cerita lainnya mengenai gagalnya kenaikan pangkat ayahnya.

Cerita lainnya terkait dengan kisah perjalanan Ikal dan Arai yang merantau ke Jakarta. Lalu kuliah dan akhirnya bekerja di kantor pos. Kemudian ada juga cerita Ikal dan Arai yang bermimpi ingin sekolah di luar negeri, tepatnya di Perancis.

Sayangnya, cerita di film ini tidak selengkap dan berbeda dengan bukunya. Ada beberapa 'loncatan' cerita, terlebih lagi perbedaan cerita yang menurutku agak mengganggu. Yang paling menyebalkan, menurutku adalah saat Arai merayu Zakia. Terlalu jauh perbedaannya. Kemudian mengenai adegan kejar2an antara guru (kepala sekolah) SMA dan Arai, Ikal dan Jimbrong. Tidak dijelaskan secara rinci mengapa tiba2 terjadi kejar2an.

Ya ya ya...nampaknya memang tidak bisa mengharapkan cerita buku akan diceritakan sama detailnya saat dibuat filmnya yak?

Moral story:
- film Indonesia yg kualitasnya bagus akan dihargai kok oleh masyarakat Indonesia
- penghargaan biasanya akan sebanding dengan kesuksesan dan pundi2 yg diterima, hehe
- siapa bilang hidup tidak boleh bermimpi? justru mimpi itu yg membuat kita bisa bertahan hidup
- berjuanglah meraih mimpi, sesulit apapun medan yg akan dilalui!