Horeee....postingan pertama di tahun 2010!
Oke, saatnya melanjutkan cerita bagian pertama. Masih pakai foto dari artikel pertama, berhubung jabang bayinya belum brojol, xixixi..

Mencoba produk2 MLM nampaknya tidak membuat kesehatan Wify membaik. Malah beberapa kali Wify mengalami 'penderitaan' yg teramat sangat gegara pada saat mengonsumsi produk tersebut.

Wify bukan berarti tidak ingin mencoba cara2 terapi tradisional untuk kami berdua. Beberapa hal yang pernah Wify lakukan adalah:
1. Membuat campuran seledri dan jantung nanas, yang mesti aku konsumsi. Hasilnya? Aku hanya bisa 1x coba minum dan termuntah-muntah dg suksesnyah!!
2. Wify mengonsumsi jus campuran toge kecil, kuning telur ayam kampung, dan madu.
3. Kami mencoba pengobatan dg jamu tradisional. Wify mendapatkan informasi ini dari kapster yang merawatnya di spa. Lokasi pembelian jamu ada di daerah Cempaka Putih dan cukup sulit menemukannya (setidaknya buat kami).
4. Menyantap jus semangka, untuk kami konsumsi berdua.

Yang kami berdua syukuri, kami TIDAK PERNAH MENGGUNAKAN DUKUN ATAUPUN HAL2 YG NON LOGIS! Alhamdulillah...akal sehat kami selalu mengingatkan kami berdua agar HANYA MENGGUNAKAN CARA-CARA YG WARAS DAN BISA DIPERTANGGUNGJAWABKAN SECARA LOGIS! Well, jamu tradisional masih kami anggap sebagai hal yg (masih) waras.

Beberapa hal yang tidak kami lakukan adalah:
1. Mendatangi seseorang (dibilangnya sih pak haji) di kawasan Kalibata.
2. Berobat ke seorang bu haji di daerah Duren Tiga.
3. Sinshe di daerah Rawamangun. *well, untuk sinshe, terus terang kami masih menganggapnya sebagai sesuatu yg kami hindari, dg alasan pribadi*

Untuk hal2 yg masih 'berbau' haji saja kami tidak mau mendatangi, apalagi yg jelas2 mencap tato 'dukun' di jidatnyah! Syirik itu sich!

Buat temen-temen, sebaiknya tidak perlu terlalu percaya dengan pak haji/bu haji atau orang2 pinter seperti itu deh. Ada yg pakai model usap perut dan minum air putih yang sudah diberi jampi2 bisa hamil, ada yg model mengalihkan penyakit ke media lain, dst dst.

Aku punya cerita dari temannya teman, katakanlah si B (tingkat kedua, hehehe). Si B ini pergi ke pak haji, yang diyakini dan dipercaya bisa membuat perempuan hamil. Alkisah, si B ini akhirnya perutnya membesar SEPERTI ORANG MENGANDUNG. Tapi apa lacur, di bulan 8 MENDADAK PERUTNYA MENGEMPIS! Dan jabang bayi yg selama 8 bulan dia kandung, MENDADAK RAIB!

Nah, jika sudah seperti itu, siapa yg mesti disalahkan? Palingan tuding menuding suami istri, dan ujung2nya bisa terjadi perceraian!

Bersambung ke bagian 3, insya ALLOH terakhir.

Moral story:
- tidak ada salahnya kembali ke pengobatan tradisional
- gunakan selalu akal sehat untuk ikhtiar mendapatkan keturunan
- jika menggunakan pengobatan alternatif, tetap mesti waras yak!
- jangan putus asa!ikhtiar dan doa harus terus dilakukan!