Aku mengetahui dan mengenal nama (ustad) Lihan ini sekitar bulan Juli-Agustus 2008 lalu. Seingatku ini semua berawal dari tulisan salah seorang anggota TDA (Tangan Di Atas) di blognya (namun aku lupa blognya) yang menceritakan 'kehebatan' seseorang bernama Lihan, yang dipercaya adalah seorang ustad dari daerah Banjarmasin.

Dalam artikelnya ditulis bahwa Lihan mempunyai banyak bisnis, terutama di bidang jual beli intan. Bahkan, konon Lihan membeli sebuah intan seharga Rp 1 miliar (yang konon jika dijual lagi akan seharga Rp 3 miliar, yeaahhh..!!?) yang diberi nama Puteri Malu.

Lalu berita berlanjut. Aku sempat temui banyak berita mengenai Lihan di berbagai blog, terutama terkait dengan aktivitas TDA. Lalu ada juga beberapa tulisan Lihan yg aku baca. Tulisan2nya bercerita tentang pengalaman dia berbisnis, mulai dari pengalaman menjadi guru hingga akhirnya bisa menjadi orang sukses.

Awal minggu ini aku iseng membaca di sebuah koran online. Isinya cukup mengejutkan, karena di sana tertulis bahwa Lihan (diduga) terlibat dalam penggelapan uang nasabah hingga mencapai Rp 800 miliar!! Yak..anda tidak salah! DELAPAN RATUS MILIAR RUPIAH! Diduga lebih dari 3000 nasabah yg menjadi korbannyah!

Dari situ, akhirnya aku mencari berita2 lain yang lebih rinci. Dan akhirnya aku temui banyak berita yg lebih rinci mengenai kasus Lihan ini.

Intinya, diduga Lihan menjalankan bisnis money game!!

Dan belakangan aku temui kian banyak artikel2 yang isinya menjelaskan kesalahan yang dilakukan Lihan. Yg menyedihkannya lagi, ternyata 'gelar' USTAD adalah JULUKAN dari rekan-rekannya, bukan ustad dalam pengertian sebenarnya!

Korban sebanyak 3000 orang ini menyetor uang dengan jumlah bervariasi. Tapi jika tidak salah, ada yg menyetor hingga Rp 2 miliar.

Jatuh lagi korban karena money game! Dan jika kita perhatikan, begitu banyak orang yg tertarik dan mudah menjadi korban dari money game. Adalah hal yg sangat 'menarik' jika diiming-imingi keuntungan sebesar 10%/bulan, jauh di atas bunga deposito!

Padahal jika dipikir dg akal sehat, pembagian keuntungan (secara stabil) sebesar 10%/bulan adalah SESUATU YG MUSTAHIL di saat sekarang! Kecuali jika duit tersebut digunakan untuk modal berjudi atau memang bisnis money game!

Aku sendiri (maaf) tidak terlalu kasihan pada orang2 yg menjadi korban money game seperti itu! Kenapa harus kasihan? Bagiku, mereka adalah orang2 yg tamak dan malas serta ingin menjadi kaya dg cara instan (baca: ga masuk akal). Tidak ada bedanya mereka dg menyerahkan uang ke dukun untuk dilipat gandakan.

Beberapa artikel yg (diharapkan) membantu menjelaskan tentang bisnis & kasus Lihan ini bisa anda baca di sini, sini, dan sini.

Kemarin aku baru tahu bahwa kasus ini melibatkan Hanung dan Opick. *silakan googling utk info yg lebih lengkap*

Foto diambil dari sini.

Moral story:
- mental orang Indonesah yg ikut money game: pemalas, ingin cepat kaya tanpa kerja keras, dan tamak
- money game adalah cara paling mudah untuk mengumpulkan duit dan lalu membawanya kabur (jika beruntung tidak ditangkap polisi duluan, wakaka)
- hati2 jika ada yg menawarkan bisnis dengan pembagian keuntungan lebih besar dari bunga deposito. mungkin saja ada yg emang bener bisnisnya, tapi lebih baik anda tingkatkan kewaspadaan